Mari Lakukan Hal ini untuk Mengakhiri Pandemi Covid-19 di Indonesia 

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 30 Mar 2020

Mari Lakukan Hal ini untuk Mengakhiri Pandemi Covid-19 di Indonesia 

Mari kita akhiri pandemi ini. - Image from wajibbaca.com

Jangan panik, kita harus yakin wabah Covid-19 ini akan segera berakhir di Indonesia.
Pemerintah sudah memberikan berbagai aturan dan kebijakan untuk menangani corona. Para ulama juga telah memberikan fatwa pelaksanaan ibadah di tengah wabah corona. 

Para artis, pengusaha, tokoh masyarakat memberikan sumbangan berupa uang, APD, suplemen makanan bagi tenaga medis dan lainnya.
Kita masyarakat biasa, juga bisa mengambil peran untuk akhiri Covid-19 ini.

Sudah 28 hari, Corona masuk ke Indonesia. Semakin bertambah hari, jumlah pasien Covid-19 di Indonesia terus meningkat secara signifikan. 

Di awal sempat ada prediksi, April akhir wabah corona ini bisa berakhir. Namun seiring dengan penambahan jumlah pasien yang semakin besar, peneliti ITB menggeser akhir wabah hingga akhir Mei - awal Juni. 

Itu artinya, kemungkinan besar, bulan Ramadhan dan lebaran tahun 2020 ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Karena corona ini mendesak kita untuk menghindari kerumunan, sangat dimungkinkan ibadah tarawih, buka puasa bersama, ngabuburit yang sangat erat dengan berkumpul dengan orang lain, akan terbatas geraknya. 

Tercatat per tanggal 29 Maret 2020 kemarin, ada sebanyak 1.285 jumlah kasus positif corona, 114 dinyatakan meninggal dunia sedangkan 64 orang berhasil sembuh. 

Berdasarkan data tersebut, maka bisa diketahui tingkat kematian penyakit Covid-19 di Indonesia adalah sebesar 8.87%.  Baca tentang Gejala Corona.

Angka ini termasuk angka yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan tingkat kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia yang hanya mencapai angka 4,7% (30/03). Hal itu berarti, tingkat kematian Indonesia hampir menyentuh 2 kali lipat tingkat kematian dunia. 

Selain itu kita juga perlu waspada, agar tidak terkena virus corona. Sebab meski tingkat kematiannya kecil dibandingkan wabah Flu Burung dan Flu Babi, namun Covid-19 bisa merusak sistem pernafasan terutama paru-paru dalam jangka panjang.

Hal ini menjadi efek samping bagi pasien yang pernah terkena virus corona ini, meskipun sudah pulih total. 

Diantaranya adalah nafas terengah-engah, paru-paru timbul bercak putih dan kerusakan paru-paru yang lebih luas dibandingkan penyakit lainnya.

Oleh sebab itu kita harus berhati-hati agar tidak sampai terkena virus corona ini. Selain senantiasa menjaga kesehatan, menjaga kebersihan tubuh, dan menjaga jarak dengan orang lain.

Selain itu, kita bisa melakukan peran penting, meski sepele bagi perorangan, tapi jika dilakukan bersama-sama, masif dan bergotong royong, niscaya gerakan kecil ini bisa berdampak luar biasa.

Gerakan Peduli Covid-19 

AYO GERAK BERSAMA 

Dengan adanya wabah Covid-19 ini banyak pekerja harian yang terhambat dalam mencari nafkah. Seperti halnya pedagang kaki lima, tukang becak, tukang ojek, pedagang di pasar, tukang parkir, tukang kayu, dan lain sebagainya. 

Mereka yang mengandalkan kerja di luar rumah dan upah harian sangat terbebani dengan adanya wabah ini. 

Alhasil banyak dari mereka yang tidak mendapatkan pemasukan. Padahal pemasukan tersebut adalah uang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Salah satunya adalah kebutuhan untuk makan. 

Kita semua bisa ambil peran untuk membantu meringankan beban mereka. Mari sama-sama menjadikan semua tempat ibadah menjadi media penyaluran makanan gratis bagi warga sekitar yang kurang mampu. 

Bukan hanya masjid, namun juga gereja, vihara, kelenteng, pura dan tempat-tempat ibadah lainnya di sekitar Anda.

Mari Lakukan Hal ini untuk Mengakhiri Pandemi Covid-19 di Indonesia 

Bagi pihak-pihak yang mampu, diharapkan berkenan memberikan sebagian rezekinya untuk orang-orang yang membutuhkan. Termasuk bagi warga fakir dan miskin yang untuk kebutuhan makan saja mengalami kekurangan. 

Bantuan yang diberikan bisa berupa bahan makanan siap saji, alat kesehatan dan alat perlindungan diri, ataupun bantuan dana guna membantu warga yang kurang mampu.

Mari Lakukan Hal ini untuk Mengakhiri Pandemi Covid-19 di Indonesia 

Mari kita lakukan bersama, sehingga tidak ada lagi warga yang kekurangan makanan dan mampu melewati wabah Covid-19 ini bersama-sama. Bantuan kecil dari Anda, tentu akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Semoga amalan Anda bisa menjadi bekal di akhirat kelak. 

Salam kompak dan salam persatuan. Semangat Indonesia. Indonesia Kita Bisa.

Mari Lakukan Hal ini untuk Mengakhiri Pandemi Covid-19 di Indonesia 

MASYARAKAT PEDULI DAMPAK KORONA 

Mohon bantu disebar, demi membantu saudara sebangsa dan setanah air. Terimakasih.

Inspirasi Bantuan dari Orang-orang Baik Hati dan Dermawan 

Artis, youtuber, selebgram, pengusaha, dan berbagai tokoh masyarakat turut membantu dalam perjuangan melawan corona. Dengan memberikan dana hingga miliaran untuk membantu warga yang membutuhkan, pemerintah dan juga tenaga medis. 

Diantaranya adalah Nikita Mirzani yang menyumbangkan donasi Rp 100 juta di hari ulang tahunnya. Selain itu ada Rachel Vennya yang mengumpulkan donasi melalui situs kitabisa.com, bahkan dalam waktu 24 jam bisa mencapai Rp 1 M

Tidak hanya mereka, pembawa acara Uya Kuya pun juga melakukan hal bijak dalam membantu pencegahan virus corona di Indonesia, yakni menjual masker dengan harga yang murah yakni seharga Rp 2 ribu per buah.

Selain itu, Uya Kuya juga memberlakukan aturan bagi mereka yang ingin membeli masker. Dia memperbolehkan setiap orang membeli maksimal sebanyak 2 masker. Dengan begitu, setiap orang, termasuk yang kekurangan bisa mengakses alat kesehatan ini. 

Melanie Subono juga turut andil dalam upaya pencegahan virus corona dengan membagikan masker secara gratis. Melalui akun instagram miliknya, @melaniesubono, ia mengajak masyarakat untuk membagi-bagikan masker gratis kepada mereka yang miskin dan membutuhkan alat tersebut. 

Youtuber Atta Halilintar juga tak mau ketinggalan, dia melakukan galang dana. Melalui Instagram pribadinya, ia mengajak para fans dan followersnya untuk ikut memberikan bantuan. Diketahui, penggalangan yang dilakukan Atta Halilintar kini masih berjalan dan berhasil mengumpulkan Rp 33 juta

Kemarin (29/03) dia melakukan pembagian APD kepada para tenaga medis yang berjuang di puskesma serta membagikan masker, vitamin, hand sanitizer dan perangkat kesehatan lainnya ke pelosok dan perkampungan bersama Ustad Hanan Attaki. 

Selain itu, belum lama ini Anne Avantie, perancang busana ternama Indonesia juga mengambil peran dengan membuat APD bagi tenaga medis. 

Para karyawannya yang selama ini bekerja untuk membuat busana kebaya yang cantik, kini ia kerahkan untuk membuat baju para pahlawan kemanusiaan. 

Yakni membuat APD yang tidak untuk dijual belikan, namun diberikan secara gratis kepada rumah sakit yang membutuhkan. 

Oleh sebab itu, dia meminta agar rumah sakit  yang membutuhkan untuk segera mendaftar ke Yayasan Wisma Kasih Bunda, yang ia kelola untuk selanjutnya akan diberi APD tersebut. 

Sungguh mulia, jika kita bisa jadi salah satu yang berperan dalam menangani wabah corona ini.

Amal dan bantuan yang kita berikan, Inshaallah jadi penolong di masa perhitungan kelak. 

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb