Trauma, Bocah Layangan yang Temukan Jasad Editor Metro TV Ketakutan dan Tak Bisa Tidur

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 15 Jul 2020

Trauma, Bocah Layangan yang Temukan Jasad Editor Metro TV Ketakutan dan Tak Bisa Tidur

Penemuan jasad korban editor Metro TV - Image from newsmaker.tribunnews.com

Jadi diam dan terlihat ketakutan. 

Mulanya bocah sudah mengetahui jasad Editor pada hari Kamis, tapi belum berani lapor ke siapa-siapa. Hingga hari Jumat, dia kembali mendatangi tempat itu dan masih melihat jenazah korban. 

Penemuan jasad editor Metro TV, Yodi Prabowo berawal saat seorang anak sedang asyik mengejar layangan ke arah tol JORR.

Kemudian, baru diketahui Jenazah Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORR Pesanggrahan Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2020).

Saat ditemukan jenazah editor Metro TV ini dalam kondisi telungkup dengan helm dan tas yang masih dicangklongnya. 



Jasad Yodi Prabowo awalnya ditemukan oleh seorang anak kecil yang sedang asyik bermain. 

Namun siapa sangka, di tengah asyik bermain layangan, bocah 10 tahun ini justru melihat mayat yang terbujur kaku dan mengenaskan. 

Rupanya sejak kejadian itu, bocah tersebut merasa trauma, ditunjukkan dengan sikapnya yang ketakutan hingga tak bisa tidur semalaman. 

Sebelum jenazah Yodi Prabowo, rupanya kendaraannya sudah ditemukan oleh petugas ronda. 

Pada saat itu, petugas ronda melihat sepeda motor korban terparkir di depan warung bensin eceran pada Rabu (8/7/2020) kira-kira pukul 02.00 WIB.

Seketika petugas ronda bernama Suko itu langsung melapor pada Ketua RT setempat.

"Mungkin Suko bingung, ini motor siapa. Kuncinya masih nyantol, tapi orangnya nggak ada," ujar warga setempat bernama Babeh saat ditemui Ulujami, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2020).

Ditunggu hingga Rabu pagi, motor tersebut tak juga dikunjungi oleh pemiliknya. Kemudian, tidak lagi menunggu pemiliknya, Arifin selaku Ketua RT akhirnya membawa sepeda motor itu ke Polsek Pesanggrahan.

Keesokan harinya, Kamis (9/7/2020), seorang bocah berusia 10 tahun melihat jenazah Yodi Prabowo yang tergeletak di pinggir tol JORR.

"Dia lagi nguber layangan. Tiba-tiba kok ada orang geletak di pinggir tol," ujar Babeh.

Saat itu, bocah merasa ketakutan luar biasa. Namun, ia langsung pulang ke rumah tidak berbicara kepada siapa pun soal temuan jenazah tersebut. 

"Ternyata anak itu nggak bisa tidur katanya semalaman. Ya namanya bocah habis lihat mayat," tutur Babeh.

Babeh menjelaskan, bocah itu kembali ke tempat ia melihat jenazah Yodi Prabowo pada Jumat (10/7/2020).

Niatnya hanya bermain layangan. Namun, tak diduga ia kembali melihat jenazah Yodi yang tergeletak.

"Mungkin firasat kali disuruh bilang ke warga. Habis itu dia bilang ke tukang kusen, baru lapor ke Pak RT. Pak RT juga nggak tahu, pas Jumat itu tahu-tahu sudah ramai," kata Babeh.

Hingga kini, polisi menduga Yodi Prabowo adalah korban pembunuhan. 

Sebanyak 23 saksi sudah dimintai keterangan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Diantaranya adalah teman-teman terdekat, rekan sekantor, hingga warga sekitar di lokasi penemuan jenazah Yodi Prabowo.

Kepolisian juga telah membentuk tim khusus guna mengungkap misteri kematian editor Metro TV itu.

Semoga kasus ini segera terpecahkan dan pelaku dihukum setimpal. 

SHARE ARTIKEL