Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka dan Contohnya

 13 Jul 2019  Taufiq Firmansah
Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka dan Contohnya

Penulisan daftar pustaka - Image from muslimedia.news

Daftar pustaka adalah serangkaian daftar tulisan di bagian akhir yang memuat sumber, rujukan dan juga referensi.

Dalam penulisan suatu karya ilmiah, kita dituntut untuk menyajikan informasi dengan disertai sumber yang benar.

Karena tuntutan tersebut itu yang mewajibkan ada daftar pustaka yang menyajikan informasi yang lengkap. Karena tidak kita akan dianggap plagiat karena mengambil referensi tidak menyertakan sumbernya.

Untuk itu agar tidak salah dalam membuat daftar pustaka berikut ini cara penulisan daftar pustaka yang tepat dan benar, baik yang bersumber dari buku, internet, koran, majalah, ataupun jurnal/artikel online beserta panduan lengkap cara penulisan daftar pustaka artikel ilmiah yang baik.

Penulisan daftar pustaka berikut yang tepat adalah :

Pertama-tama anda harus mengetahui terlebih dahulu apa tujuan dari pembuatan daftar pustaka itu, agar tidak salah dan tidak sembarangan membuat atau mencantumkan alamat sumber yang asal-asalan.

Tujuan penulisan sumber kutipan dan daftar pustaka:

1. Agar tidak dituduh plagiat

Mencantumkan sumber kutipan secara singkat dibagian akhir setelah kalimat kutipan atau tepat sebelum kalimat kutipan dan menuliskan sumbernya secara lengkap pada daftar pustaka.

Fungsi kutipan adalah menguatkan atau mendukung tulisan ilmiah. Dimaksudkan dengan ini agar anda terhindar dari masalah di kemudian harinya.

Karena terkait mengambil hak cipta karya tulis orang lain yang benar-benar dilarang, namun terkecuali sudah meminta izin dan memberikan sumber aslinya.

2. Untuk menghargai penulis sebelumnya

Misalkan anda menulis dengan kerja keras kemudian ada orang yang mengambil tulisan anda tanpa mencantumkan sumber aslinya bagaimana perasaan anda?

Maka dari itu ketika anda menambahkan secara lengkap sumber aslinya, dengan itu anda menghargai orang yang menulis tulisan itu. Dan juga pengakuan bahwa teks yang ditulis tersebut dari ide, argumen dan analisa orang lain.

3. Membantu pembaca mengetahui referensi penulisan tersebut

Tujuan yang terakhir adalah memberikan manfaat pada pembaca dari menuliskan sumber secara lengkap jadi pembaca bisa mengetahui lebih dalam tentang kutipan tersebut. Biasanya banyak pembaca yang ingin melihat lebih dalam kutipan yang anda tulis.

Sehingga pembaca mendapatkan informasi yang rinci dan lengkap pada daftar pustaka.

Berikut tata cara penulisan dan contoh daftar pustaka dibagi berdasarkan sumbernya:

A. Penulisan Daftar Pustaka dari Sumber Buku

Ada cara yang perlu diperhatikan untuk menulis daftar pustaka yang bersumber dari buku. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah urutan dan tanda bacanya harus jelas dan benar. Nah simak penjelasannya berikut ini :

1. Nama

Yang perlu dilakukan pertama yaitu menulis nama. Jangan sampai terlupa menuliskan nama belakang penulis terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan tanda koma (,) setelah itu mencantumkan nama depan dan tengah penulis dari buku tersebut.

Jika buku tersebut ditulis oleh dua orang penulis atau lebih hanya penulis pertama yang namanya dibalik, penulis kedua berada setelah dengan urutan yang sesuai nama aslinya. Dan jika nama penulis tercantum gelar, tidak perlu dituliskan.

Berikut ini contoh penulisan nama yang benar, dan apabila dalam buku tercantum nama editor maka tambahkan dengan singkatan (Ed)

Contoh:

• Mahaso, Ode (Ed.). 1997.

Jika pengarang terdiri dari dua atau tiga orang maka penulisannya dibalik untuk pengarang pertama sedangkan nama pengarang kedua dan ketiga tetap ditulis dengan benar namun diantara pengarang kedua dan ketiga ditambahkan kata penghubung "dan"

Contoh:

• Sumardjan, Selo dan Marta Susilo.

• Kusmadi, Ismail. Dini A., dan Eva R.

Jika pengarang itu lebih dari 3 orang maka tambahkan dengan singkatan "dkk" (dan kawan-kawan) /

et all.

Contoh:

• Kartika, Salma dkk.

• Susan, Alberta et. all.

Dan jika beberapa buku ditulis oleh satu pengarang maka nama pengarang cukup ditulis sekali pada buku yang disebut pertama. Setelah itu tinggal buat garis sepanjang 10 ketukan dan akhiri dengan tanda titik.

Setelah itu cantumkan tahun terbit dengan tanda titik. Jika tahun berbeda, penyusunan daftar pustaka dilakukan dengan urutan berdasarkan yang paling lama ke yang baru.

Contoh:

• Keraf, Gorys. 1979.

• _________ . 1982.

• _________ . 1984.

Kalau diterbitkan pada tahun yang sama, penempatannya bisa berdasarkan abjad judu buku. Atau berikan tanda pembeda bisa dengan huruf, misalnya a, b, c tanpa jarak.

Contoh:

• Bakri, Oemar. 1987a.

• __________ . 1987b.

2. Tahun Terbit

Langkah selanjutnya ialah mencantumkan tahun terbit buku. Jangan terkecoh dengan angka tahun cetakan awal karena buku yang kamu pakai merupakan cetakan kedua, ketiga dan bisa saja terakhir.

3. Judul Buku

Judul buku tinggal menuliskan judul buku dengan lengkap. Format penulisan dibuat italic (miring)

4. Kota dan Nama Penerbit

Pada bagian akhir adalah mencantumkan kota penerbitan dan nama penerbit yang mencetak buku. Dahulukan nama kota, baru ikuti dengan nama penerbitan yang dibatasi dengan tanda titik dua (:)

Kemudian jangan lupa memberikan tanda batas pada setiap urutan, Pastikan menggunakan titik untuk membatasi urutan nama, tahun terbit, judul buku, hingga kota dan nama penerbit.

Contoh Daftar Pustaka dari Buku

  • Data Buku:
  • Judul : Family Medical Care Volume 4
  • Penulis : Dr. John F. Knight
  • Penerbit : Indonesia Publishing House
  • Kota Penerbit : Bandung
  • Tahun Terbit : 2001

Cara Penulisan:

Knight, John F. 2001. Family Medical Care Volume 4. Bandung: Indonesia Publishing House.

B. Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel dalam Jurnal, Koran, atau Majalah

Sama halnya dengan penulisan dari sumber buku, dari sumber jurnal, koran atau majalah pun sama harus mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul artikel, hingga kota dan nama penerbit. Hanya saja perbedaannya pada penulisan sebagai berikut :

1. Nama

Sebelumnya sama cara penulisannya tapi pastikan bahwa anda menulis dalam daftar pustakan dengan benar adalah penulis artikelnya bukan editor pada sumber referensi.

Pastikan nama yang teman-teman tulis dalam daftar pustaka artikel tersebut adalah penulis artikelnya, bukan editor dari jurnal, koran, ataupun majalah yang menjadi sumber referensi.

2. Judul

Judul harus didahulukan karena sebagai sumber referensi. Penulisan judul menggunakan format tegak lurus dengan memberikan tanda kutip (") pada pembuka dan penutup. Selanjutnya dengan penulisan sumber jurnal ataupun majalah yang menjadi sumber artikel tersebut. Penulisan nama jurnal, makalah dicetak miring ikutkan dalam halaman beberapa artikel tersebut dengan menggunakan tanda kurung ()

Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel Jurnal

Data Artikel:

  • Judul Jurnal : Sirok Bastra: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Volume 1
  • Judul Artikel : Bahasa Indonesia dalam Informasi dan Iklan di Ruang Publik Kota Pangkalpinang
  • Penulis : Umar Solikhan
  • Penerbit : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Kota Terbit : Pangkalpinang
  • Tahun Terbit : 2013

Cara Penulisan:

Solikhan, Umar. 2013. “Bahasa Indonesia dalam Informasi dan Iklan di Ruang Publik Kota Pangkalpinang” dalam Sirok Bastra: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Volume 1 (hlm. 123-129). Pangkalpinang: Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Contoh Jika Majalah sebagai Acuan

Jika majalah menjadi sumber acuan, kita harus memperhatikan unsur-unsur beserta urutannya yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka sebagai berikut:

nama pengarang,

  • tahun terbit,
  • judul artikel,
  • judul majalah,
  • bulan terbit (kalau ada),
  • tahun terbitan yang keberapa (kalau ada),
  • tempat terbit.

Contoh:

Nasution, Anwar. 1975. “Sistem Moneter Internasional”. Dalam Prisma, Desember, IV. Jakarta.

Paranggi, Umbu Landu. 2006. “Puisi: Bagian Terpenting dari Darah Hidupku” dalam Horison Majalah Sastra. Jakarta: PT Metro Pos.

Baca Juga:

Contoh Jika Surat Kabar sebagai Acuan

Jika surat kabar menjadi sumber acuan, kita harus memperhatikan unsur-unsur beserta urutannya yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka sebagai berikut:

  • nama pengarang,
  • tahun terbit,
  • judul artikel,
  • judul surat kabar,
  • tanggal terbit, dan
  • tempat terbit.

Contoh:

Tabah, Anton. 1984. “Polwan semakin efektif dalam Penegakan Hukum”. Dalam Sinar Harapan, 1 September 1984. Jakarta.

Contoh Jika Antologi sebagai Sumber Acuan

Jika antologi menjadi sumber acuan, kita harus memperhatikan unsur-unsur beserta urutannya yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka sebagai berikut:

  • nama pengarang,
  • tahun terbit karangan,
  • judul karangan,
  • nama penghimpun (Ed.),
  • tahun terbit antologi,
  • judul antologi,
  • tempat terbit, dan
  • nama penerbit.

Contoh:

Kartodirjo, Sartono. 1977. “Metode Penggunaan Dokumen”. Dalam Koentjaraningrat (Ed.). 1980. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Demikianlah cara penulisan sumber kutipan dan daftar pustaka serta contoh-contohnya. Semoga cara penulisan dan contoh-contoh daftar pustaka di atas dapat membantu para penulis dan calon penulis dalam proses menulis buku, sehingga proses penulisan dapat lebih cepat dan mudah.