Bolehkah Berhubungan Intim Sebelum Shubuh Saat Bulan Ramadhan?

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 14 May 2020

Batasan-batasan saat bulan Ramadhan 

Saat bulan suci Ramadhan kita diwajibkan untuk berpuasa. Hal ini menyebabkan rutinitas berubah. Tidak hanya kegiatan makan dan minum saja yang dibatasi namun juga berhubungan intim. 

Di bulan suci Ramadhan, bukan berarti pasangan suami istri tidak diperbolehkan sama sekali untuk berhubungan. Melainkan pasutri harus mengatur waktu melakukannya agar puasa tidak batal. 

Sebab hubungan suami istri termasuk kegiatan yang membatalkan puasa. Lantas kapan pasangan suami istri bisa bercinta di saat bulan Ramadhan? 

Baca juga : Hasrat Naik, Lalu Cium Istri Padahal Puasa, Batalkah?

Sebagaimana firman Allah SWT di surat Al Baqarah ayat 187 yang artinya:

"Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa."

Waktu Melakukan Hubungan Intim 

Dari ayat diatas, maka bisa disimpulkan bahwa hubungan intim boleh dilakukan malam hari hingga terbit fajar Shubuh sebelumnya gelap malam. 

Jadi boleh bun, jika bunda mau berhubungan hingga sebelum Shubuh ya, tak perlu khawatir, puasanya akan tetap sah. 

Nah, lalu bagaimana jika saat adzan berkumandang, pasutri belum mandi junub? Apakah tetap diperbolehkan untuk puasa? 

Mandi junub hukumnya fardhu 'ain dilakukan oleh suami-istri setelah berhubungan intim. Namun, jika dirasa air terlalu dingin atau karena sebab lain, suami-istri boleh menunda mandi junub sampai waktu fajar atau saat harus melaksanakan sholat subuh. 

Landasannya adalah kisah Aisyah dan Ummu Salamah, dua istri Nabi Muhammad SAW, keduanya mengatakan: 

"Rasulullah pernah berhadas besar (junub) pada waktu subuh di bulan Ramadan karena malamnya bersetubuh, bukan karena mimpi, lalu beliau berpuasa tanpa mandi sebelum fajar," (HR Muslim). 

selain pendapat tersebut, ada dua ahli fikih dari Madzhab Maliki, Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam kitab Ibanatul Ahkam (1996: jilid 2, hlm. 313) yang menyatakan, meskipun dibolehkan menunda mandi junub, lebih utama untuk menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar (waktu subuh).

Semoga bermanfaat. Wallahu a'lam.

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb