Telah Dibuktikan Universitas Harvard, Al-Qur`an Kitab Terbaik Penegak Keadilan 

Penulis Arief Prasetyo | Ditayangkan 19 Feb 2020

Telah Dibuktikan Universitas Harvard, Al-Qur`an Kitab Terbaik Penegak Keadilan 

Image from twitter.com

Sesuai dengan fungsi dan kegunaannya

Salah satu Universitas terbaik di dunia telah membuktikan, bahwa memang Al-Qur'an adalah kitab yang terbaik sebagai solusi keadilan. Hal ini telah lama di teliti dan diriset untuk menemukan kaitan undang-undang keadilan di dalam Al-Qur'an 

Universitas Harvard Amerika Serikat menyatakan bahwa Al-Quran adalah salah satu kitab terbaik yang berbicara soal keadilan.

Hal ini disampaikan setelah dilakukan riset panjang dan intensif terkait undang-undang keadilan didalam Al-Quran, seperti dilansir The World Muslim Communities Council melalui Twitter.

Pada 2013 lalu, Fakultas hukum Harvard menjadikan ayat Al-Quran surat An-Nisa ayat 135 yang berbicara soal keadilan sebagai lukisan di pintu masuk perpustakaan fakultas hukum.Ayat tersebut berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.(Surat An-Nisa ayat 135).

Universitas Harvard di Amerika Serikat pun merujuk pada sebuah ayat dari Quran. Dan ini disebut sebagai salah satu ekspresi keadilan terbesar dalam sejarah.

Dalam hal hukum, baik undang-undang maupun pelaksanaannya dianggap relatif. Namun, hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk keadilan karena menurut definisi itu adalah persembahan dari apa yang adil secara moral dan benar.

Seperti kita ketahui, hukum harus mencari keadilan dan Harvard tahu persis bagaimana Islam melakukannya.

Harvard Law School, sebagai salah satu institusi paling bergengsi di dunia (No 7 di dunia, tepatnya), sebenarnya berbicara tentang keadilan di pintu masuk perpustakaan fakultasnya.

Dalam hal ini, terdapat beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa rujukan itu berasal dari kitab karya Imam Mahdi Ajf.

Ungkapan yang ada di tangan adalah ayat 135 surah an-Nisaa, yang dipasang di dinding yang menghadap pintu masuk utama fakultas. Di dinding itu tertuang beberapa kutipan atau gambaran beberapa frasa terbaik berkaitan dengan keadilan.

Menurut mereka hal tersebut patut diingatkan terutama pada era meningkatnya Islamofobia, khususnya di Amerika Serikat.

Contohnya ada pada surah an-Nisaa. Surat ini dikenal karena merupakan pemberdayaan perempuan. Islam secara umum telah memperjuangkan hak-hak perempuan sejak hari pertama.

Agama termasuk orang pertama yang menangani bayi perempuan, mendorong perempuan untuk bekerja, dan menyebarkan perlakuan yang sama antara jenis kelamin dalam pernikahan dan tugas-tugas Islam. 

Dalam surah ini ajaran Islam dikreditkan sebagai agama pertama yang memberikan hak warisan perempuan.

Namun, seiring kemajuan dunia, beberapa hukum Islam-yang berbeda antara jenis kelamin-tetap tidak berubah. 

Salah satu hukum tersebut adalah warisan yang mengatur karena wanita Muslim mewarisi setengah dari apa yang dilakukan saudara-saudara mereka, sebuah hukum diskriminatif yang banyak menantang dalam beberapa tahun terakhir.

Meskipun demikian, Harvard Law School telah memutuskan untuk menyoroti perjuangan Islam untuk keadilan. Berikut adalah bagian dari ayat yang di-posting di dinding perpustakaan Harvard itu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya : Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Surat Al-Ma’idah Ayat 8).

Didirikan pada 1817, Universitas Harvard adalah sekolah hukum tertua yang terus beroperasi di Amerika Serikat. Selain itu, di universitas ini pun telah menjadi tuan rumah perpustakaan hukum akademis terbesar di seluruh dunia.

Terpampangnya' Words of Justice' (keadilan dunia) yang berasal dari kerja kolaborasi antara mahasiswa, fakultas, dan staf di universitas, adalah sebuah kesaksian tentang ketahanan kerinduan kemanusiaan akan keadilan dan martabat melalui hukum. Hal ini dinyatakan dalam situs lembaga tersebut:

“Kata-kata di dinding ini menegaskan kekuatan dan tak tertahankan gagasan keadilan,” katanya.

“Ini mencerminkan harapan bahwa aspirasi dan cita-cita yang diungkapkan di sini akan terus menginspirasi semua orang yang berjuang untuk hukum yang adil.”

viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb