Doa Mensyukuri Nikmat Allah

 24 Sep 2019  Isfatu Fadhilatul

Doa Mensyukuri Nikmat Allah

Doa Mensyukuri Nikmat Allah - Image from etsy.com

Ketika Allah memberikan nikmat kepada hamba-Nya, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah mengucapkan doa mensyukuri nikmat Allah.

Dalam firman-Nya, Allah menyebutkan bahwa Ia akan memberikan azab yang pedih bagi hamba-Nya yang tidak mau bersyukur. Dan sebaliknya pula, Allah akan menambah nikmat-Nya kepada hamba tersebut jika ia mau bersyukur.

Doa Mensyukuri Nikmat Allah

Nikmat tidak hanya materi namun bisa berupa apa saja, sesuai yang disebutkan Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Ibrahim yang berbunyi :

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Wa ātākum ming kulli mā sa`altumụh, wa in ta'uddụ ni'matallāhi lā tuḥṣụhā, innal-insāna laẓalụmung kaffār

Artinya :

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

Dari surat diatas, dapat kita ketahui betapa ingkarnya manusia akan nikmat yang Allah berikan kepadanya.
Allah SWT memberikan kenikmatan dari berbagai aspek, di antaranya ada tiga golongan nikmat yang sering dilupakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan kehidupan, nikmat akal atau kemampuan berfikir, dan nikmat beragama. Berikut akan kita bahas doa syukur nikmat dan artinya.

Nikmat Kesehatan dan Kehidupan

Ibnu Abbas r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua macam nikmat yang banyak dilupakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan kesempatan (umur)” (HR.Bukhari)

Kesehatan merupakan nikmat yang tidak ternilai harganya. Walaupun kita kaya raya, bergelimang harta, namun apabila tubuh tidak sehat maka tidak akan ada gunanya. Karena itu, sudah sepantasnya kita mensyukuri kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT.
Allah berfirman dalam Q.S Al 'Ashr 

وَٱلۡعَصۡرِ ١  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣

wal-‘aṣr , innal-insāna lafī khusr , illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr

Artinya :

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al-Ashr:1-3)

Dari surat tersebut, dapat kita simpulkan bahwa selain kesehatan, nikmat umur pun harus benar-benar kita syukuri. Manusia adalah makhluk yang terikat waktu. Manusia tidak akan pernah tahu kapan umurnya berakhir, maka sudah seharusnya kita mengisi umur kita yang singkat ini dengan berbuat amal saleh dan menjalankan segala yang diperintahkan oleh Allah dengan baik.

Berikut adalah doa mensyukuri nikmat hidup :

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ 

Fa tabassama ḍāḥikam ming qaulihā wa qāla rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī 'ibādikaṣ-ṣāliḥīn

Artinya :

"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".

Nikmat akal

Manusia adalah makhluk yang paling mulia dibanding makhluk lainnya, karena Allah telah memberikan keindahan fisik dan akal, yaitu kemampuan berfikir untuk membuat identifikasi, klasifikasi, analisis, hipotesis yang tidak dipunyai oleh makhluk hidup lainnya.

Allah bersabda dalam QS. At-Tiin.

 لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm

Artinya:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. At-Tiin 95:4)

Dari surat diatas, sudah sepantasnya kita mensyukuri nikmat akal kita dengan cara mengucapkan Alhamdulillah dan wasysyukru lillah sebanyak-banyaknya serta tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan kita dan juga orang lain.

Nikmat Beragama

Merasakan kenikmatan, ketenteraman, dan kebahagiaan ketika melaksanakan ajaran-ajaran agama merupakan salah satu nikmat beragama. Betapa banyak orang yang merasa tersiksa saat harus melaksanakan ajaran-ajaran agama, mereka terbebani saat melaksanakan shalat, ataupun merasa berat untuk berinfak.
Jadi, ketika kita merasakan nikmatnya beragama, sudah sepatutnya hal ini harus kita syukuri.

Dengan merenungi tiga macam nikmat di atas semoga semakin membuat kita mensyukuri betapa nikmat Allah SWT itu sangat luar biasa.