√ Bacaan Shalawat pada Tahiyat Awal dan Akhir

 30 Aug 2019  Taufiq F

√ Bacaan Shalawat pada Tahiyat Awal dan Akhir

Tahiyat akhir - Image from madaninews.id

Doa tahiyat akhir dan awal merupakan salah satu rukun sholat ke 13 dalam alkitab fiqih. Maka dari itu penting untuk dipahami dan bila ada yang tidak membaca bacaan tahiyatul maka tidaklah sah sholatnya.

Takhiyat akhir lebih panjang dibandingkan bacaan tahyatul awal, karena pada bacaan tahyat ahir terdapat tiga unsur didalamnya.

Perbedaan antara bacaan tahiyat akhir dan bacaan doa tahiyat awal terdapat pada tiga point tersebut, perbedaan dari segi hukum, dari segi posisi kaki ketika duduk dan dari segi bacaan takhiyat yang menambahkan bacaan tahyatul atau biasanya sholawat.

Maka dari itu wajib baca pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai shalawat bacaan attahiyat akhir dan beberapa penjelasan mengenai tata cara doa atahyatul awal dan tahiyat akhir dalam sholat berikut ini.

Shalawat di Tahiyat Terakhir

Para ulama khilaf mengenai hukum sholawat pada bacaan tahajud akhir ada dua pendapat:

Pendapat pertama: Hukumnya sunah, menurut pendapat Hanafiyah, Malikiyah, Ibnu Abdil Barr, Ibnu Munzir, Zahiriyah, dan juga pendapat yang dikuatkan oleh syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin.

Berikut ini dalil dari sebuah hadist Alqamah:

عَلقمةَ أنَّ عبدَ اللهِ بنَ مسعودٍ أخذَ بيدِه، وأنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم أخَذ بيدِ عبدِ اللهِ فعلَّمَه التشهُّدَ في الصَّلاةِ، قال: قُلِ: التَّحيَّاتُ للهِ، والصَّلواتُ، والطَّيِّباتُ، السَّلامُ عليك أيُّها النبيُّ ورحمةُ اللهِ وبركاتُه، السَّلامُ علينا وعلى عبادِ اللهِ الصَّالحينَ، قال زُهَيرٌ: حفِظْتُ عنه إن شاءَ اللهُ: أشهَدُ أنْ لا إلهَ إلَّا اللهُ، وأشهَدُ أنَّ محمَّدًا عبدُه ورسولُه، قال: فإذا قضَيْتَ هذا أو قال: فإذا فعَلْتَ هذا، فقد قضَيْتَ صلاتَك، إن شئتَ أنْ تقومَ فقُمْ، وإن شِئْتَ أنْ تقعُدَ فاقعُدْ

“Abdullah bin Mas’ud menarik tangannya Alqamah sedangkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menarik tangan Ibnu Mas’ud untuk mengajarkannya tasyahud di dalam salat.

Nabi bersabda ucapkanlah,

“at tahiyyaatu lillaah was shalawaatu wat thayyibaat as salaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatullah wabarakaatuh, as salaamu ‘alainaa wa ‘ala ibaadillahis shaalihiin”. Zuhair berkata: yang aku hafal insya Allah ada tambahan: “asy-hadu an laailaaha illallah, wa asy-hadu anna muhammadan abduhu wara suluh”.

Nabi lalu bersabda: jika engkau sudah selesai membaca ini, maka engkau telah menyelesaikan salatmu. Jika engkau ingin berdiri, silakan berdiri, atau jika engkau ingin duduk silakan duduk.” (HR. Abu Daud no. 970)

Syaikh Al Albani menegaskan:

شاذّ بزيادة ((إذا قلت..))، والصواب أنَّه من قول ابن مسعود موقوفًا عليه

“Hadits ini syadz dengan tambahan: “jika engkau sudah selesai membaca ini, dst.” yang benar ini adalah hadis yang mauquf, merupakan perkataan Ibnu Mas’ud.” (Shahih Sunan Abu Daud no. 970)

Pendapat kedua: Hukumnya wajib, ini adalah pendapat dari Hanabilah, Syafi'iyah, Ibnu Arabi dan diperkuat dengan Syaikh Abdul Aziz bin Baz.

Dalil hadist Ka'b bin Ujrah radiallahu anhu, ia berkata:

إنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم خرَج علينا، فقُلْنا: يا رسولَ اللهِ، قد علِمْنا كيف نُسلِّمُ عليك، فكيف نُصلِّي عليك؟ قال: قولوا: اللهمَّ صلِّ على محمَّدٍ، وعلى آلِ محمَّدٍ، كما صلَّيْتَ على آلِ إبراهيمَ، إنَّك حميدٌ مجيدٌ، اللهمَّ بارِكْ على محمَّدٍ، وعلى آلِ محمَّدٍ، كما بارَكْتَ على آلِ إبراهيمَ، إنَّك حميدٌ مجيدٌ

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam keluar bersama kami, lalu kami berkata: Wahai Rasulullah kami sudah tahu cara salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu? Nabi menjawab: ucapkanlah:

“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shalayta ‘ala aali Ibrahim, innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhamamd kamaa baarakta ‘ala aali Ibrahim, innaka hamiidum majid”

(Ya Allah semoga shalawat terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana shalawat terlimpah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim,Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.Ya Allah semoga keberkahan terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia)” (HR. Bukhari no. 6357, Muslim no. 406)

Dalam hadist ini digunakan fi'il amr (perintah), maka menunjukkan hukumnya wajib. Wallahu a'lam, ini pendapat yang lebih rajih.

Membaca Doa Perlindungan dari Empat Hal Pada Tahyatul Akhir

Setelah baca attahiyatul dan bacaan doa sebelum salam, dianjurkan untuk membaca doa perlindungan dari empat hal. Menurut Abu Hurairah radiallahu anhu, Nabi Shallallahualaihi Wasallam bersabda:

إذا فرَغَ أحَدُكم مِن التشهُّدِ الآخِرِ، فلْيتعوَّذْ باللهِ مِن أربعٍ: يقولُ : اللهم ! إني أعوذُ بك من عذابِ جهنمَ . ومن عذابِ القبرِ . ومن فتنةِ المحيا والمماتِ . ومن شرِّ فتنةِ المسيحِ الدجالِ

“Jika salah seorang di antara kalian ber-tasyahud akhir, maka setelah itu mintalah perlindungan kepada Allah dari empat hal, ucapkanlah:

“Allahumma inni a’udzubika min ‘adzabi jahannam, wamin ‘adzabil qabri, wamin fitnatil mahyaa wal mamaat, wamin syarri fitnatil masiihid dajjaal”

"(Ya Allah, aku memohon perlindunganMu dari neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah orang yang hidup dan juga orang yang sudah mati, dan dari keburukan fitnah Al Masih Ad Dajjal).” (HR. Muslim no. 588)

Cara Duduk Bacaan Tahiyat Awal yang Benar

Adapun untuk cara duduk doa atayatul awal ini cukup mudah. Duduk bacaan atahyatul tahiyat awal adalah gerakan tasyahud awal yang mudah dan dilakukan pada rakaat kedua dalam sholat.

Caranya ialah dengan duduk secara iftirasy yakni duduk dengan melipat kaki kiri, kemudian meletakkan ke pantan diatas kaki kiri, lalu menegakkan telapak kaki kanan dan menghadapkan jari-jari kaki kanan ke arah kiblat.

Cara duduk doa atahiyatul awal ini merupakan anjuran yang dilakukan oleh imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i. Terdapat hadist Shahih dari Abi Humaid As Sa'idiy bahwa ia berkata: "Maka apabila Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam duduk di Rakaat Kedua (Duduk Tahiyat Awal), Rasulullah duduk diatas kaki kiri beliau dan menegakkan kaki kanannya, dan duduk di rakaat akhir (Duduk Tahiyat Akhir), beliau memajukan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan beliau dan duduk diatas tempat duduknya (HR. Bukhari dan Abu Daud)"

Cara Duduk Attahiyat Akhir dalam Sholat

Adapun untuk cara duduk ayat tahiyat akhir ini juga cukup mudah, dan caranya ialah dengan melakukan duduk secara Tawaruk yaitu duduk dengan menghamparkan kaki kiri ke samping kanan, dan mendudukkan pantat diatas lantai, dan menegakkan telapak kaki kanan, yang disertai dengan menghadapkan jari-jari kaki kanan ke arah kiblat.

Cara duduk doa tahiyat akhir sebelum salam ini dilakukan oleh imam Syafi'i. Hadist Shahih dari Abdullah bin Zubair mengatakan bahwa: "Dulu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam saat Duduk didalam Sholat nya, meletakkan kaki kirinya diantara Paha dan Betis Beliau, dan meluruskan Posisi Kaki Kanan Beliau tepat diatas paha kanannya dan mengangkat jari Telunjuk-nya" (Hadits Shahih Riwayat Muslim).

Syarat-Syarat Bacaan Tahiyatul Akhir dan Doa Tasyahud Awal

  1. Memperdengarkan dirinya sendiri mengenai bacaan atahiyat akhir dan bacaan atahiyat awal
  2. Berurutan bacaan perkataan-perkataan surah attahiyatul. Jika diselingi diantara bacaannya pertanyaan asing atau diam yang panjang, maka tidak dikira bacaan tasyahud awal dan bacaaan tahiyat akhir itu kecuali bagi perkataan-perkataan yang warid dalam bacaan yang sempurna.
  3. Membaca bacaan setelah tahiyat akhir diikuti oleh salam
  4. Membaca doa sebelum tahiyat akhir dan tahyat awal
  5. Menjaga bacaan makhraj-makhraj huruf bacaan tahiyat pertama dan bacaan tahyatul akhir
  6. Menjaga bacaan baris-baris sabdu dalam doa atahiatul awal dan bacaan solat tahyat akhir
  7. Membaca bacaan bacaan at tahiyat dan tahiyat akhir dengan tertib. Membaca bacaan tahiyat awal dan akhir yang betul ialah syarat yang jika ia tidak dibaca dengan tertib, bacaannya akan mengubah maknanya.

Membaca Bacaan Doa Setelah Tahiyat Akhir

Adanya doa setelah tahiyat sebelum salam didasarkan pada hadist Rasulullah SAW yang menyuruh orang yang sholat untuk membaca bacaan atahiyatul akhir "Setelah membaca doa ta'awudz. Nabi SAW memerintahkan kepada orang-orang yang sholat untuk memilih doa-doa tambahan yang dikehendakinya sebelum mengucapkan salam" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Ibnu Mas'ud tatkala Rasulullah SAW mengajari nya bacaan tasyahud awal dan akhir, beliau bersabda:

"Kemudian hendaklah seseorang itu memilih doa yang paling disenanginya, dan berdoa (dalam satu lafal, kemudian hendaklah ia memilih dan permohonan yang ia kehendaki)".

Doa bacaan atahiat akhir dan awal ini adalah amalan yang wajib diketahui oleh setiap muslim dalam sholat sekaligus menjadi intisari dari pengetahuan dasar dari tahiyat akhir dan artinya itu sendiri sesuai dengan maknanya.

Itulah sedikit penjelasan mengenai doa tahiyat akhir rumi yang bisa wajib baca sampaikan. Sehingga agar bisa lebih dipahami silahkan cermati dengan baik apa yang berhubungan dengan bacaan tahiyat akhir nu, lafadz tahiyat akhir, doa takhiyat akhir, dan surah tahiyat akhir.

Jangan lupa juga untuk menghafalkan lafal tahiyat akhir dan tahiyat akhir bacaan hingga benar-benar memahaminya agar nanti bisa dengan mudah diamalkan.

Bila masih belum memahami mengenai baca tahiyat akhir, bacaan tahiyat ahir, tahiyat ahir, tahayat akhir, tahiyatul akhir dan attahiyatul akhir maka anda bisa cek pada artikel wajib baca lainnya. Semoga bermanfaat.