Haru, Pria ini Nekat Panjat Tembok RS, Demi Melihat Detik-detik Terakhir Sang Ibu

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 21 Jul 2020




Jihad saat memandangi ibu dari jendela kamar RS - Image from sosok.grid.id

Perjuangan pria ini berakhir menyedihkan

Tengah ramai, seorang pria yang memanjat tembok rumah sakit tempat dimana ibunya dirawat akibat covid-19 yang menyerangnya. Setiap malam pria tersebut menyemangati ibunya. Namun pada akhirnya sang ibu pun tak bisa tertolong

Sebuah foto menunjukkan seorang pemuda Palestina bernama Jihad Al Suwaiti (30) memanjat dinding rumah sakit untuk mengucapkan selamat jalan kepada ibunya sedang kritis karena Covid-19. 

Foto itu jadi viral dan perbincangan di media sosial. 

Melansir dari situs Al Nas, Jihad, seorang pemuda Palestina dari Tepi Barat dilaporkan nekat memanjat tembok rumah sakit tempat ibunya dirawat. Lantaran ia ingin mengucapkan selamat tinggal pada ibunya di saat-saat kritis ibunya berjuang melawan Covid-19. 



Ibu dari pemuda itu bernama Rasmi Suwaiti (73) meninggal 4 hari yang lalu, tepatnya pada Kamis malam (16/7/2020). Beberapa saat setelah menerima kunjungan dari putranya yang mengucapkan 'selamat tinggal' melalui jendela kamar rumah sakit.

Foto yang viral menunjukkan Jihat sedang duduk di tepi jendela kamar rumah sakit tempat ibunya di rawat. Foto itu menuai reaksi haru dari warganet. 

Di Twitter, foto dan berita tentang pemuda yang terlihat sangat sayang dengan ibunya itu jadi viral. Lantaran turut dibagikan juga oleh CEO sekaligus perwakilan Patriotic Vision (PVA) untuk Amerika Serikat (AS) Mohamad Safa.

Menurut Safa, Jihad tak hanya hadir sekali di malam saat ibunya meninggal dunia. Namun, Jihad selalu memanjat tembok rumah sakit dan menyemangati ibunya setiap malam. 

"Pemuda palestina itu memanjat tembok rumah sakit di mana ibunya dirawat karena Covid-19. Dia duduk di sana dan melihat ibunya setiap malam sampai ibunya meninggal dunia," tulis Safa di Twitter dan menunjukkan foto pemuda itu. 



Menanggapi foto tersebut, warganet membubuhkan komentarnya dan saling memberi pendapat, "Sungguh anak yang baik. Membuatku menangis dan membuat tenggorokanku tercekat karena cinta dan perhatian anak itu." 

"Membuat sedih tapi juga sangat menginspirasi," tulis warganet lainnya. 

Rasmi Suwaiti diketahui telah mengidap penyakit leukimia sebelum akhirnya ia terinfeksi virus corona. Dia dibawa ke Rumah Sakit Negeri Hebron dan telah mendapatkan perawatan selama 5 hari.

Melansir Arabic Post, Jihad Suwaiti mengatakan, "Saya duduk tak berdaya di depan jendela luar kamar unit perawatan intensif, menyaksikan ibu saya untuk terakhir kalinya," 

Jihad mengungkapkan dirinya sudah berusaha untuk masuk ke ruangan itu namun dia diberitahu bahwa kondisi sang ibu sedang memburuk sehingga Jihad tak diperbolehkan masuk. 

Untuk mengucapkan selamat tinggal, dia memanjat tembok luar rumah sakit dan duduk tepat di depan jendela ruang kamar tempat sang ibu dirawat.

Potret ini jadi salah satu bukti begitu sayangnya si anak kepada ibundanya. Semoga ibunya meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan sang anak diberikan ketabahan dan keikhlasan menerima kepergian ibunya. 

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb