Korban PHK Bakal Dapat Rp 700.00 per Bulan, Daftar Disini

Penulis Isfatu Fadhilatul | Ditayangkan 21 May 2020

Alhamdulillah kabar baik.

Semoga kebijakan ini dapat dimanfaatkan oleh para pekerja yang terkena dampak PHK akibat pandemi virus corona.

Korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia akan mendapatkan kucuran uang dari diaspora alias warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.

Diaspora yang mempunyai kelebihan harta akan menyumbangkan US$ 50 atau setara dengan Rp 700.000/bulan (kurs Rp 14.000) untuk masing-masing korban PHK.

"Para diaspora akan membantu pekerja korban PHK atau yang dirumahkan karena COVID-19 ini melalui program one family to one family. Donasinya sebesar US$ 50 per bulan," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam siaran langsung di YouTube FMB9, Senin (18/5/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri Kongres Diaspora Dino Patti Djalal mengungkapkan, aset dan potensi diaspora akan dimanfaatkan untuk membantu pekerja di dalam negeri yang kehilangan mata pencahariannya.

"Kita memanfaatkan segmen yang sangat khusus dari bangsa Indonesia, yaitu segmen 6 juta diaspora yang kaya dengan modal, dengan ilmu, dengan jaringan, dengan idealisme, dengan patriotisme untuk bisa sambung rasa dan sambung rezeki dengan 3 atau 4 juta orang-orang yang baru terkena PHK atau dirumahkan," ungkapnya.

Baca Juga: Kelas BPJS Kesehatan Akan Dihapus, Iuran Bakal Naik atau Turun?

Cara mendapatkan bantuan

Ida Fauziyah juga menjelaskan bagaimana cara mendapatkan bantuan.

"Mekanisme bantuan akan disalurkan secara online. Calon donatur akan memilih calon penerima donasi dengan melihat profil calon penerima melalui www.diasporapeduli.id," ujar Menaker.

Dino Patti Djalal menjelaskan bahwa pihaknya akan memanfaatkan database yang ada di program Kartu Pra Kerja.

Jadi otomatis, mereka yang bakal diberikan bantuan adalah orang yang benar-benar membutuhkan. Sedangkan penyaluran bantuannya akan dilakukan melalui BNI ke rekening para penerima bantuan.

"Kelompok yang paling membutuhkan juga ada yaitu orang-orang yang masuk dalam daftar Pekerja di tanah air yang sedang malang nasibnya. Sistemnya sudah ada, di bantu oleh BNI," ungkap Dino.

Baca Juga: Nekat Belanja Hingga Berdesakan, Pembeli Was-was Ada Kasir yang Positif Corona

Pada kesempatan yang sama Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, menyampaikan bahwa pihaknya mempunyai kantor cabang di sejumlah negara. Hal itu akan dimanfaatkan untuk menampung bantuan dari para diaspora.

Selain itu, Bank BNI juga telah memiliki 2.000 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal itu akan digunakan untuk memudahkan penyaluran bantuan kepada para korban PHK.

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb