Rangkaian Seri dan Paralel

 10 Oct 2019  Bima P

Rangkaian Seri dan Paralel

Ilustrasi listrik - Image from abc.net.au

Listrik menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang tidak lagi bisa dipisahkan. Keberadaan listrik memegang peranan penting untuk mendukung semua kegiatan manusia. 

Namun masih jarang yang tau mengenai perbedaan rangkaian seri dan paralel yang ada pada sistem kelistrikan.

Pengetahuan ini menjadi penting untuk diulas kembali. Mengetahui mengenai jenis rangkaian akan membantu dalam aplikasi kehidupan sehari-hari. 

Ilmu fisika mengenai kelistrikan ini juga selalu ada di setiap mata pelajaran untuk semua kurikulum yang diajarkan.

Baca Juga :

1. Pengertian Listrik Dinamis Beserta Contoh dan Rumusnya
2. Kelebihan dan Kekurangan Listrik Statis untuk Penggunaan Sehari-hari
3. Cara Membuat Alat Penghemat Listrik, Jadi Tak Perlu Mahal-mahal Membelinya

Pengertian Rangkaian Seri

pengertian rangkaian seri dalam ilmu kelistrikan adalah suatu rangkaian yang semua bagian-bagiannya dihubungkan berurutan, sehingga setiap bagian dialiri oleh arus listrik yang sama. 

Rangkaian tunggal merupakan sebutan lain dari rangkaian ini, disebut rangkaian tunggal karena rangkaian ini membiarkan listrik mengalir keluar dari sumber tegangan, melalui setiap bagian, dan kembali lagi ke sumber tegangan. 

Kuat arus dari rangkaian ini selalu mengalir sama di setiap titik sepanjang rangkaian. Hambatan dalam rangkaian ini akan semakin besar nilainya. 

Contoh saja lampu yang dirangkai secara seri nyalanya akan menjadi semakin redup. Apabila satu lampu mati, maka lampu yang lain juga akan mati.

Karakteristik Rangkaian Seri

  • Cara menyusun rangkaian cenderung praktis dan sederhana.​
  • Semua komponen listrik disusun secara sejajar (berderet atau berurutan).
  • Kabel penghubung pada seluruh komponen tidak memiliki percabangan sepanjang rangkaian.
  • Hanya ada satu jalan yang dapat dilalui oleh arus, jadi jika ada satu jalur yang terputus maka rangkaian tidak dapat berfungsi dengan benar.
  • Arus listrik yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian sama besarnya
  • Setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama.
  • Beda potensial/tegangan memiliki nilai yang berbeda terhadap setiap komponen yang terpasang.
  • Memiliki hambatan total yang lebih besar daripada hambatan penyusunnya.

Rumus Rangkaian Seri

Rs = R1 + R2 +….

Keterangan rumus :
Rs disini memiliki arti sebagai hambatan total rangkaian seri (ohm atau Ω)
R1 adalah hambatan 1 (ohm atau Ω)
R2 adalah hambatan 2 (ohm atau Ω)

Pengertian Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel merupakan rangkaian yang disusun secara berderet, secara sederhana, rangkaian paralel diartikan sebagai rangkaian listrik yang semua bagian-bagiannya dihubungkan secara bersusun. Ini mengakibatkan terbentuknya cabang di antara sumber arus listrik pada rangkaian paralel.

Karakteristik Rangkaian Paralel

  • Cara menyusun rangkaian cenderung lebih rumit.​
  • Semua komponen listrik terpasang secara bersusun atau sejajar.
  • Kabel penghubung pada sebuah rangkaian memiliki percabangan.
  • Terdapat beberapa jalan yang dapat dilalui oleh arus.
  • Arus yang mengalir pada setiap cabang memiliki besar nilai yang berbeda.
  • Setiap komponen mendapatkan besar arus yang berbeda.
  • Setiap komponen mendapatkan besar tegangan yang sama.
  • Hambatan totalnya lebih kecil dari hambatan pada tiap-tiap komponen penyusunnya.

Rumus Rangkaian Paralel

1/Rp = 1/R1 + 1/R2 +….

Keterangan rumus :
Rp disini memiliki arti sebagai hambatan total rangkaian seri (ohm atau Ω)
R1 adalah hambatan 1 (ohm atau Ω)
R2 adalah hambatan 2 (ohm atau Ω)

Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel

Rangkaian Seri dan Paralel

contoh perbedaan rangkaian pada seri dan paralel - Image from romadecade.org

Rangkaian Seri dan Paralel

detail perbedaan rangkaian seri dan paralel - Image from rumusrumus.com

Cara Menyusun Komponen Listrik

Rangkaian seri dan rangkaian paralel dapat dengan mudah diidentifikasi dengan mengetahui bentuk pemasangan komponen listriknya. Pada rangkaian seri, komponen listrik disusun secara berurutan atau berderet. 

Sedangkan rangkaian paralel komponen listriknya dipasang secara bersusun atau berjajar sehingga tiap bagian mempunyai cabang masing-masing. Cabang-cabang tersebut terhubung dengan catu daya sebagai sumber energi listrik.

Pada rangkaian paralel

Arus yang mengalir ke tiap cabang berbeda besarnya. Karena masing-masing cabang terhubung dengan kutub positif dan kutub negatif pada catu daya, maka tegangan untuk tiap bagian-bagiannya yaitu sama besar.

Pada rangkaian seri

Kabel penghubung semua komponen  sepanjang rangkaian tersebut tidak memiliki cabang sehingga arus listrik hanya melewati satu jalan atau satu arah saja. Arus listrik yang mengalir disini akan sama besar tetapi tegangan atau beda potensialnya berbeda. Pada rangkaian ini, tegangan merupakan hasil jumlah dari tegangan masing-masing hambatan dimana nilai hambatannya adalah perolehan dari membagi tegangan dengan kuat arus.

Demikian artikel kami tentang rangkaian seri dan paralel. Semoga dengan artikel ini anda dapat terbantu untuk memahami 2 jenis rangkaian tersebut.