Al Hujurat Ayat 13 Arab, Latin, dan Terjemahannya

 23 Jan 2019  Khoirul Rizky F
Al Hujurat Ayat 13 Arab, Latin, dan Terjemahannya

Image Source: nu.or.id

Al Hujurat Ayat 13 - Jika dalam teori sosial, menilai status seseorang berdasarkan tingkatan status dalam masyarakat. Namun berbedda dengan islam, islam justru tidak pernah membedakan ataupun mengelompokkan seseorang berdasarkan status maupun kedudukan.

Lalu apa yang terkandung dalam surat al-hujurat ayat 13? Yuk simak dibawah ini.

Surat al hujurat ayat ke 13 adalah ayat yang diturunkah oleh Allah SWT yang menegaskan persamaan kedudukan manusia. Dalam ayat tersebut, yang menjadi pembeda bukanlah tingkat kekayaan, suku bangsa, melainkan tingkat ketakwaan yang diwujudkan dari baiknya hubungan manusia itu kepada Tuhannya dan kepada sesamanya.

Perlu dipahami juga ayat-ayat mengenai zina agar terhindar dari zina, berikut penjelasannya (Baca: Kumpulan Ayat dan Hadist Tentang Zina, Renungkan Dosa - dosa Kita)

Berikut Surat Al Hujurat Ayat 13 Dalam Arab, Latin, Serta Terjemahannya 

Al Hujurat Ayat 13 Arab, Latin, dan TerjemahannyaImage Source: griyaquran.org

1. Dalam bahasa arab

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

2. Dalam bahasa latin

Al hujurat ayat 13 latin sebagai berikut:

YAA AYYUHAA NNAASU INNAA KHALAQNAAKUM MIN DZAKARIN WAUNTSAA WAJA'ALNAAKUM SYU'UUBAN WAQABAA-ILA LITA'AARAFUU INNA AKRAMAKUM 'INDA LAAHI ATQAAKUM INNA LAAHA 'ALIIMUN KHABIIR

3. Surat al hujurat ayat 13 terjemahannya

Apa arti surat al hujurat ayat 13?

Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Jangan lupa bersyukur, dengan memahami ayat-ayat berikut ini (Baca: Kumpulan Ayat Tentang Bersyukur yang Terdapat dalam Al Quran)

Asbabun Nuzul Surat Al Hujurat Ayat 13

Abu Daud meriwayatkan tentang asbabun nuzul Surat Al Hujurat ayat 13 ini. Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Hind yang profesinya adalah seorang pembekam.

Rasulullah meminta kepada Bani Bayadhah untuk menikahkan seorang putri mereka dengan Abu Hind, namun mereka enggan dengan alasan Abu Hind adalah bekas budak mereka.

Sikap ini keliru dan dikecam Al Quran dengan turunnya ayat ini. Bahwa kemuliaan di sisi Allah bukanlah karena keturunan atau garis kebangsawanan melainkan karena ketaqwaan.

Tafsir Surat Al Hujurat Ayat 13

Tafsir Surat Al Hujurat ayat 13 ini disarikan dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar, Tafsir Al Munir dan Tafsir Al Misbah. Harapannya, agar ringkas dan mudah dipahami.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

1. Manusia adalah satu keturunan

Poin pertama dari Surat Al Hujurat ayat 13, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukan bahwa manusia seluruhnya merupakan satu keturunan. Berasal dari kakek dan nenek moyang yang sama; yakni Adam dan Hawa.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan".

Allah menyeru seluruh manusia dan memberitahukan bahwa mereka semua diciptakan Allah dari seorang laki-laki dan seorang perempuan yakni Adam dan Hawa. Dengan demikian, pada dasarnya mereka semua berasal dari kakek dan nenek moyang yang sama.

Siapapun mereka, selama terangkum dalam kata naas (manusia), mereka sesungguhnya setara karena sama-sama keturunan Nabi Adam dan Hawa. Apapun warna kulitnya, apa pun sukunya.  Arab maupun non Arab.

Ayat-ayat untuk mendidik anak sejak dalam kandungan, cek disini (Baca: Mendidik Anak Sejak di Kandungan Dengan Ayat Al Quran, Lihat Reaksi Bayi Dengar Ajaibnya Ayat Al Quran)

2. Prinsip dasar hubungan manusia

Poin kedua dari Surat Al Hujurat ayat 13, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajarkan prinsip dasar hubungan manusia.

وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

"Dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal".

Dari keturunan yang sama, manusia kemudian dijadikan Allah berkembang menjadi sangat banyak. Berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.

Kata syu’uub (شعوب) adalah bentuk jamak dari kata sya’b (شعب) yakni kumpulan dari sekian qabilah (قبيلة). Qabilah yang biasa diterjemahkan sebagai suku merupakan kumpulan dari sekian banyak kelompok keluarga yang dinamani imarah (عمارة).

Imarah sendiri merupakan kumpulan dari sekian banyak kelompok bathn (بطن), dan di bawah bathn ada fakhd (فخذ) hingga akhirnya sampai pada keluarga terkecil.

Kata ta’arafu (تعارفوا) berasal dari kata ‘arafa (عرف) yang berarti mengenal. Sehingga artinya adalah saling mengenal.

Inilah prinsip dasar hubungan manusia. Bahwa sudah sunnatullah manusia itu beragam. Karena mereka dijadikan Allah berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.

Dengan keragaman itu, Allah menghendaki agar manusia saling mengenal. Semakin dekat pengenalan kepada selainnya, semakin terbuka peluang kerja sama dan saling memberi manfaat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِى الأَهْلِ مَثْرَاةٌ فِى الْمَالِ مَنْسَأَةٌ فِى الأَثَرِ

“Pelajarilah nasab-nasab kalian untuk mempererat silaturahim, karena silaturahim itu menanamkan rasa cinta kepada kekeluargaan, memperbanyak harta dan memperpanjang usia.” (HR. Tirmidzi; shahih)

Rezeki mampet? Amalkan ayat-ayat penarik rezeki berikut ini (Baca: Sering Disepelekan Padahal Sangat Ampuh, Lima Ayat Al Qur'an ini Dapat Mengundang Rezeki)

3. Kemuliaan berbanding lurus dengan taqwa

Poin ketiga dari Surat Al Hujurat ayat 13, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa kemuliaan manusia ditentukan oleh kataqwaan mereka. Taqwa adalah bentuk iman kepada Allah

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.

Sudahkan anda bertaqwa? Atau belum tau caranya bertaqwa? (Baca: Taqwa Adalah: Berikut Pengertian dan Contohnya )

Kata akramakum (أكرمكم) berasal dari kata karuma (كرم) yakni yang baik dan istimewa sesuai obyeknya.

Ayat ini menegaskan bahwa manusia yang beragam itu sesungguhnya setara di hadapan Allah. Yang membedakan mereka adalah ketaqwaannya. Kemuliaan manusia di sisi Allah berbanding lurus dengan level ketaqwaan mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak memandang rupa dan harta kalian, tetapi Dia memandang hati dan amal perbuatan kalian.” (HR. Muslim)

Ayat inilah yang digunakan Rasulullah untuk menghapuskan fanatisme jahiliyah dan diskriminasi. Diskriminasi adalah membeda-bedakan hingga menimbulkan ketidak adilan Dalam khutbah fathu Makkah, sebelum menyampaikan Surat Al Hujurat ayat 13 ini beliau bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَذْهَبَ عَنْكُمْ عُبِّيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ وَتَعَاظُمَهَا بِآبَائِهَا فَالنَّاسُ رَجُلاَنِ رَجُلٌ بَرٌّ تَقِىٌّ كَرِيمٌ عَلَى اللَّهِ وَفَاجِرٌ شَقِىٌّ هَيِّنٌ عَلَى اللَّهِ

“Hai manusia, sesungguhnya Allah telah melenyapkan dari kalian keaiban masa jahiliyah dan tradisinya yang selalu membangga-banggakan orang tua. Manusia itu hanya ada dua macam; yakni yang berbakti, bertaqwa lagi mulia di sisi Allah; dan orang yang durhaka, celaka lagi hina di sisi Allah.”  (HR. Tirmidzi; shahih)

Jangan pernah mendiskriminasikan orang lain kalau artinya saja belum tahu, (Baca: Diskriminasi Adalah: Pengertian, Macam-Macam dan Penyebab )

4. Allah Maha Mengetahui

Poin keempat dari Surat Al Hujurat ayat 13, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa Dia adalah ‘alimun khabiir.

إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Sifat ‘aliim (عليم) dan khabir (خبير) keduanya menunjukkan kemahatahuan Allah Subhanahu wa Ta’ala. ‘Alim menggambarkan pengetahuan-Nya menyangkut segala sesuatu. Sedangkan Khabir menggambarkan pengetahuan-Nya yang menjangkau sesuatu. ‘Alim penekanannya pada Dzat Allah yang Maha Mengetahui. Khabir penenakannya pada sesuatu yang diketahui itu.

Agar selalu mengingat kematian supaya bisa menyiapkan bekalnya, pahami disini (Baca: 15 Ayat Tentang Kematian yang Dijelaskan Dalam Al Qur'an)

Dalam Al Qur’an, penggabungan ‘alimun khabir ini digunakan tiga kali. Dan ketiganya terkait dengan hal yang sangat sulit bahkan mustahil diketahui manusia.

Pertama, tentang kematian seseorang sebagaimana Surat Luqman ayat 34. Kedua, tentang rahasia yang sangat dipendam sebagaimana Surat At Tahrim ayat 3. Dan ketiga, tentang ketaqwaan seseorang dalam Surat Al Hujurat ayat 13 ini.

Dengan demikian, ayat ini mengisyaratkan bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui tingkat ketaqwaan seseorang.

Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 13

Berikut ini adalah isi kandungan Surat Al Hujurat ayat 13:

  1. Ayat ini memberitahukan bahwa manusia berasal dari satu keturunan yakni Nabi Adam dan Hawa. Sehingga pada hakikatnya mereka setara.
  2. Keberagaman adalah sunnatullah karena Allah menjadikan manusia berkembang demikian banyak sehingga menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.
  3. Keragaman itu bukanlah untuk berpecah belah dan saling memusuhi tetapi untuk saling mengenal. Dengan pengenalan yang baik, akan terjalin kedekatan, kerja sama dan saling memberikan manfaat.
  4. Seluruh manusia setara di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang membedakan adalah ketaqwaannya. Manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa.
  5. Allah Maha Mengetahui segala hal yang dilakukan oleh manusia termasuk bagaimana tingkat ketaqwaan mereka dan bagaimana sikap mereka terhadap manusia lainnya khususnya terkait keragaman.
  6. Ayat ini mengajarkan kesetaraan, toleransi dan kerjasama serta menghapus diskriminasi.
Keragaman adalah sunnatullah yang perlu di perhatikan dan dipahami semua manusia dimuka bumi ini (Baca: Keberagaman Adalah Sunnatullah Dalam Islam )

9 Wasiat Penting dalam Surat Al-Hujurat

Apa saja wasiat penting tersebut?

1. Ber-tabayun lah

فَتَبَيَّنُوا

“Telitilah kebenarannya.” (QS.Al-Hujurat:6)

2. Damaikanlah yang berseteru

فَأَصْلِحُوا

“Damaikanlah…” (QS.Al-Hujurat:9)

3. Ber-sikaplah adil

ِ وَأَقْسِطُوا

“Dan berlakulah adil.” (QS.Al-Hujurat:9)

4. Jangan mengolok-olok.

لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ

“Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain” (QS.Al-Hujurat:11)

5. Jangan saling mencela.

وَلَا تَلْمِزُوا

"Janganlah kamu saling mencela.” (QS.Al-Hujurat:11)

6. Jangan memanggil dengan gelar yang buruk.

ْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ

“Janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.” (QS.Al-Hujurat:11)

7. Jauhilah prasangka (buruk)

اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ

Jauhilah banyak dari prasangka.” (QS.Al-Hujurat:12)

8. Jangan mencari kesalahan orang lain

وَلَا تَجَسَّسُوا

“Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.” (QS.Al-Hujurat:12)

9. Jangan menggunjing orang lain.

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

“Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.” (QS.Al-Hujurat:12)

Itulah 9 wasiat penting dari surat Al-Hujurat. Marilah kita mulai membiasakan diri untuk menjalankan perintah ini dan menjadikannya sebagai pola hidup kita.

Demikian sedikit penjelasan diatas tentang surat al hujurat ayat 13. Semoga bermanfaat!