Arti Tut Wuri Handayani Semboyan Pendidikan Indonesia

 02 Aug 2019  Taufiq Firmansah
Arti Tut Wuri Handayani Semboyan Pendidikan Indonesia

Tut Wuri Handayani - Image from : logodesainfx.com

Makna Tut Wuri Handayani adalah bagian dari 3 prinsip atau sifat kepemimpinan yang dikenalkan oleh tokoh pendidikan nasional yaitu Ki Hajar Dewantara.

Seperti yang sudah kita ketahui Tut Wuri Handayani adalah ajaran dari Ki Hajar Dewantara yang awalnya membangun Taman Siswa untuk lembaga pendidikan bagi masyarakat pribumi agar mendapatkan hak pendidikan.

Tut Wuri Handayani artinya adalah jika seseorang berada di tengah kesibukannya juga harus mampu membangkitkan semangatnya.

Ada arti yang lebih kompleks mengenai Tut Wuri Handayani, untuk itu wajib baca akan menjelaskan arti Tut Wuri Handayani secara lengkap beserta sejarahnya.

Arti Tut Wuri Handayani

Makna dari Tut Wuri Handayani ini adalah seseorang yang harus memiliki keinginan dan bisa memberikan motivasi kepada orang lain dari belakang

Dalam hal pendidikan berkaitan dengan peran guru dalam mendorong semangat belajar murid.

Kalimat Tut Wuri Handayani ini sendiri berasal dari gabungan kata Tut Wuri yang berarti mengikuti dari belakang. Kata Handayani berarti sumbangsih dorongan moral dan motivasi.

Jadi semboyan tersebut memiliki makna sikap seseorang yang senantiasa memberikan dorongan moral  dan motivasi dari belakang pada orang lain.

Semboyan ini menjadi ajaran kepemimpinan pada dunia pendidikan. Bila semboyan tersebut diresapi secara mendalam, maka akan muncul makna yang luas.

Dalam pendidikan kalimat ini menjadi sarana untuk membentuk pribadi murid yang berani dan mandiri. Sehingga output dari pendidikan ialah para pelajar yang kuat secara mental dan memiliki kemantapan dalam memegang teguh pendirian.

Sejarah Tut Wuri Handayani

Sejara awal terciptanya semboyan Tut Wuri Handayani adalah tak lepas dari peran dari bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara.

Pada saat itu beliau membangun sebuah lembaga pendidikan yang dinamakannya Taman Siswa.

Dan dari situlah awal perjuangan beliau bermula dan berkembang. Taman Siswa memiliki tujuan untuk melawan model pendidikan kolonial yang saat itu hanya menguntungkan para petinggi-petinggi saja.

Jadi melalui pendidikan inilah usaha dalam menyadarkan bangsa ini akan penjajahan dimulai.

Dan juga menumbuhkan sikap melawan terhadap kolonialisme yang tidak merenggut tanah air, namun juga budaya asli.

Semboyan Tut Wuri Handayani ini sendiri dicetuskan pertama kali oleh Ki Hajar Dewantara. Tepat ketika beliau mendirikan Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922. Kalimat ini dijadikan sebagai salah satu 7 pasal asas pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara.

Baca Juga:

Sejarah Ki Hajar Dewantara dan Taman Siswa

Sekilas tentang Ki Hajar Dewantara, beliau lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat.

Ketika saat itu di usia 40 tahun, namanya di ganti Ki Hajar Dewantara, karena beliau tak ingin menggunakan nama yang terdapat gelar bangsawan. Agar beliau bisa berhubungan dekat dengan rakyat.

Beliau sendiri adalah salah satu pendiri dari National Onderwijs Institut Taman Siswa atau lebih dikenal dengan nama Taman Siswa.

Ciri dari lembaga pendidikan ini adalah lebih menekankan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan tanah air. Dengan begitu motivasi untuk merdeka dipupuk dengan baik.

Namun perjuangan beliau juga tidak lepas dari gangguan pihak kolonial Belanda. Untuk menghalau perjuangan Ki Hajar Dewantara dan kawan-kawannya.

Pada 1 Oktober 1932 saat itu pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan Ordonansi Sekolah Liar.

Dengan perjuangan yang kuat dan gigih dalam memperjuangkan hak belajar. Akhirnya peraturan tersebut dicabut oleh oleh pemerintahan Belanda.

Ketika masa penjajahan Jepang. Ki Hajar Dewantara bersama Ir Soekarno, Muhammad Hatta dan K.H Mas Mansur membentuk dan memimpin organisasi bernama Putera (Pusat Tenaga Rakyat).

Demikianlah arti dan makna semboyan Tut Wuri Handayani semoga menambah pengetahuan dan pengawasan kamu.