Viral Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, Janjikan Uang untuk Para Pengikutnya 

 15 Jan 2020  Arief Prasetyo

Viral Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, Janjikan Uang untuk Para Pengikutnya 

Image from www.liputan6.com

Jika di Inggris saja pangerannya mundur...

Lah disini malah sebaliknya, ngaku-ngaku pangeran, apalagi pakai nama sejagat pula weleh..... weleh.....

Dalam pidatonya, sang raja bercerita mengenai runtuhnya kerajaan Majapahit. Banyak pengawal berpakaian seperti perwira militer atau polisi. Seperti kerajaan pada umumnya, bangunan keraton itu memiliki singgasana yang ditempati pemimpin mereka dalam nuansa emas, merah, dan putih.​

Sinuhun yang menjadi raja itu adalah Totok Santoso Hadiningrat serta Kanjeng Ratu, alias Dyan Gitarja. Berbagai foto dan video yang tersebar di media sosial, sepasang raja dan ratu ini menaiki kuda sambil diiringi para pengikutnya.

"Tugas kami adalah meneruskan Kerajaan Majapahit yang runtuh pada 1518, sekitar 500 tahun yang lalu," kata Totok dalam pidatonya.

Sebelum berpidato, Totok dan Gita dikawal pasukan menggelar pawai atau kirab di Desa Pogung, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, sambil membawa bendera. Lalu pada Minggu (12/1/2019) malam, Kerajaan Agung Sejagad ini dan membacakan silsilah kerajaan, dihadiri sekitar 200 orang. Sidang dipimpin oleh Sinuhun Totok, alias Rakai Mataram Agung Jaya Kusuma Wangsa Sanjaya.

Baca Juga:

Sikap Polisi dan TNI

Viral Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, Janjikan Uang untuk Para Pengikutnya 

Image from www.liputan6.com

Sementara itu, Polres Purworejo bersama TNI dan Pemkab setempat langsung berencana mengklarifikasi munculnya Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan ini.

"Kami mengetahui informasi tersebut, tapi tindak lanjut belum bisa sampai langkah hukum dan kami akan bersama-sama klarifikasi," kata Wakapolres Purworejo Komisaris Andis Arfan Tofani, Senin (13/1/2020).

Konfirmasi itu perlu dilakukan karena belum ada konfirmasi langsung dari pimpinan keraton tersebut. Selain itu, informasi juga masih simpang siur.

 "Kami memang sudah komunikasi dengan camat dan kades setempat tentang hal tersebut dan mereka akan lapor bupati lebih dulu," katanya.

Andis menyampaikan, sementara ini pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar agar tidak resah. 

Keberadaan keraton tersebut, ditandai dengan bangunan semacam pendopo yang belum selesai pembangunannya. Di sebelah utara pendopo, ada sebuah sendang (kolam) yang keberadaannya sangat disakralkan.

Pada lokasi tersebut, juga ada sebuah batu prasasti bertuliskan huruf Jawa, di mana pada bagian kiri prasasti ada tanda dua telapak kaki, dan di bagian kanan ada semacam simbol. Prasasti ini disebut dengan Prasasti I Bumi Mataram.

Kirab dan Wilujengan Keraton Agung Sejagat ini sendiri sudah berlangsung sejak Jumat (10/1/2019) hingga Minggu (12/1/2019).