Resmi Dicoret dari KK, Ortu Menyerah, Anak Kurang Ajar dan Sering Melawan

Penulis Dian Editor | Ditayangkan 18 Dec 2020

Resmi Dicoret dari KK, Ortu Menyerah, Anak Kurang Ajar dan Sering Melawan

Berita di koran, anak dicoret dari KK - Image from https://twitter.com/menteridigital/media

'Mulai hari ini, (16 Desember) tak lagi diakui sebagai anak' 

Kabar orang tua mencoret anak dalam daftar kartu keluarga ini diberitakan pada koran. Orang tua mengaku sudah tidak tahan dengan sikap anak yang kurang ajar dan sering melawan. Begini kisah lengkapnya. 

Seorang pria asal Tanjungmorawa, Deliserdang, bernama Erwin a.k.a Awen resmi dicoret dari Kartu Keluarga (KK) oleh orang tuanya karena dianggap kurang ajar dan suka melawan orang tua. 

Tak hanya itu, pencoretannya dari KK pun diumumkan di koran, hingga membuat berita itu menjadi viral dan menarik perhatian publik. 

Dalam foto iklan pengumuman pencoretan nama Erwin tersebut. foto si pemuda pun juga dipajang. Ia diketahui lahir di Medan, pada tanggal 14 Oktober 1995.

"Mulai hari ini tanggal 16 Desember 2020, tidak saya akui lagi sebagai anak," demikian pengumuman dalam koran tersebut, pada Kamis (17/12/2020).

Keputusan mencoret Erwin dari KK bukan tanpa alasan dan semena-mena. Menurut orang tuanya, pemuda berusia 25 tahun tersebut sudah tak mau mendengarkan nasihat yang diberikan orang tuanya. 

"Ia tidak mau mendengarkan nasihat dan kurang ajar serta melawan terhadap saya sehingga menyusahkan saya sebagai orang tuanya," ungkapnya.

Pihak keluarga juga menegaskan tak akan lagi bertanggung jawab atas semua perbuatan yang dilakukan oleh Erwin setelah pengumuman pernyataan putus hubungan tersebut. 

"Sejak pernyataan ini dimuat segala tindak tanduknya di luar adalah menjadi tanggung jawab dirinya sendiri," demikian kalimat terakhir dalam pengumuman tersebut. 


Pernyataan tersebut dibuat di Tanjungmorawa pada 16 Desember 2020 yang ditandatangani oleh Hong Boi atau Aboi, ibunya. Pengumuman pria dicoret dari KK tersebut sontak jadi viral di media sosial. 

Beragam komentar langsung membanjiri kolom komentar cuitan tersebut. Ada pula yang membagikan kasus serupa.

"Di Medan biasa ini, T******* seringnya. Biasanya karena anaknya sering buat onar dan dikejar hutang, jadi biar keluarganya gak ikutan nanggung," tulis salah satu warganet.

"Makanya bagi beberapa orang, jokes dicoret dari KK, itu bukan candaan, emang kejadian beneran," tulis warganet lainnya. 

Di usia 25 tahun, seharusnya seorang anak bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Pasalnya usia 25 tahun bukanlah lagi tergolong anak-anak atau remaja, melainkan sudah dewasa. 

Semoga sang anak bisa menghargai, menghormati dan menyayangi kedua orang tuanya serta tidak bertindak di luar batas. Karena orang tua adalah orang yang merawat dan mendidiknya sejak kecil. 

SHARE ARTIKEL