Ciri ciri Anak Autis dan Penanganannya

Komentar
Ciri ciri Anak Autis dan Penanganannya
ciri ciri anak autis images unsplash.com / michael parzuchowski 

Mengenali ciri ciri anak autis beserta penanganannya. Apa sih sebenarnya autis itu? Apa penyebab autis? dan Bagaimana cara penanganannya? mari simak artikel berikut ini.

Autism Spectrum Disorder (ASD) atau lebih sering disebut autisme merupakan kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan  ciri ciri anak autis kadang-kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan. Autis bukanlah sebuah gangguan jiwa yang sering dibicarakan di masyarakat, kondisi ini berbeda.

Secara umum, arti autis adalah suatu kondisi mental pada seseorang yang muncul sejak anak usia dini dan ditandai dengan kesulitan dalam berkomunikasi. ciri ciri anak gejala autis yang tampak pada  umumnya dapat terlihat pada pola perilaku, aktivitas, dan interaksi yang cenderung terbatas dan berulang-ulang.

Ciri-ciri Anak Autis

Ada berbagai macam tanda yang bisa menjadi sifat anak autis. Namun apa saja ciri ciri paling umum pada anak dengan autisme? Berikut ini penjelasan mengenai penyebab, ciri - ciri serta penanganan  autisme semoga bermanfaat.

Penyebab  

Ciri ciri anak autis dan penyebabnya sebagian besar terjadi karena faktor keturunan. Selain itu, faktor lainnya seperti stress, diet, infeksi, usia ibu, dan obat-obatan saat kehamilan juga dapat mempengaruhi anak. Gejala autisme mulai berkembang saat si Kecil berusia di bawah 3 tahun.

Vaksin MMR diberikan pertama pada usia 1-2 tahun, sehingga sebagian besar orang tua mengaitkan vaksin ini merupakan penyebab autisme yang dialami si Kecil. Ibu biasanya memperhatikan kalau si Kecil belum mulai bicara atau tidak melakukan kontak dengan lingkungan sekitar seperti anak seusianya. Bisa juga penderita autisme mulai bicara di usia seharusnya, namun kemudian kehilangan kemampuan bicaranya.

Kenali Autisme Sejak Dini

Tingkat keparahan autisme bervariasi dan terkadang gejala awal tidak dikenali. Padahal, diagnosa sedini mungkin akan sangat membantu penanganannya. Beberapa petunjuk awal yang memerlukan evaluasi lebih lanjut adalah:

Gejala Autisme Pada Anak Usia kurang dari 12 Bulan 
  1. Belum mulai mengoceh (walaupun belum berupa kata dan tidak dapat dimengerti) pada usia 1 tahun.
  2. Belum melakukan gerakan tangan seperti menunjuk, melambai, atau menggenggam pada usia 1 tahun.
  3. Tidak bisa mengucapkan satu kata (misal: mama, papa) pada usia 16 bulan atau frase 2 kata (misal: mimik susu, bobo dulu) pada usia 2 tahun.
  4. Tidak merespons panggilan nama.
  5.  Menghindari kontak mata.
  6. Kecenderungan berlebihan menyusun mainan atau benda dalam garis lurus.
  7. Si Kecil tidak menunjuk bila ingin sesuatu atau tidak menarik tangan orang lain untuk keinginannya.
  8. Kehilangan kemampuan bicara atau interaksi sosial yang sebelumnya dimiliki pada usia berapapun.

Gejala Autisme Pada Anak Usia 12 sampai 24 Bulan
  1. Tidak dapat menggunakan peralatan sehari-hari seperti sikat gigi, sisir atau mainan
  2. Tidak mengeluarkan kata-kata untuk mulai berbicara. Pada usia 16 bulan, biasannya anak dapat mulai berbicara satu kata dan pada usia 24 bulan, anak dapat berbicara dua kata.
  3. Tidak mampu untuk mengikuti perintah.

Gejala Autisme Pada Anak Usia 2 tahun ke atas
  1. Menghindari kontak mata.
  2. Kemampuan berbahasa yang terlambat. Anak sulit untuk memberi tahu apa yang ia butuhkan. Beberapa anak bahkan tidak mampu berbicara sama sekali.
  3. Memiliki pola berbicara yang aneh. Intonasi berbicara anak tidak sesuai atau terdengar datar. Anak sering mengulang kata yang sama.
  4. Tidak memiliki ketertarikan untuk bermain dengan orang lain.
  5. Tidak bisa meniru bentuk suatu benda misalnya menggambar bentuk bola.
  6. Mengalami masalah dalam tingkah laku. Anak menjadi hiperaktif, impulsif atau agresif.

Penanganan

1. Terapi Perilaku
Tujuan terapi ini untuk mengoptimalkan kemampuan anak dalam berkomunikasi supaya lebih berkembang. Terapi ini dilakukan oleh ahlinya namun bukan berarti saat dirumah orangtua tidak perlu melakukan apa-apa. Orangtua harus menerapkan terapi dirumah sesuai dengan anjuran dokter/psikolog.

2. Terapi Keluarga
Penanganan anak autis ialah dengan menjalani terapi bagi keluarga. Orangtua, saudara dan orang-orang terdekat juga harus menjalani terapi untuk mempelajari bagaimana cara berkomunikasi dengan anak penderita autisme. Kita tidak bisa memaksakan anak autis untuk melakukan seperti apa yang kita mau. Maka, penting untuk mempelajari cara berinteraksi dengan anak autis untuk bisa berkomunikasi secara efektif. Ini akan bermanfaat tidak hanya bagi orangtua atau orang terdekat saja tapi juga untuk anak itu sendiri.

Baca Juga :

3. Memantau Kondisi Perkembangan Anak Secara Rutin
Rutin memeriksakan anak ke dokter juga bisa membantu memantau kondisi anak yang sebenarnya. Dokter juga bisa memberikan arahan mengenai penanganan yang harus dilakukan sesuai kondisi. Termasuk, jika pada kondisi tertentu misalnya anak membutuhkan terapi obat-obatan. Maka dokter akan memutuskan penanganan seperti apa yang terbaik untuk dilakukan.

Autisme memang tidak bisa disembuhkan namun anak penyandang autisme bisa ditangani dengan penanganan yang tepat khususnya dari orangtua dan dokter. Demikian artikel tentang mengenali ciri-ciri anak autis serta penanganannya. Semoga bermanfaat.
Top