Kisah Mualaf dr. Tirta, Sempat Tak Percaya Tuhan lalu Datang Hidayah dari Allah SWT

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 02 Jun 2020

dr. Tirta - Image from Instagram.com

dr. Tirta - image from instagram.com/dr.tirta

Sempat bermimpi aneh dan dengar azan di waktu tak biasa 

Sudah banyak yang mengenal dr. Tirta sebagai dokter dan pengusaha sukses. Namun banyak yang tak tahu bahwa beliau adalah mualaf sejak 2011 dan kisah yang mengantarkannya masuk Islam.

Nama dr. Tirta semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia, pasalnya beliau adalah salah satu tokoh yang giat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Pandemi Covid-19. 

dr. Tirta sering tampil di depan publik dan mengimbau masyarakat soal bahaya dan cara menanggulangi wabah virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut.

Tak hanya sebagai dokter, pria yang punya gaya nyentrik ini juga merupakan seorang pengusaha. 

Namun belum banyak orang yang tahu jika sosok yang bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi ini adalah seorang mualaf sejak tahun 2011 silam. 

Sebagai anak tunggal, tak mudah bagi dr Tirta menjalani kehidupan masa remaja hingga dewasanya di masa lalu. 

Ia bahkan sempat dikabarkan pernah menjadi ateis atau tak percaya Tuhan. Hingga dia mendapatkan pengalaman spiritual, yang kemudian menuntun dr Tirta untuk menjadi seorang mualaf.

Sering Pergi ke Masjid dan ke Gereja secara Bergantian

Sebelum menjadi seorang mualaf, dr Tirta awalnya sudah mengenal Islam karena sering pergi ke masjid. Uniknya, hal ini dibarengi dengan aktivitasnya di gereja. 

Bisa dibilang, ia mengunjungi kedua rumah ibadah tersebut untuk mengikuti kajian keagamaan. Mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan sekolah minggu di Gereja.

Kegiatan unik dan tak biasa ini dilakukannya saat masih usia sekolah dasar (SD). 

Kala itu, dr Tirta berpikir ia akan punya kesempatan besar untuk masuk surga karena rajin pergi ke masjid dan gereja. Meski terlihat lucu, dari sanalah ia mengerti tentang arti toleransi yang kelak mempengaruhi hidupnya. 

Mimpi Aneh yang Membuat Ia Berpikir Keras

Pengalaman penuh makna terjadi saat dr Tirta tertidur, saat itu sekitar pukul 4 sore. Dalam mimpinya, ia melihat dirinya sendiri tengah terbang sangat tinggi sekali.

Kemudian pada saat itu, ia merasa dijaga oleh dua orang berbaju putih dan bercahaya. Kemudian keduanya mengarahkan dirinya ke sebuah rumah hijau. Ada keranda mayat berwarna hijau serta 9 orang berada di dalamnya.

“Di situ aku disuruh duduk dan tiba-tiba orang yang ada di dalam keranda itu bangkit, wajahnya bersinar banget. Dia tidak berkata apa-apa namun hanya menitipkan surat ke kantong meja dan menghilang,” cerita dr Tirta, yang membagikan kisahnya di YouTube Masjid Agung Al Azhar.

Pilih Memeluk Islam Setelah Mendengar Azan Berturut-turut 

Pada momen tersebut, salah satu kiai yang ada di dalam rumah mengatakan pada dirinya bahwa akan ada tugas besar yang menjadi tanggung jawabnya. 

Ia pun terbangun tak lama kemudian tepat saat waktu azan maghrib. Mimpinya itu kemudian diceritakannya pada sang ayah.

Kebetulan, sang ayah yang beragama Islam baru saja pulang dari ibadah umroh. 

Selama berada di Tanah Suci, ia terus berdoa agar sang anak diarahkan dan bisa mendapatkan yang terbaik. 

Apalagi, ia juga sering mendengar suara azan setiap jam 9 pagi dan jam 12 siang selama 7 hari berturut-turut. Saat itulah dr Tirta kemudian memutuskan untuk memeluk agama Islam.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb