Jakarta Diliburkan, Warga Berbondong-bondong Wisata ke Puncak?

16 Mar 2020  Dian Aprilia

Jakarta Diliburkan, Warga Berbondong-bondong Wisata ke Puncak?

Ilustrasi macet di Puncak Bogor - Image from ternate.tribunnews.com

Viral, jalur puncak Bogor macet dipenuhi kendaraan, saat libur lockdown.
Tujuan Jakarta diliburkan adalah untuk memutus mata rantai virus Corona.
Tapi apa yang terjadi, ketika Gubernur memutuskan libur 2 minggu? Lihat videonya.

Indonesia sudah menyatakan secara resmi bahwa covid-19 jadi bencana nasional non alam. Total korban yang terpapar Covid-19 berjumlah 117 per hari Minggu, 16 Maret 2020. Total korban yang meninggal sudah ada 5 orang. 

Selain itu, pihak WHO pun juga telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global. Di Indonesia, Jakarta menjadi lokasi penyebaran virus yang cukup massif. 

Oleh sebab itu, pemerintah DKI Jakarta menerapkan langkah-langkah strategis. Diantaranya adalah meliburkan sekolah, menutup 23 tempat wisata dan menghimbau warganya tinggal di rumah. 

Baca juga : 

Secara resmi, Presiden Jokowi juga mengimbau agar masyarakat Indonesia belajar, bekerja dan beribadah di rumah. Hal ini menjadi tanda bahwa masyarakat perlu meminimalisir aktivitas-aktivitas yang memungkinkan banyak orang berkumpul di tempat yang sama.

Beberapa acara yang bersifat kumpul-kumpul di keramaian pun dibatalkan, seperti konser, bazar buku, meet n greet, dan lain sebagainya.

Ironisnya, terjadi kemacetan yang luar biasa di jalur Puncak diketahui hingga sepanjang 8 km. Saking macetnya, mobil-mobil tampak tak bergerak sama sekali. 

Muncul dugaan warga Jakarta mencari alternatif liburan ke Puncak, pasca penutupan wisata di Jakarta. Hal ini terlihat dari kanal Youtube Berita Satu yang menampilkan reportase kemacetan jalur Puncak pada hari Sabtu, tanggal 14 Maret lalu. 

Jika coba diperhatikan ulang latar belakang Pemprov DKI Jakarta melakukan penutupan wisata adalah dalam rangka meminimalisir penyebaran virus corona utamanya di tempat-tempat yang potensi keramaiannya tinggi seperti tempat wisata. 

Namun, masyarakat kok justru berpindah tempat wisata. Hal ini sama saja tidak mencegah penyebaran virus corona, melainkan sekedar memindah tempat potensi penyebaran dari tempat wisata di Jakarta ke tempat wisata Bogor.

Berikut adalah pemberitaan terkait video viral kemacetan jalur puncak Bogor tersebut 

Polres Bogor Menyatakan Video itu Hoaks

Menanggapi adanya video viral yang menunjukkan kemacetan di jalur menuju Bogor tersebut, Polres Bogor mengatakan bahwa video tersebut adalah hoaks. 

Kasatlantas Polres Bogor AKP Muh Fadli Amri membantah terjadi kemacetan panjang ke arah Puncak Bogor. Dia mengatakan video tersebut adalah hoaks atau tidak benar. Fadli juga memastikan tak ada kepadatan arus lalu lintas menuju Puncak pada Minggu (15/4).

"Jalur puncak tidak ada peningkatan yang berarti, berita yang beredar tentang Jalur Puncak diserbu adalah tidak benar," kata Kasatlantas Polres Bogor AKP Fadli Amri, dikonfirmasi, Minggu (15/3/2020).

Baca juga: `Social Distance` Ampuh Cegah Penyebaran Corona, Simak Info Lengkapnya

Menurutnya, memang sempat ada kepadatan di Jalur Puncak pada Sabtu (14/3/2020) pagi hari. Namun hal itu karena ada mobil yang terbakar di kawasan Cisarua, Bogor.

"Memang kemarin pagi sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas karena ada kendaraan Mercy tua terbakar di Jalur Puncak. Selebihnya (arus lalu lintas) normal saja dan masih kondusif," kata Fadli.

Jakarta Diliburkan, Warga Berbondong-bondong Wisata ke Puncak?

Video Viral Kemacetan Ternyata Hoaks - Image from kominfo.go.id

Kerumunan di Stasiun Bogor 

Selain kemacetan tersebut, juga viral video antrean panjang di Stasiun Bogor, hal ini terjadi karena adanya thermal screening dulu saat masuk dan keluar stasiun. 

Keramaian semacam ini juga berpotensi meningkatkan peluang penularan. Karena jarak yang sangat dekat antar tiap orang serta banyaknya orang yang hadir di tempat tersebut. Berikut video lengkapnya yang disebar melalui akun @bogor24update 

Jakarta Diliburkan, Warga Berbondong-bondong Wisata ke Puncak?

Gambar Rekaman CCTV di Jalur Puncak Bogor - Image from today.line.me

Liburan, Bukan untuk Wisata atau Pulang Kampung 

Jakarta Diliburkan, Warga Berbondong-bondong Wisata ke Puncak?

Jangan Mudik - Image from Instagram

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan pada seluruh warga Jakarta bahwa peniadaan kegiatan di sekolah bukan berarti liburan. Anies juga meminta para orangtua mengimbau agar anaknya tidak bepergian keluar rumah. 

"Saya ajak para orangtua ingatkan anak-anaknya untuk tidak bepergian. Saat ini, risiko penularannya sangat tinggi. Jangan dianggap tidak adanya kegiatan di sekolah, sebagai liburan, tujuannya, agar kita bisa berada di rumah," ucap Anies, Minggu (15/3/2020).

Anies Baswedan juga menghimbau agar warganya tidak bepergian ke luar kota, seperti halnya pulang ke kampung halaman. 

Selain Jakarta, beberapa daerah di Indonesia juga telah memberlakukan aturan untuk meniadakan kegiatan sekolah dan menutup beberapa tempat wisata guna menghambat penyebaran covid-19. 

Penting untuk mematuhi aturan yang berlaku guna keselamatan diri Anda sendiri dan orang tersayang di sekitar Anda. Jangan sampai liburan ini dimanfaatkan untuk berwisata, jalan-jalan atau bahkan pulang ke kampung halaman. Sebab hal ini justru akan memperparah penyebaran covid 19. 

Karena kita tidak tahu telah membawa virus itu atau tidak atau bisa jadi kita terpapar virus tersebut dalam perjalanan pulang. Oleh sebab itu, sebisa mungkin untuk bertahan di rumah dan meminimalisir pergi ke luar rumah jika tidak ada kegiatan yang penting. 

Panik jangan, tapi bersikap waspada adalah keharusan.

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa