Cara Mendidik Anak Milenial, Agar Tak Kecanduan HP Menurut Islam 

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 11 Apr 2020

Cara Mendidik Anak Milenial, Agar Tak Kecanduan HP Menurut Islam 

Anak kecanduan gadget - Image from nasional.okezone.com

Anak nangis tidak mau lepas dari HP? 

Seringkali ibunda memberikan anak HP agar anak tenang. Sehingga bisa ditinggal melakukan pekerjaan rumah. Namun nyatanya hal itu justru membuat anak tidak bisa lepas dari gadget. Nah daripada caranya seperti itu lebih baik mengikuti cara islami untuk mendidik anak agar tidak ketergantungan dengan HP berikut ini.

Di era teknologi seperti saat ini, manusia sulit memisahkan diri dengan gadget. Bukan hanya yang dewasa, anak-anakpun terkadang merengek tidak mau lepas dari gadget. 

Memang dari gadget, kita mendapat banyak manfaat. Diantaranya adalah bisa mengakses pengetahuan, bahan pelajaran, memudahkan komunikasi dan media hiburan. 

Baca juga :  Bunda, Begini Cara Menegur Anak Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

Namun dibalik manfaatnya yang segudang itu, adapula mudharatnya. Utamanya yang hendak dibahas saat ini adalah bagi anak-anak. 

Menurut Psikolog Anak dan Keluarga dari Klinik SOA, Hanlie Muliani, M.Psi, untuk memahami mengenai dampak negatif penggunaan gadget pada anak, perlu mengetahui terlebih dahulu tentang plastisitas otak. 

Plastisitas otak adalah pemahaman bahwa otak ialah organ yang elastis. Hal ini berarti otak bisa terus dibentuk dan dilatih.

Agar dapat digunakan dengan maksimal, perlu ada sambungan neuron atau sel saraf, yang bisa dicapai dengan menstimulasi. Stimulasi bisa dilakukan dengan aktivitas seperti belajar, membaca, bermain, olahraga, serta kegiatan psikomotor lainnya. 

Semakin banyak stimulasi yang diterima, akan semakin banyak juga sel saraf di otak yang tersambung. Sehingga, anak menjadi semakin cerdas.

Penggunaan gadget bukan termasuk stimulasi yang ideal bagi anak. Hanlie menjelaskan, plastisitas anak akan terpengaruh, akibat main HP secara berlebihan. 

“Perkembangan otak menjadi kurang optimal karena kurang optimalnya stimulasi,” ujarnya. 

Jika anak terlalu sering bermain gadget maka akan menyebabkan timbulnya ciri autistik. Anak autistik, misalnya bisa saja sudah mampu berbicara namun belum tentu bisa berinteraksi. 

Sehingga anak menjadi kurang peka dengan kondisi di sekitarnya. Kemampuan otak pada mengelola emosi dan sosial juga tidak berkembang secara optimal.

Cara Mendidik Anak Menurut Islam 

Nah, untuk mengurangi anak dalam bermain gadget, Ayah dan Bunda bisa melakukan cara-cara ini. Selain menyenangkan, cara ini mampu mengembangkan kemampuan otaknya lebih baik dibandingkan terlalu sering bermain gadget. 

Ini adalah 5 cara yang dikutip dari The Muslim Vibe, apa saja itu? 

1. Ajarkan anak untuk salat, dengan cara yang menyenangkan 

Gerakan dan bacaan salat mungkin akan sulit dipelajari oleh anak-anak. Namun, ada cara mudah membantu anak dalam memahami makna salat. Ajak anak untuk menunaikan salat bersama. 

Namun jangan pernah memberikan ancaman atau memaksa mereka. Sebab hal itu, justru membuat anak ketakutan dan tidak nyaman dalam menjalankan salat. 

Selain itu, orang tua juga bisa mengajarkannya dengan memberi contoh melalui mainannya. Seperti boneka dan mainan yang dibuat khusus untuk belajar salat bagi anak-anak. 

Dengan mengajarkan salat, anak-anak akan mempelajari banyak hal. Seperti perbedaan posisi imam dan makmum, yakni soal kepemimpinan. Selain itu juga makna kepatuhan seorang hamba kepada pencipta-Nya. 

Jadi anak-anak sejak kecil mulai mengenal Tuhannya dan ini menjadi modal dasar bagi mereka untuk menjadi anak yang sholeh. 

2. Ajarkan Hadist Sejak Dini 

Ada banyak hadist-hadist yang baik untuk kita bagikan kepada anak-anak. Sebab hadist memiliki banyak pelajaran penting dan bijaksana bagi anak-anak. 

Selain itu dengan hadist, orang tua juga bisa membentuk akhlak anak dan mengajarkan kebaikan untuk mereka. 

Seperti halnya hadist anjuran senyum, "Senyum manismu di hadapan saudaramu adalah shadaqah" (HR. Tirmidzi) 

Hadist ini bisa mengajarkan anak agar memiliki sikap yang ramah dan ceria. Serta menjadi pelajaran dalam menjalin hubungan sosial dengan orang lain.

3. Ceritakan Kisah Inspiratif 

Ayah dan Bunda juga bisa menceritakan dongeng atau kisah inspiratif lainnya. Sumber ceritanya bisa berasal dari buku, kisah Al Quran, kisah di hadist, pengalaman sehari-hari, atau imajinasi Ayah dan Bunda sendiri.

Bercerita kepada anak tentang cerita-cerita hebat yang inspiratif bisa menjadi cara mudah dan juga menyenangkan untuk mendidik anak sesuai dengan ajaran Islam. 

Ayah dan Bunda juga bisa menceritakannya dengan gerak tubuh, ekspresi dan nada bicara yang sesuai. Hal ini juga bisa membantu anak untuk mempelajari mengenai ketiga hal tersebut. 

Sebagai kunci dalam membangun pertemanan dengan orang lain. Dan juga menarik perhatian anak. 

4. Mengenalkan tokoh-tokoh islam 

Kenalkan tokoh-tokoh Islam atau selebriti Islam yang bisa menjadi teladan bagi mereka. Dengan begitu, anak mengetahui gambaran perilaku secara konkret dan akhlak yang baik untuk mereka tiru. 

Anda bisa menceritakan secuplik sejarah Islam yang bisa dijangkau anak-anak. Misal, kejujuran Nabi Muhammad dalam berdagang. Lalu beri contoh juga kejujuran di perilaku sehari-hari. 

5. Orang tua beri contoh 

Anak-anak akan lebih mudah meniru perilaku yang tampak dibandingkan sekedar ucapan. Oleh sebab itu, orang tua wajib memberikan teladan yang baik. Dan jangan sampai melakukan perilaku buruk di depan anak. 

Sebab hal ini akan rentan mereka ikuti. Anak-anak akan mencontoh apa yang kita lakukan dan ucapkan, oleh sebab itu, sebagai orangtua kita harus lebih berhati-hati. 

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb