Warga Tak Sudi Pinjamkan Cangkul, Petugas Terpaksa Kubur Jenazah Covid-19 Pakai Tangan

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 15 Aug 2020

Petugas mengubur dengan tangan - Image from kompas.com

Warga beralasan takut tertular Covid-19 

Karena tak dipinjami cangkul atau sekop, petugas terpaksa menguburkan jenazah Covid-19 pakai tangan dan bambu. Lalu video yang menunjukkan peristiwa tersebut jadi viral di media sosial dan banyak ditanggapi warganet.

Sebuah video viral di media sosial, menunjukkan 10 petugas pemakaman menguburkan jenazah pasien Covid-19 menggunakan tangan dan tanpa cangkul. 

Dalam video itu terlihat 10 petugas memakai alat pelindung diri (APD) lengkap menurunkan tanah menggunakan tangan dan bambu ke liang lahat. 

"Tidak ada cangkul, pakai tangan," kata seseorang yang diduga merekam video tersebut.

Setelah ditelusuri, peristiwa tersebut terjadi di Dusun Karangtemplek, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, pada Minggu (9/8/2020).

Para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember itu terpaksa memakamkan jenazah menggunakan tangan dan bambu karena warga tak ada yang mau meminjamkan alat seperti cangkul dan sekop. 

Camat Ambulu Sutarman membenarkan peristiwa yang terjadi di daerahnya tersebut. 

??Sebelum pemakaman, pihak Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) dan desa sudah mengondisikan sebaik-baiknya persiapan pemakaman,? kata Sutarman saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/8/2020). 

Sutarman mengatakan, beberapa warga telah menggali lubang makam untuk jenazah pasien Covid-19 tersebut. Adapun pemakaman jenazah menjadi tanggung jawab petugas dari gugus tugas Covid-19 dan dibantu pihak puskesmas. 

Sutarman menyebutkan, ternyata petugas pemakaman tak membawa peralatan lengkap. 

??Petugas tidak membawa alat cangkul waktu itu,? ujar dia. 

Warga yang berada di lokasi tak berani meminjamkan cangkul kepada petugas sebab takut tertular virus corona atau Covid-19, sehingga petugas terpaksa menguburnya dengan menggunakan tangan. 

??Warga wajar kalau takut meminjamkan karena wabah virus corona masih terus terjadi sampai sekarang,? kata Sutarman.

Menurut Sutarman, peristiwa ini baru pertama kali terjadi. Sebab, pemakaman jenazah sebelumnya berjalan normal seperti biasanya. Ia pun meminta BPBD Jember berkoordinasi dengan Muspika setempat agar kesalahpahaman seperti ini tak terulang kembali. 

??Agar tidak terjadi lagi, harus ada koordinasi yang lebih intens dari BPBD kepada Muspika atau desa,? tambah dia. 

Ia mencontohkan, jika petugas dari BPBD Jember tak memiliki alat, pihak desa atau kecamatan bisa membantu untuk menyediakan alat tersebut.

Miris sekali melihat kejadian ini. Padahal meminjamkan cangkul dan sekop untuk menguburkan jenazah Covid-19 tidak berarti jadi media penyebaran corona jika penanganannya tepat. 

Misalnya dengan langsung mencuci peralatan tersebut dengan sabun dan lainnya. Ataupun kalau takut, bisa memberikan saja cangkulnya dan tak dipakai lagi.

Waspada boleh, tapi jangan sampai menghapuskan rasa kemanusiaan dan hati nurani kita.

loading...