Pengertian, Ciri Ciri, dan Contoh Larutan Elektrolit

 26 Sep 2019  Bima P

Pengertian, Ciri Ciri, dan Contoh Larutan Elektrolit

larutan elektrolit - Image from antisel.gr

Pada kesempatan kali ini wajibbaca.com akan mengulas jenis-jenis dan contoh larutan elektrolit. Untuk lebih jelasnya berikut kami mulai dari definisi apa itu larutan elektrolit.

Pengertian Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik, sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Larutan elektrolit secara umum terdiri dari dua jenis, yaitu larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah. 

Dalam larutan elektrolit kuat, daya hantar listriknya relatif tinggi walaupun konsentrasinya relatif kecil, sedangkan dalam larutan elektrolit lemah,daya hantar listriknya relatif rendah walaupun konsentrasinya relatif besar.

Mekanisme Hantaran Listrik Dengan Larutan

Teori ionisasi Arrhenius  menyatakan, larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena terdapat ion-ion yang bergerak bebas dalam larutan. Hantaran listrik melalui larutan dapat terjadi karena ion-ion tersebut. Contoh larutan elektrolit yang dapat kita temui sehari-hari adalah garam, karena garam mengandung larutan NaCl yang merupakan larutan elektrolit. 

Dalam pelarut air, zat terlarut NaCl akan terdisosiasi (terurai) menjadi ion Na+ dan ion Cl−. Menggunakan sumber arus listrik searah, lampu dan dua elektroda, eksperimen hantaran listrik larutan elektrolit menunjukkan ion-ion bermuatan positif akan bergerak ke arah elektroda yang terhubung ke kutub negatif (katoda) sedangkan ion-ion bermuatan negatif akan bergerak ke arah elektroda yang terhubung ke kutub positif (anoda).

Berbeda dengan larutan elektrolit, larutan non elektrolit zat non elektrolit yang terlarut tidak dapat terurai menjadi ion-ion, sehingga tidak ada ion-ion bebas yang dapat menghantarkan arus listrik. 

Sebagai contoh, larutan gula sukrosa (C12H22O11) merupakan larutan non elektrolit. Di dalam pelarut air, zat terlarut sukrosa tidak dapat terurai menjadi ion, sehingga tidak terdapat ion bebas yang dapat menghantarkan listrik.

Daya Hantar Listrik dan Ikatan Kimia

Kemampuan menghantarkan listrik dari suatu larutan bergantung pada zat terlarut. Jenis ikatan kimia pada zat terlarut merupakan faktor utama yang mempengaruhi daya hantarnya. Ditinjau dari ikatan kimia, senyawa kimia dapat dibedakan menjadi senyawa ionik dan senyawa kovalen.

1. Senyawa Ionik

Senyawa ionik adalah senyawa yang terdiri dari ion-ion positif dan negatif yang bergabung oleh karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis. Contoh senyawa ionik antara lain NaCl, KBr, CuCl2, Ca(NO3)2, (NH4)2S, NaOH, BaSO4, dan AgCl. Dalam bentuk padat (kristal), ion-ion tersebut berada dalam posisi tetap pada kisi kristalnya sehingga tidak dapat bergerak bebas. Oleh karena itu, padatan senyawa ionik tidak dapat menghantarkan listrik. J

ika padatan tersebut dilelehkan atau dilarutkan dalam air, maka ion-ion tersebut dapat terurai dari kisinya dan bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Ketika senyawa ionik dilarutkan dalam air, ion-ion positif dan ion-ion negatif akan dikelilingi oleh molekul-molekul air sehingga terjadi stabilisasi muatan oleh proses pelarutan (solvasi) oleh air.

2. Senyawa Kovalen

Senyawa kovalen adalah senyawa yang terdiri dari satuan-satuan diskrit yang disebut molekul-molekul, yang terdiri dari beberapa atom nonlogam yang berikatan kovalen. Senyawa kovalen ada yang bersifat polar dan ada pula yang nonpolar.

Ada beberapa senyawa kovalen polar yang dapat mengalami ionisasi bila dilarutkan dalam air, sehingga membentuk ion-ion bebas yang dapat menghantarkan listrik misalnya HCl, H2SO4, H2C2O4, CH3COOH, dan NH3. Senyawa-senyawa tersebut merupakan zat elektrolit.

Contoh Larutan Elektrolit

1. Contoh Larutan Elektrolit Kuat

Larutan Elektrolit Kuat merupakan Larutan yang molekulnya terurai mejadi sebuah ion-ion. Banyaknya ion-ion yang akan menghantarkan listrik pada bentuk ion yang disebut larutan elektrolit kuat.

Contohnya pada larutan elektrolit kuat yaitu:

  • Garam – NaCl, KCl, CuSO4, KNO3​
  • Asam Kuat – HCl, HI, HBr, H2SO4, HNO3
  • Basa Kuat – NaOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2, KOH

2. Contoh Larutan Elektrolit Lemah

Larutan Elektrolit Lemah merupakan larutan yang molekulnya tidak semuanya sempurna terionisasi. Karena itu molekul yang terurai menjadi ion-ion hanya sedikit yang bisa menghantarkan listrik.

Contohnya pada larutan elektrolit lemah yaitu:

  • Asam Lemah – HCN, H3PO4, CH3COOH, Dan C2O3.​
  • Basa Lemah – NH4OH, Al(OH3) dan juga Fe(OH)3).

Contoh larutan elektronik diatas kami sebutkan ada dua. Tapi hanya kami berikan contoh ringkas, namun dengan informasi yang cukup jelas. Akhir kata semoga bermanfaat.