Gelontorkan Rp 69,7 Miliar, 706 Huntap Korban Tsunami Di Pandeglang Segera Rampung

Penulis Arief Prasetyo | Ditayangkan 14 Feb 2020

Gelontorkan Rp 69,7 Miliar, 706 Huntap Korban Tsunami Di Pandeglang Segera Rampung

Image from facebook.com

Semoga diharapkan cepat selesai..

Kabar baik, pembangunan hunian tetap untuk 706 Kepala Keluarga korban tsunami Selat Sunda telah digelontorkan dana sebesar Rp 69,7 miliar, dengan begitu diharapkan pembangunan ini segera dirampungkan sebelum idul fitri.

Pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk 706 Kepala Keluarga korban tsunami Selat Sunda diharapkan selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Hal ini terungkap saat Bupati Pandeglang Irna Narulita betemu dengan Deputi Rekonstruksi dan Rehabilitasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rifai di Pendopo Kabupaten Pandeglang, di Pandeglang, Rabu.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang Surya Darmawan mengatakan jika dana untuk pembangunan Huntap sudah masuk di Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) Kabupaten Pandeglang tahun 2020.

“Anggaran untuk Huntap kurang lebih sebesar Rp69,7 miliar dan untuk pembangunan jalan dan jembatan yang terdampak sebesar Rp5,19 miliar,” kata Surya melalui siaran tertulis.

Dikatakan Surya, persiapan Huntap sejak Januari 2020 sudah dipersiapkan untuk beberapa proses administrasinya mulai dari tim teknis, hingga Kerangka Acuan Kerja (KAK).

“Saat ini kami sedang mulai untuk pengadaan dan untuk lelang sudah masuk di Unit Layanan Pengadaan (ULP),” ungkapnya.

Masih kata Surya, ada 8 titik yang akan dibangunkan huntap yaitu Desa Sukarame Kecamatan Carita, Desa Banyu Mekar Kecamatan labuan, Mekarsari Kecamatan Panimbang, Desa Sumberjaya Kecamatan Sumur, Desa Tunggal jaya Kecamatan Sumur, Cigorondong Kecamatan Sumur, Tamanjaya Kecamatan Sumur, dan Ujung Jaya Kecamatan Sumur.”

Untuk semua lahan sudah siap, tinggal Sumber Jaya Kurang 4 Hektar, namun ada tanah warga yang siap dibangun dan pembayarannya bisa diakhir tahun dengan dilakukan perjanjian terlebih dahulu,”pungkasnya.

Baca Juga:

  • Kisah Unik Dibalik Tes CPNS 2019, Bau Kemenyan hingga Jimat Tulisan Arab
  • 5 Kunci Sukses Mendidik dan Memahami Anak Berkebutuhan Khusus
  • Sementara Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta Kepala BPBD Pandeglang agar melakukan kordinasi dengan pihak LKPP agar pelaksanaan lelang ini bisa berjalan cepat dan lancar.

    "Memang ada aturannya untuk batasan waktu dalam proses pengadaan, tapi saya harap tidak terlalu lama karena keterkaitan dengan bencana. Kasihan masyarakat yang saat ini sudah menantikan untuk pembangunan Huntap," kata IrnaIrna menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Pusat dalam penanggulangan bencana tsunami Selat Sunda di Kabupaten Pandeglang.

    "Semoga huntap ini segera selesai sebelum Hari Raya, supaya Lebaran para korban sudah memiliki hunian tetap," kata Irna.

    Deputi Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB Rifai mengatakan, tujuannya datang ke Pandeglang dalam rangka percepatan pembangunan Huntap.

    Ia mengatakan, pelaksanaan administrasi dalam pengadaan lelang diharapkan tidak ada permasalahan karena ini keterkaitan dengan kebencanaan.

    "UU no.24 tahun 2007 pasal 77 menjelaskan, setiap orang yang dengan sengaja menghambat kemudahan akses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana," katanya.

    Ia mengatakan penanggulangan bencana di Pandeglang tergolong cepat. Pasalnya, dari 124 Kabupaten dan Kota yang ada di Indonesia masih ada 20 kabupaten dan kota yang belum terakomodir.

    "Alhamdulillah Kabupaten Pandeglang, bantuan hibahnya sudah turun pada Desember 2019 dan masuk rekening daerah, bahkan tahun ini sudah masuk DPA," katanya.*

    viral minggu ini

    BAGIKAN !

    Jika kontent kami bermanfaat
    share wa
    share fb