Doa untuk Lembutkan Hati Suami yang Pemarah

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 05 Jun 2020

Doa untuk Lembutkan Hati Suami yang Pemarah

Ilustrasi - Image from www.haibunda.com

Suami pemarah dan emosian?

Jangan buru-buru untuk membalas kemarahan itu. Daripada semakin kesal dan tak terkendali, lebih baik doakan dia.

Rumah tangga dibangun atas dasar cinta dan kesatuan tujuan dalam mengaruhi kehidupan. 

Kedua insan telah menjalin kesepakatan untuk membina rumah tangga melalui ikatan pernikahan. Tinggal satu atap bersama, dengan suasana yang berbeda dari sebelumnya.

Saat berumah tangga, tentu akan muncul beragam masalah. Masalah itu pasti akan hadir, baik dari suami, istri, anak, atau orang di sekitar keluarga tersebut. 

Salah satunya bisa hadir dari suami, yakni permasalahan dalam mengatasi suami tempramental alias pemarah. 

Pada awal pernikahan mungkin gejala ini tidak terlihat begitu kentara, sebab masih masa pengenalan dan juga masih terlihat baik-baiknya saja. 

Namun, setelah beberapa lama, sikap yang tidak baik dari pasangan termasuk suami akan lambat laun terlihat. 

Tatkala terlihat sifatnya yang pemarah itu, hati seorang istri bisa merasa sakit dan juga membuat istri frustasi bahkan depresi. 

Apalagi jika sikap pemarah itu sampai membuatnya mudah mengucapkan kata kasar atau bahkan menggunakan kekerasan. 

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh seorang istri? Apakah ada doa khusus untuk mengatasi hal itu?

Tidak ada satu surat atau doa khusus yang dapat dibaca dalam kondisi sebagaimana disebutkan di atas. 

Meski begitu, seorang istri bisa mendoakan suami dengan doa yang dengannya Allah membukakan dan melembutkan hatinya. Seperti mengucapkan, 

“Ya Allah, hilangkan kemarahan dari dirinya dan lembutkanlah hatinya. Ya Allah, jadikanlah ia orang yang sabar lagi bermurah hati. Ya Allah, turunkanlah kedamaian pada dirinya.”

Seorang istri juga bisa berdoa kepada Rabb-nya dengan menyebutkan nama-nama-Nya yang indah (Al-Asma’ul Husna) dan menundukkan diri kepada-Nya. 

Hendaknya pula istri bisa mendoakannya pada waktu-waktu mustajab. Seperti halnya, sepertiga malam terakhir, akhir waktu dari hari Jum’at, hari Arafah, ketika sujud dalam shalat dan selainnya.

Semoga para suami bisa luluh dengan doa yang istiqomah dari istri tercintanya. Semoga dikaruniakan kesabaran dan ketabahan untuk para istri. 

SHARE ARTIKEL