Tak Sembarangan, Begini Cara Nabi Muhammad Mendidik Anak Perempuan

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 19 May 2020

Mendidik anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki 

Laki-laki dan perempuan secara umum memiliki karakter, cara berpikir, kebiasaan, naluri yang berbeda. Orang tua tak bisa menyamakan cara mendidik keduanya. 

Nah berikut adalah cara nabi mendidik anak perempuannya yang bisa jadi contoh bagi para orang tua.

“Barang siapa diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, kelak mereka akan menjadi penghalang dari api neraka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Dari hadist tersebut dapat kita tarik hikmah bahwasanya mendidik anak perempuan itu menjadi bekal yang besar bagi orang tua ketika di akhirat kelak.

Oleh sebab itu, jika para orang tua ingin dijauhkan dari api neraka, salah satu caranya adalah dengan mendidik anak perempuan dengan sebaik mungkin.

Lantas bagaimana cara mendidik anak perempuan yang diteladankan oleh Nabi? 

Baca juga : 10 Cara Rasullullah Mendidik Anak Perempuan Agar Menjadi Anak Shalihah

Membesarkan Anak Perempuan dengan Empati 

“Putriku merupakan sebagian dariku, siapa yang menyulitkan dirinya, maka ia sebenarnya juga menyulitkan diriku dan siapa yang menyakiti dirinya, maka orang tersebut juga menyakiti diriku.” 

Itulah makna dari al-Miswar ibn Makhramah yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari.

Hadist tersebut menunjukkan begitu besarnya limpahan kasih sayang Nabi Muhammad kepada anak perempuannya yakni Fatimah r.a. 

Kasih sayang, dukungan dan juga empati yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad sekaligus menunjukkan tingginya kedudukan anak perempuan dalam Islam. 

Hal ini sekaligus menolak pandangan keji masyarakat Arab Jahiliyah yang menganggap anak perempuan sebagai suatu bentuk kehinaan sehingga mengabaikan mereka bahkan lebih kejamnya lagi membunuh anak perempuan. 

Sehingga hal pertama yang dicontohkan Nabi dalam mendidik anak perempuan adalah mendidiknya dengan empati. Turut merasakan apa yang dirasakan oleh putrinya. 

Menyayangi Anak Perempuan dengan Sepenuh Hati 

Selain itu Nabi Muhammad juga tampak sangat menyayangi dan juga akrab dengan Fatimah Az Zahra. Bahkan saking akrabnya, Fatimah memiliki cara bertutur dan berjalan yang sangat mirip dengan Nabi Muhammad SAW. 

Nabi juga dikisahkan sulit berjauhan dengan Fatimah. Sejak ia menikah dengan Ali bin Abi Thalib, kerinduan Nabi sangat tak tertahankan. 

Oleh sebab itu, salah satu sahabat. Nu'man bin Harithah r.a., menawarkan rumahnya yang terletak paling berdekatan dengan Nabi Muhammad untuk dihadiahkan kepada Fatimah agar Rasulullah selalu bisa memandang wajah putri kesayangannya tersebut. 

Mengajarkan Aspek Keadilan dan Ketaatan pada Hukum Allah 

Dalam urusan anak, Nabi juga tidak memberikan cinta buta. Sehingga tidak menyayanginya secara berlebihan. Hal ini ditunjukkan dari sabda nabi berikut ini: 

“Sesungguhnya yang merusak/membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah bahwa mereka dulu apabila orang mulia di antara mereka yang mencuri, maka mereka membiarkanya; tetapi kalau orang lemah di antara mereka yang mencuri maka mereka menegakkan hukum atas orang tersebut. Demi Allah seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya.”

Hadist ini muncul sebagai reaksi atas pertanyaan masyarakat Quraisy terkait pemberlakuan hukuman mencuri kepada seorang perempuan. 

Oleh sebab itu Nabi Muhammad menjawabnya seperti itu, sebagai tanda tak ada tawar menawar pada hukum Allah. Bahkan sekalipun anak kesayangannya melakukan pencurian, Nabi Muhammad akan rela memotong tangannya. 

Begitulah Nabi mengajarkan keadilan dan ketaatan terhadap hukum Allah pada sang anak. 

Memberikan Nasehat dan Motivasi 

Suatu ketika Rasulullah melihat putrinya Fatimah menangis sambil menggiling gandum. Melihat itu, Nabi mendekatinya dan bertanya 

"Wahai Fatimah mengapa engkau menangis? Allah tidak menyebabkan matamu menangis" 

Lalu Fatimah menceritakan penyebab ia menangis. 

"Wahai ayahku, aku menangis karena kesibukan tugas ruma tangga yang aku kerjakan setiap hari tanpa ada seorang pun yang membantu."

Kemudian, Nabi duduk di samping Fatimah. Lalu, Fatimah melanjutkan cerita dan keluh kesahnya. 

"Wahai ayahku, dengan keutamaan yang engkau miliki, tolong katakan pada Ali supaya mau membelikan seorang budak untukku agar dapat membantu menggiling gandum serta mengurusi pekerjaan rumah." 

Setelah mendengar cerita tersebut, Nabi SAW berdiri dan mengambil gandum dengan tangannya sembari mengucapkan bismillah. 

Kemudian, Nabi berkata kepada putrinya sebagai nasihat dan motivasi supaya putrinya tidak lagi mengeluh dengan beban yang ia tanggung. Beliau memberikan lima nasihat kepada Fatimah terkait keluhannya.

"Wahai Fatimah, Allah ingin menulis kebaikan untukmu, melebur dosa-dosamu, dan mengangkat derajatmu.

Wahai Fatimah, tidak ada istri yang menggiling tepung untuk keluarganya kecuali Allah SWT mencatatkan kebaikan baginya pada setiap biji dari gandum, meleburkan dosanya, serta meninggikan derajat-nya.

Wahai Fatimah, tidak ada keringat istri ketika menggiling tepung untuk suaminya kecuali Allah menjadikan jarak baginya dengan neraka sejauh tujuh khanadiq. 

Wahai Fatimah, tidak ada istri ketika memakaikan minyak rambut pada kepala anaknya, menyisir, dan mencuci pakaiannya kecuali Allah mencatatkan baginya senilai pahala orang yang memberi makan seribu orang lapar. 

Ditambah dengan pahalanya orang yang memberi pakaian pada seribu orang yang telanjang.

Wahai Fatimah, ketika seorang istri mengandung janin di perutnya, malaikat memintakan ampun untuknya, Allah menulis 15 ribu kebaikan baginya. 

Ketika datang rasa sakit melahirkan, Allah SWT menulis pahala baginya senilai pahala mujahidin, dan ketika seorang bayi telah lahir darinya maka Allah mengeluarkan berbagai macam dosa darinya hingga dia bersih kembali sebagaimana hari ketika dia dilahirkan oleh ibunya."

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb