Wahai Istri, Jangan Tanyakan Hal ini kepada Suami

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 09 Apr 2020

Wahai Istri, Jangan Tanyakan Hal ini kepada Suami

Ilustrasi - Image from wajibbaca.com

Jangan tanyakan ini pada suami bun!!!

Bisa-bisa tak harmonis lagi dalam rumah tangga

Para istri boleh bertanya dan meminta suami untuk terbuka dengannya. Namun jangan tanyakan hal ini pada situasi ini ya. Sebab bisa picu konflik yang berkepanjangan lho.

Dalam membangun rumah tangga, pasangan suami istri pasti akan menjumpai berbagai ujian dan cobaan yang datang silih berganti. Tahun pertama, mungkin akan datang ujian sulitnya mendapatkan momongan. Sudah beberapa kali mencoba namun tidak ada hasilnya. Hingga beberapa tahun selanjutnya. 

Tahun berikutnya jika sudah dikaruniai anak, ujian yang datang adalah kondisi ekonomi yang kacau balau karena tingginya biaya pendidikan anak. Belum lagi ditambah dengan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Baca juga :  Istri Beruntung itu Kalau Punya Suami Seperti ini 

Kemudian tahun selanjutnya, diberikan ujian ada pihak ketiga yang menganggu rumah tangga. Dan banyak lagi ragam ujian rumah tangga. Itu tadi gambaran ujian-ujian berat dan besar yang bisa menimpa rumah tangga. 

Tapi tahukah para istri, nyatanya ujian-ujian kecil juga bisa menimpa rumah tangga kalian. Hal ini juga bisa berdampak pada keutuhan rumah tangga jika tidak diperhatikan dan disikapi dengan bijak. 

Yakni pertanyaan-pertanyaan istri yang bisa membuat emosi suami dan memicu masalah rumah tangga yang berat. Seperti apa, bentuk pertanyaan itu? 

Jika suami baru pulang kerja atau pulang dari menjalani kegiatan lainnya di luar rumah. Jangan sekali-kali istri langsung bertanya dengan nada interogasi seperti ini. 

  1. "Kamu darimana?" 
  2. "Keluar sama siapa aja?" 
  3. "Ngobrolin tentang apa aja tadi?"   

Tiga pertanyaan itu memang tampak remeh dan biasa saja. Tetapi jika di dengar oleh suami yang kondisi fisiknya sedang capek, lelah, dan ingin segera istirahat. 

Tentunya akan membuat suami emosi dan naik pitam. Bisa saja suami juga timbul pikiran negatif, bahwa istrinya tidak lagi menaruh kepercayaan terhadapnya. Hal ini tentu akan memicu konflik rumah tangga yang berkepanjangan. 

Oleh sebab itu sebaiknya ketika suami pulang, istri menyambut dan menyiapkan segala hal yang dibutuhkan oleh suaminya itu. 

Misal, menyiapkan segelas kopi, air panas untuk mandi, baju ganti, dan lainnya. Sehingga suami merasa dihormati dan dihargai oleh suami. 

Dan inshaallah suami tanpa ditanya pun akan terbuka dengan pasangan yang menghormatinya seperti itu. Dia akan bercerita tentang apa yang dilakukannya dan dengan siapa saja kegiatan itu dilakukan. 

Hal-hal yang Membuat Rumah Tangga Harmonis 

Ada beberapa hal yang bisa membuat rumah tangga harmonis, diantaranya adalah 

1. Sikap saling terbuka 

Dalam rumah tangga, sebaiknya antar pasangan bisa saling terbuka terkait banyak hal. Seperti masalah yang sedang dihadapi saat ini, gaji dan bonus yang didapatkan, kondisi kesehatan dan lainnya. 

Sehingga ketika saling tahu, maka pasangan suami istri bisa saling bantu dan mendukung jika ada kesulitan. Dengan begitu, rumah tangga akan lebih kuat dan harmonis karena merasa tidak ada yang ditutup-tutupi. 

2. Atur keuangan berdua 

Keuangan juga bisa jadi salah satu sumber konflik rumah tangga. Oleh sebab itu, suami istri harus terbuka terkait hal vital ini. Walaupun hanya suami yang bekerja, keuangan harus terbuka dengan istri. 

Sehingga jika ada kekurangan uang, istri bisa ikut andil dalam bekerja sampingan atau usaha lainnya. Istri pun juga harus terbuka dengan pengelolaan keuangan. 

Dengan begitu suami tidak menaruh curiga jika uang cepat habis atau boros, ketika memang ada pengeluaran penting yang besar. Pasangan bisa membuat sistem keuangan di rumah, siapa yang melakukan pencatatan keuangan, berapa kali dalam setahun melakukan evaluasi keuangan, dan intensitas pengawasannya. 

3. Kesampingkan ego pribadi 

Saling ingin menang sendiri hanya akan membuat masalah semakin rumit dan tak kunjung selesai. Perselisihan yang tak kunjung berakhir seringkali berawal dari cara komunikasi yang salah. 

Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah. Setiap orang berhak mengungkapkan pendapat, tapi jangan mau menang sendiri. Diskusikan dan cari jalan tengah. Sehingga keduanya sama-sama dimenangkan. Dan tentunya harus ada kebesaran hati untuk menerima solusi terbaik itu.

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb