Tak Lagi Merah, Surabaya Sudah Jadi Zona Hitam Covid-19, Ini Artinya

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 03 Jun 2020

Peta penyebaran Covid-19 Jawa Timur - Image from news.detik.com

Warga Surabaya harus semakin waspada

Sempat disebut-sebut, jika tak hati-hati Surabaya bisa jadi seperti Wuhan, pusat penyebaran Covid-19 di China. Bahkan saat ini, warna zona wilayah Surabaya menjadi semakin pekat dan menghitam, apa maknanya?

Jawa Timur disebut-sebut jadi daerah paling banyak kasus positif Covid-19 kedua setelah DKI Jakarta. 

Bahkan Joni Wahyuhadi, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pernah menyatakan Surabaya bisa jadi Wuhan jika tidak hati-hati. 

Jumlah pasien positif COVID-19 di Surabaya pada Selasa kemarin, bertambah 115 pasien. 

Saat ini total pasien positif di Surabaya mencapai 2.748 orang. Bahkan, dalam peta persebaran Corona di Jatim, wilayah Surabaya tak terlihat sebagai zona merah lagi, namun warnanya sudah semakin pekat dan menghitam. 

Sedangkan untuk pasien sembuh dan meninggal paling banyak tercatat ada di Surabaya. Dari data yang dikumpulkan, ada total 300 pasien COVID-19 yang sembuh dan 253 pasien asal Surabaya yang meninggal.

"Hari ini ada tambahan kasus baru cukup banyak. Kasus positif 194 yang baru. Kita lihat penambahan kasus terbanyak Surabaya (115 kasus)," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim dr. Joni Wahyuadi, Selasa (2/6/2020).

Joni menjelaskan hampir seluruh kabupaten dan kota di Jatim telah menjadi zona merah penyebaran COVID-19. 

Namun, ada yang warna merahnya masih cerah karena kasusnya sedikit hingga ada yang berwarna merah pekat akibat kasusnya yang sangat banyak. 

"Kalau kita lihat, semua masih merah kabupaten. Ada yang merahnya merah cereng (pekat), ada yang merahnya merah menyala," imbuh Joni.

Bukan Hitam Tapi Merah Tua

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Dr. Kohar Hari Santoso turut angkat bicara mengenai penetapan Surabaya sebagai zona hitam ini. 

"Sebetulnya belum hitam melainkan merah tua, lebih gelap dibandingkan dengan daerah Jatim lainnya," ujar Kohar. 

"Jika indikator utama penetapan warna zona untuk kota Surabaya adalah jumlah pasien positif covid-19 atau tingkat kepadatan dari pasien positif di kota Surabaya," lanjutnya, Senin (1/6/2020) 

Kohar juga menjelaskan pertimbangan-pertimbangan dalam menetapkan warna zona pada peta penyebaran Covid-19 ini. 

"Penetapan warna zona pada peta persebaran merujuk pada tingkat kepadatan pasien positif di daerah tersebut. Karena Surabaya paling banyak, jadi ya lebih gelap dari daerah lainnya." jelasnya. 

Meski begitu, masih terlihat banyak keramaian di berbagai tempat publik yang ada di Surabaya. Seperti halnya mall, pasar, warkop dan cafe yang masih sering dikunjungi oleh masyarakat.


viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb