Sering Dilupakan, Ini 9 Amalan Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 07 Jul 2020



Ilustrasi orang tua - Image from infosebenar.com

Menyesal belum bisa bahagiakan ortu semasa hidup?

Tak perlu khawatir, sebagai anak kamu masih bisa memberikan hadiah untuk orang tuamu yang telah meninggal. Ini 9 amalan berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal. 

Meski orang tua telah tiada, seorang anak masih memiliki kesempatan untuk berbakti kepada orangtua dan membahagiakannya. 

Jadi bukan berarti ketika ortu meninggal, anak bisa melupakannya dan menganggap tidak ada. 

Melainkan tetap harus berusaha mempersembahkan sesuatu kepada kedua orang tuanya sebagai bentuk penghormatannya kepada orang tua.

Lalu, Apa saja amalan anak setelah orang tua wafat? 

Muhammad Nur Abdullah Hafiz Suwaid dalam bukunya "Prophetic Parenting Cara Nabi Mendidik Anak" mengajarkan 9 amalan yang bisa dikerjakan anak agar ortu bisa bahagia selama di alam barzah. 

Melaksanakan Janji dan Wasiat Orang Tua 

Semasa hidup, coba ingat, pernahkah orang tua memiliki janji dengan seseorang atau pesan-pesan tertentu. Misalnya, ingin membiayai hidup anak yatim tetangga atau ingin membangun masjid dan lainnya. 

Jika ada, dengan memenuhi janji dan wasiat orang tua, merupakan salah satu bentuk bakti anak kepada orang tua yang sudah wafat. 

Diriwayatkan Abu Daud dari Malik bin Rabi'ah as-Saidi ra. Ketika kami duduk bersama Rasulullah datanglah seorang dari kabilah Bani Salamah dan bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah ada bakti yang tersisa untuk kedua orang tuaku yang dapat aku lakukan setelah mereka meninggal? "

Beliau menjawab, "Yah! mendoakan mereka, menunaikan janji mereka, menyambung tali silaturahmi yang pernah mereka lakukan, dan memuliakan teman mereka."

Berdoa dan Memohonkan Ampun Orang Tua 

Cara berbakti yang kedua adalah memohonkan ampun dan mendoakan orang tua yang telah wafat. Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam hadist berikut ini : 

Dari Abu Huraira RA Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT mengangkat derajat bagi seorang hamba yang saleh di surga. Dia bertanya, "Tuhanku, dari mana ini? "Allah menjawab," permohonan ampunan anakmu untukmu."

Menyambung Tali Silahturahim  

Selanjutnya, cara berbakti kepada orang tua yang lain adalah dengan menyambung tali silahturahim dengan teman-teman dan kerabat orang tua. 

Diriwayatkan Imam Muslim dari Ibnu Umar RA, Rasulullah bersabda: 

"Sesungguhnya termasuk katagori berbakti yang paling baik adalah seseorang menyambung tali silaturahim dengan keluarga teman bapaknya setelah dia meninggal dunia."

Diriwayatkan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya dari Abu Burdah: aku pergi ke kota Madinah di sana Aku dikunjungi oleh Abdullah bin Umar yang kemudian berkata, "Tahukah engkau kenapa aku mengunjungimu?" Aku jawab, "tidak tahu." Dia mengatakan, "aku mendengar Rasulullah bersabda.

"Barangsiapa yang ingin menyambung tali silaturahmi bapaknya di makamnya, hendaknya menyambung tali silaturahmi dengan saudara-saudara bapaknya setelah si bapak meninggal dunia."

Bersedekah atas Nama Orang Tua 

Selanjutnya adapula cara berbakti kepada orang tua dengan memberikan hadiah sedekah yang diatasnamakan orang tua. Inshaallah bisa menjadi amalan orang tua ketika di hari perhitungan kelak. 

Ini diriwayatkan Bukhari Muslim, An Nasa'i dan Abu Daud dari Abdullah bin Abbas RA: 

Bahwasanya Sa’ad bin Ubadah bertanya kepada Nabi SAW "Ibuku meninggal dunia. Apakah akan bermanfaat baginya apabila aku bersedekah atas namanya?" 

Beliau menjawab, "Yah." Dia berkata, "aku memiliki sebidang kebun. Aku mempersaksikan mu bahwa aku menyedekahkannya atas nama ibuku."

Ibadah Haji untuk Orang Tua 

Selanjutnya adalah dengan melakukan ibadah haji atas nama orang tua. Hal ini berpijak dari adanya hadist berikut ini: 

Abu Razin RA berkata "Wahai Rasulullah sesungguhnya bapakku sudah tua dan tidak sanggup melaksanakan ibadah haji umroh atau melakukan perjalanan." Beliau bersabda, "Berhaji dan umroh atas nama bapakmu."

Beramal Shaleh untuk Membahagiakan Ortu

"Dan katakanlah: "Berjalanlah kamu maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu." (QS at-Taubah: 105)

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amalan kalian akan diperlihatkan kepada karib kerabat dan keluarga kalian di kubur-kubur mereka. Apabila baik, mereka bangga dan bergembira dan berkata,”Ya Allah ini adalah anugerah dan rahmat-Mu maka sempurnakan dan wafatkanlah dia atasnya. 

Apabila selain itu mereka berdoa. "Ya Allah ilhamkanlah kepada mereka untuk mengerjakan amalan yang Engkau ridhai dan mendekatkan kepada-Mu."

Sungguh begitu bahagianya orang tua kita yang telah meninggal dunia jika melihat perbuatan baik yang dilakukan anak-anaknya. Tentunya ia merasa damai dan tenang serta bangga karena mampu mendidik anaknya dengan baik. 

Ziarah ke Makam Ortu 

Nabi SAW berziarah ke makam ibunda beliau. Beliau menangis dan membuat para hadirin di sekitar beliau juga menangis. Beliau bersabda: 

"Aku minta izin kepada Rabb-ku untuk memohonkan ampunan baginya namun aku tidak diizinkan. Kemudian aku meminta izin kepadanya untuk berziarah ke makamnya dan aku diizinkan. Berziarah ke makam sebab itu dapat mengingatkan akan kematian." (HR Muslim dari Abu Hurairah). 

Ziarah ke makan orang tua tentunya tak hanya bermanfaat kepada yang melakukan amalan itu saja. Melainkan juga orang tua yang ditinggalkan, karena ia mendapatkan kiriman doa dari sang anak. 

Serta jika dia bisa melihat anaknya berbuat seperti itu, pasti ortu akan merasa senang karena merasa masih diperhatikan oleh anaknya. 

Menjaga Nama Baik Ortu 

Perbuatan anak itu sangat melekat dari orang tuanya. Bahkan ada sebuah peribahasa yang berbunyi, "Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya". Peribahasa itu bermakna sifat anak tidak berbeda dengan ayah dan ibunya. 

Bahkan seringkali kita dengar di masyarakat, jika seorang anak melakukan perbuatan baik ataupun buruk, mesti orang tua turut dikaitkan. 

Jika buruk, orang tua menjadi sasaran cibiran dari masyarkat. Jika baik, orang tua dikagumi dan dipuji oleh masyarakat.

Oleh sebab itu, menjaga nama baik ortu, dengan berbuat baik dan beramal shaleh, tentunya juga akan memberikan kebahagiaan dan kebanggan dalam diri orang tua.

Abdurrahman bin Samurah berkata Rasulullah SAW bersabda, 

"Barangsiapa yang menunaikan sumpah kedua orang tua, melunasi utang mereka dan tidak menyebabkan mereka dicaci maki, maka dia dicatat sebagai orang yang berbakti, walaupun dalam masa hidup orang tuanya dia durhaka. Dan barangsiapa yang tidak menunaikan sumpah kedua orang tua, tidak melunasi utang mereka, dan menyebabkan mereka dicaci-maki, maka dia dicatat sebagai orang yang durhaka walaupun dalam masa hidup orang tuanya dia berbakti."

Puasa Atas Nama Orang Tua 

Tidak hanya ibadah haji atau sedekah, ternyata sebagai seorang anak juga bisa berpuasa dengan mengatasnamakan orang tua. 

Hal ini berpijak dari hadist berikut: 

Diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya berkata seorang wanita datang menghadap Nabi SAW dan berkata, "Sesungguhnya ibuku memiliki utang puasa dua bulan." 

Beliau bersabda, "berpuasalah atas nama ibumu." Dia berkata lagi, "sesungguhnya ibuku belum menunaikan ibadah haji." 

Beliau bersabda. "Kerjakanlah ibadah haji atas nama-nya." Dia berkata lagi. "Aku pernah menyedekahkan budak wanita kepadanya." 

Beliau bersabda Allah telah memberimu pahala karenanya, dan sekarang mengembalikannya kepadamu sebagai warisan."

Itulah 9 amalan berbakti kepada orang tua. Meski pada saat keduanya hidup di dunia, kamu belum bisa membahagiakannya. 

Tak perlu cemas dan menyesal berlebihan, sebab kamu masih bisa membahagiakannya dengan amalan tadi. 

Inshaallah, dengan melakukannya akan memberikan ketenangan dan kebahagiaan bagi orang tua. Dan hal itu sudah lebih dari cukup untuk membayar hutang membahagiakan ortu selama di dunia. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb