Semakin Meningkat, Jumlah Kasus Positif Corona Indonesia Lampaui China Harus Lebih Waspada

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 20 Jul 2020

Ilustrasi tes corona - Image from health.detik.com

Masih akan terus meningkat 

Pakar epidemiologi dari UGM menyatakan peningkatan jumlah kasus corona di Indonesia diperkirkan masih akan terus meningkat. Ini alasannya, ia juga menyampaikan pesaan kepada masyarakat. 

Tercatat, kasus infeksi virus corona di Indonesia melebihi jumlah kasus positif di China pada Sabtu (18/7/2020). 

Berdasarkan data dari pemerintah Indonesia hingga Sabtu pukul 12.00 WIB, diketahui ada 1.752 kasus baru Covid-19. Sehingga total kasus infeksi di Indonesia berjumlah 84.882 kasus, sejak 2 Maret 2020.

"Kami dapatkan konfirmasi positif sebanyak 1.752 orang, sehingga totalnya menjadi 84.882 orang," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Sabtu (18/7/2020) sore. 

Jika dilihat data terbaru pada Senin, (20/07/2020) tercatat kasus di Indonesia mencapai 86.521 kasus, sedangkan di China 83.682 kasus. Jadi selisihnya hingga Senin, mencapai 2.839 kasus. 

China adalah negara pertama yang melaporkan adanya kasus infeksi Covid-1 pada akhir Desember 2019. Sementara kasus pertama kali di Indonesia, dilaporkan sejak 2 Maret 2020. 

Jumlah tes China menemukan 83.644 kasus infeksi setelah mengetes sebanyak 90 juta warganya. Sedangkan Indonesia baru mengetes 697.043 orang dengan 1,2 juta spesimen untuk menemukan 84.882 kasus positif sebagaimana yang dikutip dari data Kementerian Kesehatan RI. 

Jika dibandingkan dengan pendekatan skala maka Indonesia baru melakukan 4.389 tes per 1 juta populasi. Sedangkan China jauh diatasnya, yakni melakukan 62.814 tes per 1 juta populasi. 

Jumlah Kasus Meninggal 

Selain kasus baru terinfeksi corona, Indonesia juga melaporkan total jumlah kematian akibat Covid-19. Totalnya hingga Senin (20/7/2020) mencapai 4.143 orang. 

Sementara sejak pandemi pada akhir 2019, kasus meninggal karena virus corona di China dilaporkan mencapai 4.634 kasus. 

Jumlah Kasus Aktif dan Pasien Sembuh 

Masih mengutip Worldometers, ada 36.997 kasus aktif di Indonesia. Sedangkan China hanya ada 249 kasus aktif. 

Sebab jumlah pasien sembuh di China berjumlah 78.779 orang, adapun jumlah pasien sembuh di Indonesia sebanyak 45.401 orang. 

Setelah bergulat dengan wabah sejak akhir tahun lalu, China dinilai berhasil mengendalikan virus dalam waktu setengah tahun ini, dan sampai saat ini memiliki positivity rate 0,1 persen. 

Apabila dibandingkan, Indonesia masih perlu kerja keras untuk menghentikan penyebaran virus corona ini. Sebab angka positivity rate di dalam negeri terbilang tinggi yakni 12,2 persen. 

Sebenarnya secara ideal, positivity rate menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di bawah angka 5 persen. 

Sudah Diprediksi 

Melihat kasus infeksi corona di indonesia yang telah melampaui China, pakar epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Bayu Satria Wiratama menjelaskan, hal tersebut memang sudah diprediksinya sejak awal.

"Ini sudah diprediksi sejak lama. Karena penanganan Covid-19 di Indonesia masih tidak bagus, terutama dalam hal testing, tracing, isolate, dan treat," ujar Bayu dikutip Kompas.com, Sabtu (18/7/2020). 

Menurutnya, meningginya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia juga disebabkan karena masyarakat masih banyak yang tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. 

Selain itu, Bayu mengungkapkan bahwa pihak pemerintah juga belum memberikan contoh yang baik kepada masyarakat terkait pemakaian masker. 

"Pemerintah yang tidak mencontohkan yang benar, misalnya meminta masyarakatnya pakai masker, tapi sering ditemukan presiden, menteri, dan orang penting pemerintahan tidak menggunakan masker, bahkan saat berbicara," terang Bayu. 

Masih akan Meningkat 

Bayu menyampaikan bahwa kasus virus corona di Indonesia dimungkinkan masih mengalami peningkatan. Selain itu juga karena banyaknya tes dan tracing yang duah lebih baik. 

"Saat ini kasus akan semakin naik, karena Indonesia masih dalam proses masih aktif menyebar," ujar Bayu. 

Namun Bayu juga mengingatkan, peningkatan kapasitas tes dan tracing juga harus disertai dengan keterbukaan data yang baik dan sinkronisasi data pusat dan daerah. 

Sebab, menurut dia masih ditemukan jumlah kasus di pusat dengan daerah yang berbeda. "Intinya peningkatan kasus ini sudah diprediksi dan itu ada bagusnya, karena jalan penemuan kasusnya, tapi harus diiringi beberapa hal tadi, keterbukaan data," ujar Bayu.

Dalam penanganan kasus corona ini masyarakat punya peranan penting untuk mencegah penularan. Yakni dengan terus mematuhi protokol kesehatan, meski terkadang sudah jenuh untuk melakukannya. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb