Ngeri, Wanita Meninggal Setelah Dijilat Kucing, Ternyata Ini Penyebabnya

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 09 Jul 2020

Ilustrasi kucing menjilati tangan orang - Image from www.catlovers.id

Memelihara boleh, tapi hati-hati dengan air liurnya 

Wanita ini sempat koma selama 9 hari hingga kemudian meninggal dunia. Dokter yang menangani kasus ini memperingatkan agar hati-hati dengan air liur kucing. Ini alasannya. 

Kucing dikenal sebagai hewan yang sangat lucu dan menyenangkan untuk dipelihara. Kucing yang dipelihara juga bisa jadi jinak dan tidak membahayakan bagi orang di sekitarnya. 

Tapi karena adanya insiden ini, membuat masyarakat terutama yang memelihara kucing wajib berhati-hati. Utamanya dengan air liurnya yang menyebabkan penyakit dan parahnya kematian. 

Seorang wanita 80 tahun asal Melbourne, Australia meninggal dunia setelah dijilat oleh kucing peliharaannya sendiri. Keluarganya kaget ketika mereka menemukan nenek mereka tidak bergerak di tempat tidur dengan kucingnya, Minty.

Rupanya, kucing peliharaannya itu telah mencakar-cakar sebelum menjilatinya di malam hari.

"Ibu saya akan tidur dengan kucing dan jelas sepanjang malam ia telah menjilati luka dan air liur yang masuk ke aliran darahnya yang telah menyebabkan kerusakan," kata putrinya kepada Herald Sun.

Menurut diagnosis dokter, akibat jilatan kucing tersebut, wanita itu mengalami meningitis dan menghabiskan sembilan hari koma di rumah sakit Box Hill.

Keluarganya mengatakan sang nenek sempat terbangun untuk menghabiskan beberapa saat terakhir bersama mereka sebelum jatuh sakit dan sekarat sehari setelahnya.

Dokter Peringatkan Bahaya Air Liur Kucing 

Setelah kejadian tragis ini, dokter memperingatkan orang-orang tentang bahaya air liur kucing.

Dokter memperingatkan, air liur kucing bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya seperti gagal jantung dan bahkan kebutaan.

Sementara, direktur penyakit menular Austin Health Lindsay Grayson memperingatkan orang-orang jangan biarkan kucing menjilati bagian tubuh yang terdapat luka terbuka. 

Dia mengatakan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah harus benar-benar menghindari hewan peliharaan.

Diketahui, kucing membawa beberapa bakteri mematikan seperti pasteurella, yang dapat menyebabkan meningitis, serta bartonella, yang menyebabkan cat scratch disease.

"Ini adalah masalah besar dan semakin muncul sekarang sebagai penyebab tidak dikenalnya infeksi katup jantung, yang jelas berakibat fatal jika tidak diobati," kata Prof Grayson.

Infeksi yang berhubungan dengan gigitan dan cakaran kucing seperti wanita tersebut rupanya cukup sering terjadi. Grayson mengatakan setidaknya dalam satu minggu, ia mendapatkan pasien yang memiliki keluhan yang sama. 

"Sangat penting bahwa jika kucing menggigit atau mencakar Anda, Anda melaporkannya kepada dokter umum Anda. Ini segera memicu kekhawatiran yang lebih besar dan pendekatan medis yang berbeda," ujarnya.

Nah, hal ini bisaa jadi peringatan, utamanya buat orang-orang yang memelihara kucing di rumah. 

Boleh-boleh saja dan tak ada masalah memelihara kucing, tapi hati-hati dengan air liurnya terutama jika menjilat di luka terbuka. Sebab bisa menyebabkan penyakit berbahaya bahkan kematian. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb