Susunan Acara Pernikahan Adat Jawa dan Sunda

 30 Sep 2019  Taufiq F

Susunan Acara Pernikahan Adat Jawa dan Sunda

Susunan acara pernikahan - Image from popbela.com

Dalam sebuah acara pernikahan, ada lapisan atau susunan acara pernikahan. Susunan panitia pernikahan sederhana ini berfungsi untuk mengatur jalannya prosesi acara pernikahan awal sampai akhir.

Setelah ijab kabul selesai dibacakan maka keduanya secara sah menjadi suami istri. Kemudian acara resepsi pernikahan dilakukan.

Namun semua tidak akan dapat berjalan lancar tanpa persiapan yang matang. Salah satu yang menjadi penentu acara pernikahan dapat sukses dari awal hingga akhir adalah susunan panitia pernikahan tersebut.

Serangkaian susunan panitia pernikahan sederhana yang sudah tersusun dan sistematis terjadwal yang dijalankan oleh MC pernikahan untuk memastikan acara pernikahan berjalan lancar, berikut susunan panitia pernikahan di gedung lebih jelasnya.

Susunan Panitia Pernikahan Adat Jawa

Pada susunan panitia pernikahan jawa tak lepas dari adat dan istiadat yang mengandung makna dan filosofi tinggi. Makna ini tentu akan mengiringi kehidupan pengantin baru yang akan segera dijalani, berikut ini susunan panitia acara pernikahan adat jawa yang perlu anda ketahui:

1. Serah-serahan

Pada yang pertama yaitu keluarga calon mempelai laki-laki mendatangi kediaman keluarga calon mempelai perempuan dengan tujuan melamar putri keluarga tersebut untuk menjadi istri putra mereka.

Sembari mengutarakan maksudnya itu, keluarga laki-laki membawa serah-serahan atau yang diartikan sebagai barang-barang yang mempunyai makna tersendiri, seperti cincin, makanan tradisional, dan yang lainnya.

2. Siraman

Kemudian yang kedua adalah siraman, ritual ini bertujuan untuk membersihkan jiwa pengantin. Siraman ini biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum hari pernikahan di kediaman calon mempelai perempuannya.

Kemudian calon pengantin laki-laki dan perempuan disiram oleh pini sepuh, atau orang yang di tua kan.

3. Paes atau Ngerik

Setelah siraman, kemudian upacara paes dilakukan di kamar calon mempelai perempuan. Tidak hanya calon pengantin perempuan saja, tetapi juga beberapa keluarga calon mempelai.

Ngerik sendiri ini adalah menghilangkan rambut-rambut halus di wajah calon mempelai perempuan agar nampak bersih dan wajahnya jadi bercahaya.

4. Dodol dawet

Kemudian lanjut ke acara dodol dawet atau menjual dawet. Proses ini melambangkan agar dalam upacara pernikahan yang akan dilangsungkan, dikunjungi banyak tamu dan dawet pun laris terjual

5. Midodareni

Selanjutnya adalah midodaren, artinya yaitu widodari atau bidadari dalam bahasa Indonesia. Upacara ini dilakukan pada malam hari setelah prosesi siraman.

Pada malam midodareni ini, keluarga calon mempelai pria berkunjung ke rumah calon mempelai perempuan untuk mempererat tali silahturahmi.

6. Upacara panggih

Kemudian lanjut ke prosesi upacara panggih, prosesi ini dimulai dengan datangnya calon mempelai pria dan rombongan ke kediaman calon mempelai perempuan.

Pada sisi rombongan mempelai laki-laki, ada 2 orang lelaki mudah atau 2 orang perempuan muda membawa masing-masing serangkaian bunga atau disebut kembar mayang.

7. Upacara balangan suruh 

Masih dalam prosesi sama dengan upacara panggih tadi, jarak antara mempelai kurang lebih lima langkah. Kedua mempelai saling melempari ikatan daun sirih yang diisi kapur sirih dah diikat benang.

Kedua mempelai saling melempar sambil tersenyum. Menurut kepercayaan kuno, daun sirih punya daya mengusir roh jahat dalam diri masing-masing calon mempelai.

Demikian susunan acara pernikahan adat jawa, untuk adat sunda langsung saja simak pada penjelasan berikut ini:

Baca Juga:
1. Pengantin Baru Harus Tahu Adab Malam Pertama Pernikahan Menurut Islam
2. 5 Trik Rahasia Pengantin Baru Bisa Punya Rumah, Tidak Sampai 1 Tahun
3. 5 Perabot yang Wajib Dimiliki Pengantin Baru
4. Doa Pernikahan Untuk Pengantin Baru Agar Mereka Bahagia Selamanya

Susunan Panitia Pernikahan Adat Sunda

1. Neundeun Omong

Pada langkah pertama yang perlu dilakukan adalah neundeun omong. Keluarga atau wali dari pihak laki-laki berkunjung ke kediaman keluarga perempuan untuk silaturahmi.

Pada tahap ini orangtua atau wali pihak laki-laki dan orangtua perempuan bertemu untuk berbicara tentang status si perempuan.

Meski terkesan santai, di tahap inilah titik permulaan di mana pihak perempuan dan laki-laki harus sama-sama serius sehingga kedua belah pihak untuk menentukan hari lamaran.

2. Narosan

Kemudian dilanjutkan ke narosan atau disebut ngelamar. Pada prosesi lamaran berlangsung secara resmi biasanya pihak laki-laki akan membawa cincin, sirih, dan pakaian perempuan di mana masing-masing barang memiliki makna tersendiri.

Pada proses ini akan mendiskusikan kapan acara pernikahan akan diselenggarakan.

3. Seserahan

Seserahan ini adalah tahap di mana pihak laki-laki akan membawa beberapa bingkisan cantik berisi uang, perabotan rumah tangga, pakaian, dan kebutuhan lainnya untuk diserahkan kepada pihak perempuan.

Sebagai balasan, pihak perempuan juga menyerahkan seserahan kepada pihak laki-laki.

4. Ngaras

Pada proses ini biasanya yang paling mengharukan, dimana kedua belah pihak akan meminta izin kepada orangtua mereka untuk mencuci dan membasuh kaki mereka.

Proses ini adalah simbol atau ungkapan hormat dari anak kepada orangtua dengan tujuan mendapatkan berkah setelah berumah tangga nanti.

5. Siraman

Proses siraman atau disebut dengan ngebakan, yaitu memandikan calon pengantin perempuan untuk membersihkan jiwa dan tubuhnya supaya suci sebelum menikah.

Ngebakan biasanya dilakukan tiga hari sebelum pernikahan dan menggunakan air yang dicampur bunga tujuh rupa.

6. Ngeuyeuk seureuh

Ada proses selanjutnya yaitu ngeuyeuk seureuh, acara ini dipimpin oleh pangeuyeuk, yaitu orang yang membimbing dan menjelaskan tujuan prosesi ini.

Kedua calon pengantin akan meminta izin dan doa restu kepada orangtua mereka atau disebut ngaras.

7. Akad Nikah

Setelah melakukan semua diatas kemudian lanjut ke prosesi melangsungkan akad nikah. Seperti akad nikah pada umumnya, prosesi ini disertai tukar cincin dan saling memberikan seserahan.

8. Saweran

Pada proses ini tidak kalah pentingnya dengan proses pra nikah sebelumnya, yaitu tradisi saweran atau melempar beberapa barang termasuk uang, beras, kembang gula dan kunyit.

Demikianlah penjelasan mengenai susunan acara nikah, baik susunan penting pernikahan adat jawa dan juga contoh susunan panitia pernikahan adat sunda yang dapat wajibbaca.com jelaskan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua.