Stop Makan Banyak Sampai Kekenyangan Saat Buka Puasa! Ini Bahayanya 

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 05 May 2020

Stop Makan Banyak Sampai Kekenyangan Saat Buka Puasa! Ini Bahayanya 

Ilustrasi kekenyangan - Image from portalmakassar.com

Pernahkah perut begah kekenyangan saat buka puasa? 

Saat buka puasa, kita sering menyantap banyak hidangan. Mulai dari kurma, es campur, buah, nasi lengkap dengan lauknya, gorengan dan lainnya. Tak jarang, hal ini membuat kekenyangan. Ini kata pakar nutrisi tentang bahayanya.

Setelah puasa wajar saja kalau kamu merasakan lapar dan haus yang teramat sangat. 

Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru melampiaskannya dengan makan super banyak. Sebab ternyata makan berlebihan tidak baik untuk kesehatan.

Baca juga : Bunda, Ini Cara Sederhana dan Berefek Dahsyat agar Anak Mahir Baca Al Quran

Overeating dan Bahayanya 

Biasanya makan seperti itu terkesan 'balas dendam' atau istilahnya overeating. 

"Pola makan overeating biasanya terjadi ketika berbuka puasa. Ini berbahaya terutama untuk lambung dan juga kesehatan jasmani," ungkap nutrisionis dr Maria Charlotte BMedSci kepada kumparan beberapa waktu lalu. 

Kebiasaan makan ini, lanjut perempuan yang akrab disapa dr Cherry itu, juga bisa memicu gastritis (radang lambung). Penyakit ini disebabkan karena makan yang terlalu cepat dalam porsi besar. 

Selain itu, dikutip dari Insider, kebanyakan makan juga bisa membuat organ pencernaan membengkak sehingga perut membuncit dan rasanya tidak nyaman; alias begah. 

Keadaan seperti ini juga bisa memicu rasa mual atau ingin muntah. 

Hindari Makan Gorengan Berlebihan 

Apalagi ketika berbuka puasa, masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan untuk melahap gorengan. 

Makanan dengan banyak minyak seperti itu apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan bukan hanya menyebabkan perut begah namun juga bisa membuat meningkatnya kolesterol yang berujung pada penyakit jantung. 

Hal ini pernah dibuktikan dalam penelitian berjudul Fish intake and the risk of incident heart failure: the Women's Health Initiative. 

Dalam laporannya menemukan, perempuan yang mengonsumsi satu porsi atau lebih ikan goreng per minggu, bisa meningkatkan risiko gagal jantung hingga sebanyak 48 persen.

Bukan cuma itu, kebanyakan makan gorengan juga bisa menurunkan daya tahan tubuh, lho. 

Padahal di tengah pandemi saat ini kita harus selalu menjaga kesehatan utamanya menjaga daya tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi. 

Takar Jumlah Makanan Manis yang Dikonsumsi 

Selain gorengan, masyarakat Indonesia juga punya kebiasaan berbuka dengan yang manis. Nah, kamu juga perlu mengukur porsi makanan manis saat berbuka puasa, agar tidak berlebihan. 

Disarankan untuk setiap orang hanya boleh mengonsumsi makanan manis dengan takaran gula maksimal sebanyak 50 gram, atau setara dengan 5-9 sendok teh per hari. 

Dengan begitu, makanan manis tak akan jadi bencana dan penyakit, malahan bermanfaat baik dalam mengembalikan fungsi otak setelah berpuasa.

SHARE ARTIKEL