Salut, Pemulung Ikhlas Perbaiki Jalan Selama 2 Tahun dengan Uang Sendiri

Penulis Dian Editor | Ditayangkan 24 Nov 2020

Salut, Pemulung Ikhlas Perbaiki Jalan Selama 2 Tahun dengan Uang Sendiri

Mulyadi si pemulung yang baik hatinya - Image from jateng.tribunnews.com

Sakit maag dan ginjal tak halangi niat mulianya 

Meski hasil memulung setiap hari tidak seberapa, hal itu tak menghalangi niat mulia Mulyadi untuk memperbaiki jalan. Hatinya tergerak karena pengalaman pahit yang pernah dialaminya. 

Viral sosok pemulung yang rela memperbaiki jalan dengan uang pribadinya. Tak disangka ternyata dia termotivasi untuk memperbaiki jalan karena pengalaman masa lalu yang menyakitkan. 

Sosok Mulyadi (45), pria berhati malaikat yang belakangan ini menjadi viral dan menarik perhatian publik. Namanya menjadi sorotan masyarakat karena dirinya ikhlas memperbaiki jalanan dengan uang pribadi padahal bukan dari kalangan orang berada.

Diketahui, sehari-hari Mulyadi hanyalah seorang pemulung yang mengumpulkan barang bekas untuk dijual kembali. Namun, di tengah keterbatasannya, Mulyadi tanpa pamrih mau menolong banyak orang. 

Setiap hari, pria yang berprofesi sebagai pemulung itu membersihkan jalan kecil depan Pondok Pesantren Goro Assalam, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Tidak hanya membersihkan, Mulyadi pun rela menambal jalan yang rusak dengan semen. Dan hebatnya, semua biaya yang dikeluarkan berasal dari uang pribadinya, dari hasil ia memulung setiap hari.

Mulyadi mengaku ikhlas dan tak berharap sepeserpun dari warga sekitar ataupun pengendara yang lewat. Bukan sebulan atau dua bulan, Mulyadi mengaku sudah mengerjakan hal itu selama hampir 2 tahun.

Setiap pagi, Mulyadi berangkat dari Desa Mayang, Kartasura, menuju jalan kecil depan Goro Assalam dengan jarak 4 km. 

Ia berangkat dengan menaiki sepeda buntutnya, lengkap dengan beronjong. Kedua beronjong tersebut berisi barang rongsokan hasil ia mulung, dan semen untuk menambal jalanan. 

Perbuatan yang dilakoni Mulyadi rupanya bukan tanpa alasan. Ia mengaku pernaha mengalami pengalaman buruk di jalan tersebut.

"Dua tahun lalu saat saya pulang merosok lewat jalan sini, saat itu jalannya masih sempit, pas saya simpangan dengan mobil dan jalan ini rusak saya jatuh terjungkal," katanya, dikutip dari Tribunnews pada Senin (23/11/2020).

Karena pengalaman buruk itulah yang membuat hati Mulyadi kemudian tergerak.

"Saat itulah hati saya terketuk untuk membenahi jalan ini. Saya ingin menolong sesama manusia, karena saya tidak punya uang, saya hanya punya tenaga untuk membenahi jalan ini," terangnya.

Membenahi dan membersihkan jalan kecil itu ternyata tidak semulus apa yang dibayangkan. Cuaca dan pengendara yang lewat membuat tambalannya seolah sia-sia. 

"Kadang kalau hujan deras semennya langsung hanyut. Tapi tidak apa apa saya ikhlas," aku dia.

Meski menghadapi berbagai kendala, pria beranak 5 itu akan terus menambal jalan itu sampai tidak ada orang yang jatuh terjungkal sebagaimana yang ia rasakan. 

"Semoga warga sini terbuka hatinya untuk membenahi jalan ini, kasian kalau orang naik sepeda lewat sini," harapnya.

Tetap Berjuang Meski sedang Sakit 

Mulyadi ternyata menyimpan lara di balik perjuangan dan kebaikan hatinya. Saat ini, ia tengah menderita beberapa penyakit, yakni sakit ginjal dan asam lambung. Tak jarang, sakit itu sering dirasakan saat ia memulung. 

"Asam lambung dan ginjal, kalau ginjalnya sudah mulai enakan. Kalau yang asam lambung belum," ujar Mulyadi Senin (23/11/2020).

Sebisa mungkin, ungkap Mulyadi orang lain tidak mengetahui apa yang dirasakannya. Ia merasa sungkan dan tak ingin merepotkan orang lain, sebab yag terpenting anak istrinya bisa makan dari hasil usahanya. 

"Setiap saya memulung kadang menahan sakit maag tapi saya tahan tahan untuk biaya anak istri dan membeli semen ini," ungkapnya.

Meski begitu, dalam sekali waktu Mulyani tak kuasa menahan rasa sakitnya. Ia pernah ambruk saat membersihkan jalan, Mulyadi lantas dibawa ke puskesmas untuk ditangani secara medis.

"Sebenarnya saya ingin berobat tapi tidak punya uang, bisanya dibantu sama orang lain," katanya.

SHARE ARTIKEL