Tak Semua Tanda Kiamat itu Buruk 

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 08 May 2020

Tak Semua Tanda Kiamat itu Buruk 

Tanda kiamat - Image from sindonews.net

Tidak semua tanda kiamat bermakna tercela dan diharamkan 

Biasanya kita tahu hal-hal buruk menjadi tanda kiamat. Diantaranya adalah banyak dilakukan zina, minum-minuman keras, dan lainnya. Nyatanya tak semuanya yang menjadi tanda kiamat otomatis menjadi perbuatan yang dilarang lho!

Iya benar, hadis yang dimaksud adalah hadis dari sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu, yang menceritakan tentang kisah malaikat Jibril berguru kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam.

Baca juga : Bun, Jangan Biarkan Suami Lakukan 3 Pekerjaan yang Dilaknat Allah ini

فأخبرني عن الساعة قال ما المسئول عنها بأعلم من السائلقال : فأخبرني عن أماراتها قال أن تلد الأمة ربتها وأن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان

Jibril berkata, “Mohon jelaskan kepadaku tentang kiamat.”

Rasulullah menjawab, "Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari yang bertanya.”

“Kalau begitu mohon dijelaskan kepadaku tentang tanda-tandanya.” Tanya Jibril kembali.

Rasulullah menjawab, "Saat budak perempuan melahirkan tuannya. Saat engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lomba mendirikan bangunan.” (HR. Muslim)

Namun yang perlu jadi penekanan adalah tidak semua tanda kiamat itu buruk. Tanda kiamat bermacam jenisnya ada yang baik dan ada yang buruk. Selain itu ada juga yang tak bernilai baik atau buruk. 

Kalau disebutkan semua tanda kiamat itu buruk, diutusnya Nabi terakhir, munculnya Imam Mahdi dan turunnya Nabi Isa di akhir zaman, apakah ini semua keburukan? 

Maha suci Allah, tentu saja tidak begitu. Tanda kiamat berfungsi sebagai tanda, sehingga tidak lantas semuanya buruk atau terlarang.

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan,

لَيْسَ كُلُّ مَا أَخْبَرَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَوْنِهِ مِنْ عَلَامَاتِ السَّاعَةِ يَكُونُ مُحَرَّمًا أَوْ مَذْمُومًا، فَإِنَّ تَطَاوُلَ الرِّعَاءِ فِي الْبُنْيَانِ ، وَفُشُوَّ الْمَالِ ، وَكَوْنَ خَمْسِينَ امْرَأَةً لَهُنَّ قَيِّمٌ وَاحِدٌ : لَيْسَ بِحَرَامٍ ، بِلَا شَكٍّ، وَإِنَّمَا هَذِهِ عَلَامَاتٌ ، وَالْعَلَامَةُ لَا يُشْتَرَطُ فِيهَا شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ، بَلْ تَكُونُ بِالْخَيْرِ وَالشَّرِّ ، وَالْمُبَاحِ وَالْمُحَرَّمِ ، وَالْوَاجِبِ وَغَيْرِهِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ

“Tidak semua yang Nabi shallallahu’alaihi wasallam kabarkan tentang tanda-tanda kiamat, otomatis menjadi haram atau tercela. Contohnya berlomba meninggikan bangunan, tersebarnya harta kekayaan, jumlah wanita lima puluh banding satu pria, ini semua bukan sesuatu hal yang haram tanpa ada keraguan. Ini hanya sebagai tanda, dan yang namanya tanda tidak disyaratkan hal tersebut (harus tercela, pent). Namun tanda bisa berupa perkara baik atau buruk, bisa juga mubah atau haram, bisa juga wajib dan yang lainnya. Wallahua’lam.” (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, 1/159)

Demikian pula yang dijelaskan oleh Imam Al-Munawi rahimahullah,

ليس كل علامة على قرب الساعة تكون مذمومة ، بل ذكر لها أمورا ذمها، كارتفاع الأمانة، وأمورا حمدها ، وأمورا لا تحمد ولا تذم، فليس أشراط الساعة من الأمور المذمومة

“Tidak semua tanda dekatnya kiamat itu tercela. Bahkan memang ada yang tercela seperti diangkatnya sifat amanah, ada yang terpuji, dan ada yang tidak berkaitan dengan pujian dan celaan. Maka tanda kiamat tidak otomatis hal yang tercela.” (Faidhul Qodir 9/6)

Jenis-jenis Tanda Kiamat 

Jadi bisa disimpulkan bahwa tanda kiamat ada 3 macam, diantaranya ialah: 

Pertama, tanda yang tercela/mazmumah

Wajib ditinggalkan, seperti tersebarnya zina, riba, dan lainnya.

Kedua, tanda yang terpuji/mahmudah

Seperti tersebarnya agama Islam, kemenangan agama ini di atas seluruh agama, kemenangan kaum muslimin melawan Romawi dan Persia, dan ditaklukkannya Konstantinopel dan Roma.

Ketiga, tidak bernilai baik atau buruk

Seperti terbelahnya bulan, terbitnya matahari dari barat, keluarnya binatang daabbah (yang bisa bicara), berlomba-lomba meninggikan bangunan dan yang lainnya sebagainya.

Demikian, wallahua’lam bis showab.

SHARE ARTIKEL