3 Kisah Kesombongan yang Tertulis dalam Al Quran

Penulis Dian Editor | Ditayangkan 11 Nov 2020

Kesombongan Iblis - Image from kalam.sindonews.com

Rasulullah SAW tegas menolak kesombongan 

Tidak peduli dengan alasan apapun, sombong tetaplah sikap yang dibenci oleh Allah dan Rasulullah. Bahkan dalam sebuah pidatonya, Rasulullah SAW mengungkap dengan tegas penolakannya terhadap sikap sombong.

Al Quran telah memberikan pelajaran kepada kita tentang perilaku sombong seperti yang diperlihatkan oleh berbagai pihak. Mulai dari Iblis (Qs Al-Baqarah: 34), Fir’aun (Qs Yunus: 83), Qarun (Qs Al-Qashash: 76), dan sebagainya. 

Kisah Kesombongan di Al Quran 

Sudah banyak sekali pembelajaran tentang orang-orang yang sombong yang ditulis dalam AL Quran. 

Mulai dari bentuk sikapnya, hukuman dan orang-orang yang melakukannya. Hal itu semata-mata untuk mengingatkan manusia agar menjauhi sikap yang dibenci Allah SWT tersebut. 

Berikut adalah kisah kesombongan Iblis yang tertulis di Al Quran: 

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir." (Qs Al-Baqarah: 34)

Berikut adalah kisah kesombongan Firaun yang dituliskan dalam Al Quran: 

"Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, selain keturunan dari kaumnya dalam keadaan takut bahwa Fir‘aun dan para pemuka (kaum)nya akan menyiksa mereka. Dan sungguh, Fir‘aun itu benar-benar telah berbuat sewenang-wenang di bumi, dan benar-benar termasuk orang yang melampaui batas." (Qs Yunus: 83)

Berikut adalah kisah kesombongan Qarun yang ditulis dalam Al Quran 

"Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri".

Tidak Ada Sombong yang Dibenarkan dalam Islam 

Sikap Iblis yang diceritakan di atas adalah bentuk kesombongan eksistensial (asal wujud) yang bisa dimiliki oleh siapapun, termasuk manusia. 

Iblis merasa lebih tinggi derajatnya secara eksistensial dibanding manusia karena asal penciptaannya yang berasal dari api, sedangkan manusia dari tanah. Dalam pandangan iblis, api memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan dengan tanah. 

Selain bentuk kesombongan eksistensial, kesombongan ada yang bersifat individual dan kelompok/kolektif.

Kesombongan individual adalah kesombongan yang dilakukan seseorang. Misalnya, kesombongan yang dilakukan oleh Fir’aun kepada orang lain. 

Sementara kesombongan kolektif adalah kesombongan yang dilakukan oleh kelompok tertentu, bangsa maupun negara kepada individu, kelompok atau bangsa atau negara lain.

Bangsa Israel adalah salah satu contoh untuk kesombongan kolektif. Kesombongan bisa terjadi karena kedudukan, keunggulan, kekayaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok seperti Fir’aun, Israel, Qarun, dan sebagainya.

Kesombongan atas nama apa pun jelas dilarang oleh Islam. Nabi Muhammad saw bersabda, 

“Tidak masuk surga bagi seseorang yang di dalam hatinya terdapat sifat sombong, meskipun hanya sebesar biji dzarrah. Dan tidak akan masuk neraka seseorang yang di dalam hatinya terdapat iman meskipun hanya sebesar biji dzarrah. 

Abdullah berkata, bahwa seseorang berkata kepada beliau (Nabi Muhammad saw): 

"Sesungguhnya aku merasa bangga jika pakaianku bagus dan sandalku juga bagus. Beliau (Nabi Muhammad saw) bersabda: Sesungguhnya Allah menyukai keindahan, yang dimaksud kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain,” (HR Tirmidzi: 1922).

Peringatan Allah SWT terhadap Orang yang Sombong 

Nabi Muhammad SAW juga telah memperingatkan bangsa-bangsa di muka bumi ini untuk tidak meniru sikap sombong. 

Dalam khutbah Arafah haji Wada yang sangat populer, beliau menyampaikan khutbah yang sangat monumental dengan mengatakan, 

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Tuhanmu satu dan bapak sekalian pun satu. Ingatlah bangsa Arab tidaklah lebih utama dari non-Arab dan bangsa non-Arab tidak lebih utama dari bangsa Arab. Ingatlah bahwa bangsa kulit putih tidaklah lebih utama dari bangsa kulit hitam, kecuali karena ketakwaannya.”

Semoga kita semua dijauhkan dari sikap sombong dan dijauhkan dari orang-orang yang berperilaku sombong. Aamiin ya robbal alamin.

SHARE ARTIKEL