Jangan Disepelekan, Percuma Pakai Masker Jika Tetap Melakukan Hal ini

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 17 Apr 2020

Jangan Disepelekan, Percuma Pakai Masker Jika Tetap Melakukan Hal ini

Ilustrasi memakai masker - Image from cdns.klimg.com

Jelas hal ini tak bisa diremehkan

Banyak warga Indonesia yang masih menyalah artikan penggunaan masker sehingga banyak orang yang tetap melakukan hal ini. Padahal hal ini salah kaprah. Sangat penting untuk dipahami, dan bagikan pada orang terdekat anda, luangkan waktu untuk memahaminya.

WHO sudah mengimbau untuk semua warga dunia menggunakan masker. Sebab masker dianggap cukup efektif untuk menghambat penularan virus corona. 

Menggunakan masker sendiri mempunyai fungsi untuk melindungi diri jika harus berkegiatan di luar rumah, khususnya jika banyak berinteraksi dengan orang lain. 

Baca juga : Cerita Sedih Sopir Jenazah Corona, Sampaikan Pesan ini Ke Warga Indonesia

Memakai masker pun dimaksudkan untuk mencegah droplets atau air liur yang tak sengaja keluar saat sedang berbicara, mengingat penyebaran Covid-19 ini melalui air liur.

Masker yang direkomendasikan WHO untuk masyarakat umum adalah masker kain. Sebab masker bedah dan masker N-95 hanya diperuntukkan untuk petugas medis saja, mengingat keterbatasan jumlah masker saat ini. 

Mengapa petugas medis? Sebab mereka berkontak langsung berhubungan dengan pasien ODP, PDP, bahkan yang dinyatakan positif sekalipun. Sehingga resikonya jauh lebih besar dibandingkan masyarakat umum. 

Selain itu, masker kain cenderung lebih praktis dan murah. Sebab masyarakat bisa menggunakannya berkali-kali, karena bisa dicuci.

Pakai Masker Tak Menjamin Aman 100%

Rumitnya, masyarakat menyalahartikan anjuran WHO tersebut. Mereka menganggap dengan memakai masker maka sepenuhnya aman dari virus corona. 

Sehingga mereka bisa bebas bekerja, berkerumun, dan berkumpul dengan orang banyak. Padahal, hal tersebut justru salah kaprah.

Diungkap oleh Peter Gulick, spesialis penyakit menular dan profesor kedokteran di Michigan State University, masker kain tidak akan bisa menggantikan apapun.

Physical distancing masih harus tetap dilakukan seandainya harus melakukan aktivitas di luar ruangan meskipun sudah memakai masker.

"Masker wajah tidak menggantikan jarak sosial," ungkap Peter Gulick.

"Fungsi masker bukanlah untuk dipakai sehingga kita bisa lebih dekat dengan orang lain," lanjutnya.

Masker wajib digunakan bagi seluruh orang yang harus melakukan kegiatan di luar rumah, apalagi jika berkumpul dengan orang banyak. 

Meski sudah terlindung masker, kita tidak boleh sembarangan melakukan kontak fisik pada orang yang ditemui di jalan. 

Sebab tidak ada jaminan, apakah orang yang kita temui ini bebas virus corona atau tidak.

Ungkapan Peter Gulick ini sejalan dengan Philip Robinson, direktur pencegahan infeksi di Hoag Memorial Hospital Presbyterian di Newport Beach, California.

"Setiap orang yang melakukan isolasi diri mengurangi risiko menulari orang lain," kata Robinson.

"Dengan mengurangi kontak fisik sebesar 75 persen, risiko infeksi individu itu merosot menjadi 2,5 orang," katanya.

Fungsi Masker 

Sebenarnya fungsi memakai masker adalah mencegah droplets kita sendiri mengenai barang-barang yang kita sentuh saat berada di luar ruangan.

Karena penyebaran dan gejala Covid-19 ini susah untuk dilacak, ada baiknya jika kita mencegah sendiri kesehatan kita dan orang lain.

Karena dari beberapa penelitian ahli, banyak orang yang terinfeksi corona tanpa menunjukkan gejala apapun. Bahkan di Indonesia sendiri mayoritas yang terkena Covid-19 adalah Orang Tanpa Gejala. 

Sedangkan di hampir 50 persen warga dunia tidak memunculkan gejala yang spesifik jika terkena virus corona.

Ahli epidemologi, Aimee Ferraro, penggunaan masker sendiri merupakan senjata kita agar mengurangi persentasi penularan virus corona.

"Masker dapat bertindak sebagai suplemen untuk langkah-langkah kesehatan lain yang kita ambil," ujar Aimee Ferraro.

Dengan kata lain, kita juga mengurangi penularan virus pada orang lain dan kita juga terhindar dari orang yang bisa saja sudah terpapar virus corona.

"Sesuatu apa pun lebih baik dalam mengurangi risiko infeksi virus corona daripada tidak sama sekali," kata Ferraro.

Berikut adalah cara menggunakan masker yang benar. Meski bukan masker kain, cara-cara penggunaan dan melepasnya relevan jika diterapkan pada masker kain. 

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb