Jenis-Jenis Paragraf, Pengertian, dan Contohnya

 18 Sep 2019  Bima P

Jenis-Jenis Paragraf, Pengertian, dan Contohnya

buku-paragraf - Image from incimages.com

Paragraf adalah kumpulan suatu kalimat yang terdiri dari kalimat utama atau ide pokok dan kalimat penjelas. Dalam karya ilmiah atau sastra, paragraf menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan. Paragraf dibagi dalam beberapa jenis berdasar letak kalimat utama dan menurut tujuannya.

Paragraf juga memiliki sebutan lain yaitu alinea. Dalam paragraf dapat dipastikan terdapat satu kalimat utama yang diikuti dengan kalimat penjelas. Kalimat penjelas berisi keterangan pendukung kalimat utama dari paragraf tersebut.

Mari kita simak jenis jenis paragraf dan contohnya pada penjelasan berikut :

Jenis Jenis Paragraf dan Pengertiannya

Jenis Jenis Paragraf Berdasar Letak Gagasan Utama

1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang letak gagasan utamanya berada di kalimat awal kemudian dilanjutkan dengan kalimat penjelas. Terdapat istilah lain dari penjelasan ini, yaitu pengembangan paragraf dengan pernyataan umum ke khusus.

Contoh : Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.

2. Paragraf Induktif

Paragraf ini lawan dari paragraf deduktif, yang berarti paragraf di awali dengan kalimat penjelas dan kalimat utama berada di akhir paragraf. Ini berarti paragraf dimulai dengan pernyataan khusus ke umum.

Contoh : Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien.

3. Paragraf Campuran

Paragraf ini merupakan gabungan dari paragraf deduktif dan induktif. Jenis paragraf ini diawali dengan kalimat utama diikuti dengan kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat utama kembali.

Contoh :Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.

Jenis Jenis Paragraf Berdasar Tujuannya

1. Paragraf Narasi

Paragraf Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian yang didalamnya terdapat alur cerita, setting, tokoh dan konflik tetapi tidak memiliki kalimat utama.

Ciri-cirinya: ada kejadian, ada pelaku, dan ada waktu kejadian.

Contoh Paragraf Narasi :

Jam istirahat. Roy tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan,mengernyitkan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan di ruang perpustakaan hanya ada dia.

2. Paragraf Deskripsi

Paragraf Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang digambarkan itu. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang, benda, atau tempat.

Ciri-cirinya: ada objek yang digambarkan atau menggunakan panca indera. Contoh Paragraf Deskripsi : 

Perempuan itu tinggi semampai. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajahnya yang kuning nampak semakin cantik. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina.

3. Paragraf Persuasi

Paragraf Persuasi adalah paragraf yang mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.

Ciri-cirinya : ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu.

Contoh Paragraf Persuasi :

Susu sangat baik untuk kesehatan kita. Susu mengandung banyak kalsium yang sangat berguna untuk pertumbuhan tulang kita. Selain itu, susu juga memiliki banyak protein yang bisa membantu meningkatkan kecerdasan otak kita. Oleh karena itu, marilah kita perbanyak meminum susu.

4. Paragraf Argumentasi

Paragraf Argumentasi adalah sebuah paragraf yang menjelaskan pendapat dengan berbagai keterangan dan alasan. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan pembaca.

Ciri-cirinya: ada pendapat dan ada alasannya.

Contoh Paragraf Argumentasi :

Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.

5. Paragraf Eksposisi

Paragraf Eksposisi adalah paragraf yang berisi ide, pendapat, buah pikiran, informasi, atau pengetahuan yang ditulis dengan tujuan untuk memperluas wawasan pembaca.

Ciri-cirinya: biasanya terdapat kata "adalah" dan merupakan informasi.

Contoh Paragraf Eksposisi :

Ciplukan adalah tumbuhan semak yang biasa tumbuh di tanah-tanah kosong yang tidak terlalu becek dan hanya bisa ditemukan saat musim penghujan. Tumbuhan ini biasanya mempunyai tinggi antara 30-50 Cm, batangnya berwarna hijau kekuningan, buahnya berbentuk bulat dan berwarna kuning. Selain mempunyai rasa yang manis, ternyata buah ciplukan menyimpan beberapa khasiat penting untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Jenis Jenis Paragraf Berdasar Fungsinya

1. Paragraf Pembuka

Pengertian paragraf pembuka adalah paragraf yang berada di awal sebuah karya tulis. Jenis paragraf pembuka berfungsi sebagai pengantar dan pengenalan isi kepada pembaca.

Isi dari paragraf pembuka adalah pengantar dari isi bacaan atau karya tulis yang dijabarkan dengan lengkap pada paragraf-paragraf berikutnya.

2. Paragraf Penghubung

Pengertian paragraf penghubung adalah paragraf yang berada di tengah-tengah sebuah karya tulis. Jenis paragraf penghubung berfungsi sebagai penghubung antara paragraf pembuka dan paragraf penutup.

Isi dari paragraf penghubung adalah inti dari karya tulis itu sendiri. Segala sesuatu terkait inti dan wacana dari sebuah karya ada pada paragraf penghubung.

3. Paragraf Penutup

Pengertian paragraf penutup adalah paragraf yang berada di akhir sebuah karya tulis. Jenis paragraf penutup berfungsi sebagai penutup sebuah karya tulis itu sendiri.

Isi dari paragraf penutup adalah kesimpulan, ringkasan, saran atau komentar penulis dari bacaan yang sudah dijabarkan di paragraf-paragraf sebelumnya.

Jenis Jenis Paragraf Berdasar Pola Pengembangannya

1. Pola umum-khusus

Pola ini diawali dengan pernyataan yang sifatnya umum dengan ditandai kata banyak, umumnya kemudian dijelaskan dengan rincian - rincian.

2. Pola khusus-umum

Pola ini merupakan kebalikan dari pola umum-khusus yaitu diawali dengan rincian - rincian dan diakhiri pernyataan yang bersifat umum.

3. Pola definisi luas

Pola ini digunakan sebagai usaha penulis untuk membeberkan keterangan atau arti terhadap sebuah kata atau suatu hal.

4. Pola proses

Pola ini merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau per urutan dari suatu kejadian atau peristiwa.

5. Pola sebab-akibat

Pola ini dilakukan dengan mencantumkan sebab-sebab suatu hal terjadi dan diikuti dengan akibat yang ditimbulkan oleh sebab-sebab tersebut.

6. Pola ilustrasi

Pola ini dilakukan ketika ditemukan sebuah gagasan yang masih terlalu umum sehingga dibutuhkan ilustrasi-ilustrasi yang bersifat konkret.

7. Pola pertentangan dan perbandingan

Pola pertentangan digunakan ketika kita membahas suatu persoalan dengan cara mengontraskan dengan masalah lain, sedangkan pola perbandingan digunakan ketika membahas dua hal atau objek berdasarkan persamaan dan perbedaan-perbedaannya.

8. Pola analisis

Pola ini digunakan ketika menjelaskan suatu hal atau gagasan yang sifatnya umum ke dalam perincian-perincian yang logis dan analitis.

9. Pola klasifikasi

Pola ini digunakan untuk mengelompokkan hal, peristiwa, atau benda yang dianggap memiliki kesamaan-kesamaan tertentu.

10. Pola seleksi

Pola ini dilakukan dengan cara memilih per bagian dengan didasarkan atas fungsi, kondisi, atau bentuknya.

11. Pola titik pandang

Pola ini dilakukan dengan cara melihat kedudukan pengarang dalam menceritakan atau melihat sesuatu.

12. Pola dramatis

Pola ini dilakukan dengan cara penceritaan tidak langsung atau melalui dialog-dialog.

13. Analogi

Pola ini dilakukan dengan membandingkan dua benda yang banyak kesamaan sifatnya.

14. Generalisasi

Pola ini dilakukan dengan cara menarik sebuah kesimpulan umum dari beberapa data yang dimiliki.