Terenyuh, Petugas Menangis Memohon Nenek 90 Tahun agar Mau Dievakuasi dari Banjir Kalsel

Penulis Dian Editor | Ditayangkan 20 Jan 2021

Terenyuh, Petugas Menangis Memohon Nenek 90 Tahun agar Mau Dievakuasi dari Banjir Kalsel

Petugas menangis meminta nenek 90 tahun mau dievakuasi - Image from youtube.com/MRizky130

Terlihat petugas sampai nangis terisak 

Sang nenek bersikeras untuk tetap tinggal di rumah, meski banjir di Kalsel saat itu sudah sampai sepinggang orang dewasa. Nenek 90 tahun tersebut mengungkapkan alasannya tidak mau dievakuasi ke tempat pengungsian. 

Tangisan anggota Polair Polda Kalsel pecah saat membujuk nenek renta, Barlian (90), korban banjir Kalsel agar mau dievakuasi dari rumahnya. 

Terlihat pada saat itu, banjir telah merendam rumah yang ditinggalinya tersebut. 

Nenek Barlian adalah satu diantara ribuan warga yang jadi korban banjir di Kalimantan Selatan.

Brigadir Ach Hambali tidak kuat menahan tetesan air matanya saat berupaya membujuk Nenek Barlian untuk dievakuasi keluar dari rumahnya Desa Dalam Pagar Ulu, Martapura Timur, Kabupaten Banjar Kalsel. 

Nenek Barlian yang saat itu hidup sendiri ini biasa berjual buah di depan rumahnya. 

Ia bersikeras tidak mau meninggalkan rumah meski lautan banjir sudah merendam rumah dan mengepung wilayah tempat tinggalnya. 

Menurut sang nenek, rumah yang ditempatinya sekarang berisi banyak kenangan. 

Sejarah hidupnya selama 90 tahun tersebut seolah mengisi seluruh sudut rumah, yang saat ini dilanda banjir. 

Petugas Sampai Menangis 

Dikutip dari rekaman kamera fotografer Banjarmasin Post, Aya Sugianto sang nenek bersikeras tak mau keluar dari rumahnya, meski Brigadir Hambali sudah mati-matian membujuknya. 

"Kada nak lah, terima kasih. Aku di sini haja (tidak ya nak, aku di sini saja)" ujar Nenek Barlian lirih.

Hambali pun tak patah arang, ia tetap berusaha keras membujuk sang nenek. Hingga suaranya terdengar seperti isakan dan merintih. 

"Ulun anak pian jua. Ayu nah, kaina ulun antar ka sini lagi ker umah pian. (saya anak nenek juga. Nanti saya antar lagi ke sini ke rumah ini, Red)," ucapnya.

Meski sudah berusaha keras, Personel UPT Damkar Pemerintah Kabupaten Banjar gagal membujuk Nenek Barlian untuk dievakuasi dari rumahnya di Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, pada Selasa (19/1/2021) dini hari.

Personel Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran (UPT Damkar) Kabupaten Banjar gagal melaksanakan evakuasi terhadap nenek Barlian dari rumahnya. 

Dibujuk Dua Kali agar Mau Dievakuasi 

Tak berhenti di sana, nenek Barlian lalu dibujuk untuk kali kedua oleh tim evakuasi.

Meski begitu, dia tetap bertahan di rumahnya bersama anaknya karena tak ingin menyusahkan orang lain. Ia juga mengaku merasa lebih nyaman tinggal di rumah daripada di lokasi pengungsian.

Padalah saat upaya evakuasi, tim gabungan UPT Damkar Pemerintah Kabupaten Banjar dan relawan sudah melibatkan keponakan nenek tersebut.

"Kami merespons berita viral di media sosial soal nenek yang enggan dievakuasi dan sesuai permohonan keponakan nenek dari Kota Banjarmasin," kata Gusti Yudhi, Kepala UPT Damkar Kabupaten Banjar, Selasa (19/1/2021).

Dikatakan Gusti Yudhi, nenek tetap bersikeras ingin tetap di rumah, meski sudah dibujuk anak dan keponakannya untuk mengungsi.

Pihaknya lalu menyerahkan logistik untuk bekal makanan dan air minuman kemasan untuk keperluan nenek dan sang anak saat di rumah. 

Potongan video yang menunjukkan aksi relawan saat membujuk sang nenek juga tersebar di media sosial Instagram. 

Salah satunya diunggah oleh @fakta_indo, dalam keterangan tertulisnya, diungkap bahwa sang nenek akhirnya luluh dan mau dievakuasi. 

Desa Dalam Pagar Ulu termasuk wilayah yang terdampak bencana banjir setinggi pinggang orang dewasa. 

Di desa tersebut, ketika malam gelap gulita karena aliran listrik dipadamkam pihak PLN.

Sementara itu, regu UPT Damkar lainnya berhasil memberikan logistik nasi bungkus untuk pengungsi korban bencana banjir di Desa Sungai Tandipah, Kecamatan Sungai Tabuk.

Distribusi bantuan nasi bungkus tersebut dilakukan bersama atlet dayung Podsi Banjar menggunakan Perahu Naga.

SHARE ARTIKEL