Geger, Mahasiswa Suspect Corona di Universitas Brawijaya Malang, Benarkah?

Penulis Dian Aprilia | Ditayangkan 14 Mar 2020

Geger, Mahasiswa Suspect Corona di Universitas Brawijaya Malang, Benarkah?

Salah satu instruksi dosen UB yang beredar - Image from jatimtimes.com

Ramai di medsos edaran bahwa mahasiswa UB Malang terjangkit corona

Jumat sore kemarin kampus UB digegerkan dengan adanya pemberitaan simpang siur mengenai adanya pasien suspect corona yang merupakan mahasiswa UB. Hal ini membuat ketakutan dan heboh mahasiswa dan warga di sekitar Universitas. Lantas benarkah isu tersebut? Simak penjelasan berikut

Kampus Universitas Brawijaya (UB) heboh perkara virus corona. Hal ini karena telah beredar kabar sterilisasi Gedung Bersama Teknik Industri (GBTI) FT UB, Jumat (13/3) sore. 

Di sisi lain, juga ada salah seorang warga Kota Malang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona atau satu pasien suspect corona. 

Perkuliahan di gedung kuliah bersama TI ditiadakan sejak sore. Kegiatan mahasiswa yang dijadwalkan pada Sabtu (14/3) hari ini juga ditiadakan.

Baca juga: Viral, Santri Ramal Corona Sejak Tahun 2016, Fakta atau Hoax?

Bahkan Ujian Tengah Semester (UTS) yang dijadwalkan Senin (16/3) pekan depan dikabarkan tak dilakukan di kampus. Melainkan kegiatan UTS akan dilakukan secara online melalui googleform. 

Seluruh mahasiswa sudah dihimbau agar tak datang ke kampus. Kemarin malam beredar pengumuman di kalangan mahasiswa TI UB yang dikirim melalui WhatsApp (WA). 

“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabaraktuh, mahasiswa TI yang saya sayangi, hari ini ada kondisi dimana kita diperingatkan bahwa salah satu mahasiswa TI ada yang suspect Covid. Saat ini sedang dilakukan tes oleh dinas kesehatan propinsi. Mohon tidak panik, karena suspect BELUM TENTU POSITIF. Tindakan yang dilakukan Jurusan TI dan juga Fakultas Tenik untuk menutup kegiatan pada tanggal 14 dan 15 Maret bertujuan untuk tindakan prefentif penyebaran, bila ada. Seraya menunggu kabar hasil tes di minggu depan, maka Senin, gedung TI akan dibuka lagi seperti biasa. Namun, kegiatan UTS akan dilakukan secara online melalui googleform. Mahasiswa TIDAK PERLU ke kampus untuk UTS. Pengumuman akan menyusul secepatnya mengenai teknis pelaksanaan. Untuk diketahui, berita yang menyebar di luar sudah masuk ranah hoax yang membingungkan dan meresahkan. Mohon untuk menahan diri menyebar berita yang bisa membuat panik. Terima kasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” demikian pengumuman dari WA.

Kajur TI UB, Oyong Novareza, ST, MT, Ph.D yang dikonfirmasi kemarin malam mengakui adanya kegiatan yang dibatalkan pada Sabtu (14/3) ini. “Untuk menghindari orang bertemu (sabtu). Sedangkan Minggu kan libur, Senin normal ada UTS. Sebenarnya tidak panik,” jelas Oyong.

Penjelasan Kepala Humas UB Terkait Isu Corona

Sementara itu, ramai dibicarakan di berbagai grup WA dan sosial media, mengenai isu sterilisasi gedung kuliah TI lantaran adanya kasus diduga suspect corona hingga imbauan menjaga kesehatan.

Kepala Humas UB Kotok Gurito mengaku masih mencari informasi lengkap mengenai hal tersebut. Ia berjanji akan segera memberi penjelasan resmi setelah mendapatkan informasi detail yang ramai di sosial media. 

Baca juga: Update Terkini, Mahasiswa UB Suspect Corona, Kini Jalani Isolasi di RSSA Malang

“Kami belum dapat memastikan apakah mahasiswa tersebut benar terjangkit virus corona, karena belum ada laporan yang masuk ke kita. Memang dibeberapa di media sosial pada malam ini viral diperbincangan wabah virus berbahaya ini. Namun Kebenaran akan adanya suspect tersebut juga dikatakan masih belum jelas,” Kotok Gurito.

Dirinya membantah kabar bahwa kampus FT UB di-lockdown sementara waktu. “FT UB tidak lockdown, FT UB hanya mengantisipasi dengan melaksanakan UTS dengan metode daring take home exam, tidak dengan tatap muka,” jelasnya. Rencananya, hari ini UB akan memberikan penjelasan secara resmi. 

Muncul Surat Edaran Pencegahan Penyebaran Corona 

Geger, Mahasiswa Suspect Corona di Universitas Brawijaya Malang, Benarkah?

Surat Edaran UB terkait Pencegahan Corona - Image from Whatsapp

Dengan beredarnya kabar tersebut di berbagai grup Whatsapp dan story beberapa mahasiswa. 

Pihak kampus juga memberikan surat edaran perihal Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan kepada Seluruh Civitas Akademika di Lingkungan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya.

Khususnya mahasiswa yang melaksanakan Ujian Tengah Semester Genap 2019/2020 jika merasa pusing, flu, dan panas dimohon segera lapor kepada Pengawas Ujian dan dilaksanakan Ujian di ruang tersendiri. 

Selain itu juga ramai di grup chat whatsapp seorang dosen yang menghimbau agar waspada

Geger, Mahasiswa Suspect Corona di Universitas Brawijaya Malang, Benarkah?

Edaran dari dosen UB - Image from WhatsApp

Story instagram dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri FT-UB 

Geger, Mahasiswa Suspect Corona di Universitas Brawijaya Malang, Benarkah?

Story HMTI UB - Image from Instagram

Story tersebut menyatakan bahwa status covid-19 memang valid, namun terkait kondisi tersebut, pasien belum dinyatakan positif terkena virus corona. 

Saat ini pasien suspect tersebut sedang menjalankan tes oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan hasilnya akan dikabarkan dalam waktu dekat. 

Seorang Warga Kota Malang Berstatus PDP

Selain kabar mengenai suspect di UB tersebut, ada seorang warga Kota Malang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Tim Mikrobiologi RSSA didampingi Dinkes Jatim dan Dinkes Kota Malang mengambil sampel di rumah warga yang tak diketahui identitasnya tersebut. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan, status PDP artinya adanya gejala pasien yang mengarah ke covid-19, salah satunya adalah karena gejala pneumonia. “Dengan adanya gambaran pneumonia ini, dilakukan pengawasan,” ujarnya.

Terhadap pasien tersebut sudah dilakukan pemeriksaan sampel sekret, swap tenggorokan dan hidung yang kemudian dikirim ke pihak Balitbangkes Kemenkes di Jakarta. 

Husnul mengatakan tak ditemukan riwayat perjalanan ke luar negeri dan hasil pemeriksaannya belum diketahui pasti. 

Meskipun begitu, ia tetap mengimbau warga untuk tenang karena statusnya PDP. ”Tetap tenang, hidup sehat dan meningkatkan kewaspadaan dengan beberapa strategi, yakni ubah perilaku hidup menjadi lebih bersih dan sehat,” imbaunya.

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb