Kebiasaan Sepele Seperti Ini Ternyata Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Penulis Arief Prasetyo | Ditayangkan 14 Jan 2020

Kebiasaan Sepele Seperti Ini Ternyata Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Listrik prabayar - Image from liputan6.com

Tagihan listrik bengkak ngeluh, tapi masih aja melakukan kebiasaan seperti ini

Kebiasaan yang bisa membuat tagihan listrik bengkak, banyak yang melakukannya tanpa sadar. Giliran waktu tagihan dibayar kaget tagihannya besar banget, lalu bilang "Padahal gak dipakek apa-apa kok banyak ya tagihannya". 

Padahal tanpa sadar melakukan kebiasaan ini.

Pernahkah Bunda mendapatkan tagihan listrik di rumah yang tiba-tiba melonjak? Mungkin Bunda akan kaget, tapi bisa saja hal itu terjadi karena Bunda dan keluarga kerap melakukan hal sepele yang bikin tagihan listrik rumah membengkak. Apa saja?​

Menurut Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, salah satu penyebab listrik boros adalah penggunaan rice cooker untuk menghangatkan nasi secara terus-menerus.

"Bila sehari rice cooker memanaskan nasi 10 jam, demikian terus setiap bulan, maka pemakaian listrik dari rice cooker adalah 77 W x 10 jam/hari x 30 hari/bulan jadi 23,1 kWh/bulan. Andaikan rumah tangga ini tidak menggunakan penghangat rice cooker, bisa hemat Rp 34.650/bulan.

Selain itu, berikut ini beberapa kebiasaan sepele lainnya yang bisa bikin tagihan listrik rumah membengkak, dikutip dari berbagai sumber.

1. Colokan listrik tidak dicabut

Bunda dan keluarga mungkin kerap lupa dengan ini ya? Terutama colokan charger handphone. Pasti jarang sekali dilepas dari stop kontak walaupun sudah selesai mengisi daya. Kebiasaan tidak dicabut seharian.

Colokan alat elektronik yang menempel pada stop kontak bisa menyedot listrik, Bunda. Ini menyebabkan tagihan listrik di rumah membengkak. Jadi sebaiknya, setelah mencharger handphone jangan lupa cabut kabelnya dari stop kontak ya, Bunda.

Hal ini senada dengan cuitan di akun Twitter PLN Distribusi Jawa Barat yang bunyinya:

"Tahukah kalian bahwa saat charger handphone yang tidak dicabut dari colokan mengkonsumsi 1 watt setiap jamnya. Jika seluruh Jabodetabek lupa mencabut charger handphone mereka, energi yang terbuang berjumlah 96.000 kWh, dan itu cukup untuk menerangi 755 rumah."

Itu artinya, jika seluruh warga Jabodetabek selalu ingat untuk mencabut kabel charger setelah dipakai, akan menghemat 96.000 kWh. Daya sebesar itu bisa dipakai untuk menerangi 755 rumah.

2. Lampu menyala disiang hari 

Kebiasaan memakai lampu di siang hari kadang sering ditemukan di banyak rumah. Padahal sebenarnya kita tidak perlu menyalakan lampu, karena sinar matahari yang masuk ke rumah sudah cukup menerangi ruangan.

Tanpa kita sadari, kebiasaan ini bisa membuat tagihan listrik membengkak lho, Bunda. Faktanya, arus listrik berjalan ketika lampu menyala. Nah, daripada tagihan listrik bengkak, lebih baik gunakan lampu di tempat yang diperlukan saja. Kalau ruangan cukup terang, pastikan lampu dimatikan untuk hemat energi.

3. TV menyala tapi tidak ditonton

Banyak orang yang menyalakan televisi tapi tidak benar-benar menontonnya. Alasannya untuk membuat suasana rumah lebih hidup dan terasa ramai.

Padahal kebiasaan ini bisa membuat tagihan listrik naik lho. Daripada tagihan listrik membengkak hanya karena menyalakan TV lalu ditinggal tidur, lebih baik dimatikan saja ya, Bunda.

Baca Juga:

4. Memasukkan makanan panas dalam kulkas

Apa Bunda pernah melakukan ini? Misalnya setelah membuat puding, Bunda tak benar-benar menunggu dingin, tapi masih panas langsung dimasukkan ke kulkas, agar bisa cepat dikonsumsi.

Nah, kebiasaan ini ternyata salah besar, Bunda. Ini bisa membuat tagihan listrik membengkak. Pasalnya, ketika ada suhu panas yang masuk dalam kulkas, maka kulkas akan bekerja keras untuk membuat suhu menjadi normal kembali. Ini membuat daya listrik yang dibutuhkan jadi lebih tinggi.

Daripada terjadi pemborosan karena kebiasaan sepele ini, lebih baik Bunda sabar menunggu sampai makanan atau minuman tidak panas lagi ya.

5. Penggunaan lampu pijar

Penggunaan lampu pijar bisa membuat tagihan listrik membengkak, Bunda. Karena lampu pijar menggunakan arus listrik lebih besar. Nah, agar lebih hemat, gantilah lampu pijar dengan lampu LED. Lampu LED bahkan bisa menghemat energi listrik sampai 90 persen lho. Intensitas cahayanya pun lebih terang.

Artikel Terkait
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb