11 Hal Penyebab Sakit Perut yang Umum Terjadi

 25 Jun 2019  Wahyu Fajar
11 Hal Penyebab Sakit Perut yang Umum Terjadi

Penyebab sakit perut via hellosehat.com

Pernahkah Anda tiba-tiba merasakan sakit perut? Pastinya semua orang pernah merasakan sakit perut ini. Sakit perut memang suatu hal yang sering terjadi namun sebaiknya apabila sakit perut ini tak kunjung sembuh, maka sakit perut tidak boleh dianggap sepele.

Sakit perut adalah rasa nyeri yang muncul di perut sekitar tulang iga dan tulang panggul. Ketika seseorang mengalami sakit perut, orang tersebut akan merasakan kram, mulas, atau rasa seperti tertusuk di perut. Perlu Anda ketahui juga bahwa setiap sakit perut memiliki gejala berbeda-beda termasuk letak sakitnya.

Sakit perut sering kali juga bisa dipicu oleh gangguan pada organ pencernaan di dalam perut, yaitu lambung, hati, empedu, pankreas, limpa, usus, dan ginjal. Gangguan pada organ pencernaan tersebut bisa bermacam-macam, dapat berupa peradangan, infeksi, atau penyumbatan.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa penyebab sakit perut ini. Apalagi sakit perut ini sering terjadi pada anak-anak. Kenali gejala maupun penyebab sakit perut anak berikut ini agar tahu bagaimana cara untuk mencegahnya.

Pada kesempatan kali ini, wajibbaca.com akan membagikan beberapa faktor penyebab sakit perutt yang umum terjadi. Simak informasi selengkapnya mengenai penyebab sakit perut dalam artikel berikut ini.

Penyebab Sakit Perut yang Umum Terjadi

Apa penyebab sakit perut? Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadai penyebab sakit perut.

1. Sembelit

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit perut yang satu ini. Sembelit lebih mudah disebut sulit buang air besar sama sekali selama lebih dari tiga hari berturut-turut. Ketika Anda tidak buang air besar selama berhari-hari, tinja akan menumpuk di usus besar Anda sehingga dapat menimbulkan sakit perut. Sembelit ini bisa terjadi pada siapa saja baik orang dewasa maupun anak-anak. Untuk mengatasinya, minumlah banyak air dan banyak makan makanan kaya serat. Olahraga teratur juga dapat membantu pencernaan.

2. Diare

Sakit perut selain disebabkan oleh sembelit, juga bisa disebabkan oleh diare parah (tinja berair dan encer). Diare diartikan sebagai buang air besar setidaknya tiga kali atau lebih dalam sehari. Namun, apabila diare berlangsung lebih dari 2 hari sebaiknya periksakan ke dokter. Diare ini bisa terjadi karena infeksi perut atau kondisi serius lainnya. Diare bisa menyebabkan dehidrasi dan hilangnya elektrolit penting dalam tubuh. Untuk mencegahnya, minum banyak air dengan elektrolit untuk menghindari dehidrasi berlebih.

3. Gastroenteritis atau flu perut

Gastroenteritis atau dikenal sebagai flu perut adalah suatu kondisi yang menyebabkan diare dan muntah. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus. Tanda dan gejala umum terjadi meliputi demam, mual, dan sakit kepala. Jika Anda mengalami tanda-tanda ini, Anda harus segera periksakan ke dokter.

4. Radang usus buntu atau apendisitis

Usus buntu adalah sebuah jaringan kantong kecil yang memanjang dari usus besar Anda. Fungsi apendiks Anda masih belum diketahui. Apendisitis terjadi ketika usus buntu Anda diblokir oleh tinja atau zat asing. Jika tidak diobati, usus buntu Anda bisa pecah dan menyebabkan infeksi menyebar dalam tubuh Anda. Tanda dan gejala selain sakit perut adalah demam tinggi, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah.

5. Infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing (Urinary tract infection) juga dapat menyebabkan infeksi ginjal (pielonefritis) yaitu nyeri perut serta demam dan nyeri saat kencing. Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi saluran kencing lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Untuk mengatasinya, Anda harus segera periksakan ke dokter apabila memiliki tanda-tanda infeksi saluran kencing.

6. Gangguan pencernaan

Nyeri dari gangguan pencernaan sering disebabkan oleh makanan tertentu. Rasa sakit ini biasanya dirasakan sebagai ketidaknyamanan di bagian atas perut Anda. Gangguan pencernaan biasanya disebabkan oleh makanan tinggi lemak dan makan makanan dalam porsi besar. Ketika perut Anda tidak bisa menahan dan mencerna makanan Anda, kadang akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Rasa sakit ini bisa berlangsung selama beberapa jam dan stres dapat membuatnya jadi semakin buruk.

7. Gastroesophageal reflux disease

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau gangguan refluks asam lambung adalah suatu kondisi yang terjadi ketika makanan di perut Anda dipaksa kembali ke kerongkongan (saluran dari mulut ke perut). Makanan di perut Anda bercampur dengan asam selama proses pencernaan. Ketika terjadi refluks asam kembali ke kerongkongan, ini akan menyebabkan sensasi panas di perut bagian atas, atau sering dikenal dengan maag. Anda dapat mencegah GERD ini dengan menghindari makan makanan pedas, makanan dengan porsi besar, dan makanan tinggi lemak.

8. Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus alias irritable bowel syndrome (IBS) adalah kondisi umum jangka panjang dari sistem pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan serangan kram perut, kembung, diare dan/atau sembelit. Kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan. Anda dapat mencegah gejalanya dengan menghindari makanan tertentu yang dapat memicu sakit perut. Seperti contohnya keju, makanan manis yang tinggi gula, dan makanan olahan. Sehingga Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, olahraga teratur, dan minum banyak air.

9. Penyakit Crohn

Penyakit Crohn mungkin asing ditelinga kita, namun perlu Anda ketahui bahwa penyakit ini bisa menyebabkan peradangan pada lapisan saluran pencernaan Anda termasuk sakit perut, diare berat, kelelahan, penurunan berat badan, dan kekurangan gizi. Penyakit Crohn dapat menyakitkan dan melemahkan tubuh, bahkan juga bisa menyebabkan komplikasi yang dapat mengancam jiwa.

10. Intoleransi laktosa

Jika Anda megalami lactose intolerant berarti Anda mengalami masalah pencernaan. Penyakit ini diakibatkan karena tubuh tidak mampu mencerna laktosa, sejenis gula. Gejala intoleransi laktosa ini antara lain perut kembung (bergas), diare, perut kembung dan kram perut.

Baca Juga:

11. Batu empedu atau batu ginjal

Batu ginjal dan batu empedu bukan kondisi yang sama, tapi keduanya juga dapat menyebabkan sakit perut. Batu empedu adalah endapan keras yang terbentuk pada empedu Anda, sedangkan batu ginjal adalah batu kalsifikasi keras yang terbentuk di ginjal. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan sakit parah. Sehingga Anda perlu konsultasi kepada dokter untuk penyembuhan batu ginjal dan batu empedu ini.

Nah, itulah tadi beberapa faktor yang menjadi penyebab sakit perut yang bisa Anda ketahui. Apabila sakit perut Anda tak kunjung sembuh segeralah periksakan ke dokter agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Demikian penjelasan tentang apa saja penyebab sakit perut yang umum terjadi. Semoga bermanfaat.