Bukti Kecantikan Bukan Segalanya, Pria Ini Tetap Nikahi Kekasihnya Meski Wajahnya Rusak

 12 Dec 2018  Alif Hamdan
Bukti Kecantikan Bukan Segalanya, Pria Ini Tetap Nikahi Kekasihnya Meski Wajahnya Rusak

Gambar dari tribunnews.com

Salut dengan pria yang satu ini

Tidak seperti kebanyakan orang yang lebih mementingkan harta dan kecantikan.

Kisah pasangan ini dapat membuktikan jika cintalah yang membuat mereka bersatu...

Jayaprakash, juga dikenal sebagai Jai, bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Sunitha Nair saat mereka duduk di bangku sekolah menengah.

Sayangnya, kecantikan sang kekasih terenggut dalam kecelakaan mobil mengerikan yang membuatnya tidak tampak seperti dulu.

Meski mengetahui kondisi kekasihnya yang tak seperti dulu, tak membuat Jai pergi.

"Aku tidak tahu mengapa aku memandangnya," kata Jai, ketika dia teringat saat pertama kali dia melihat Sunitha. “Dia terlambat masuk kelas. Dia masuk dan pergi ke tempat duduknya. Saya tidak bisa berhenti menatapnya. Keesokan harinya ketika aku bertemu dengannya, dia mengatakan selamat pagi. ”

Mereka menghabiskan banyak waktu bersama dan menjadi teman baik.

“Kami berbagi segalanya bersama. Pelajaran, makanan. Saya hanya tidak tahu bagaimana perasaannya terhadap saya, ”kata Sunitha yang dilansir oleh tribunnews.com

Setelah lulus, mereka kehilangan kontak selama beberapa tahun, tetapi seperti sudah ditakdirkan, mereka berteman satu sama lain di media sosial.

Mereka bertemu lagi setelah Sunitha memanggilnya pada hari ulang tahunnya, dan sejak hari itu, cinta mereka bersemi.

Tragisnya, ketika Sunitha pulang ke rumah suatu hari, dia terlibat dalam kecelakaan yang mengerikan.

Mobilnya terguling dan tergelincir di jalan.

Sunitha terlempar keluar dari jendela samping, wajahnya tergores di trotoar selama beberapa meter.

Jai mendengar apa yang terjadi dan bergegas ke rumah sakit.

Ketika dia melihat wajah Sunitha, air matanya mulai membasahi wajahnya dia menangis sangat keras sehingga Sunitha merasa kasihan padanya.

Jai kembali ke rumah dan memeriksa kembali perasaannya.

Dia tidak bisa tidur dan dia tidak bisa berhenti memikirkan tentang Sunitha.

Satu hal menjadi jelas: Jai tidak dapat menyangkal perasaan yang dia miliki untuk gadis yang dia kenal dan cintai.

Segera dia menemui Sunitha di rumah sakit, Jai memegang tangannya dan langsung melamar Sunitha.

Jai teringat saat itu,

 "Aku berkata 'mari kita menikah' dan kemudian aku berkata, 'Aku jatuh cinta padamu.'"

Setelah menyadari bahwa Jai ​​serius, Sunitha menyetujui lamaran itu.

Setelah Sunitha keluar dari rumah sakit, Jai pergi mengunjunginya di rumahnya.

“Saat itu pukul 3 pagi dan dia sedang menunggu di teras di rumahnya,” kenang Jai.

Jai menyiapkan tiga mawar untuk diberikan kepada Sunitha dan berkata, "Mari kita menikah."

"Aku bilang ya," kata Sunitha. "Aku adalah wanita paling bahagia di dunia hari itu."

Jai dan Sunitha sekarang memiliki seorang gadis cantik yang lahir dari persatuan mereka, dan mereka menamakannya Atmia, yang berarti “jiwaku.”

Inilah salah satu kisah yang menggambarkan bahwa kecantikan bukan segalanya.

Namun dibalik itu semua juga terdapat faktor lain yaitu saling menerima pasangan dengan apa adanya.

Baca Juga :

Kenali, ini 5 cara menerima pasangan anda dengan apa adanya

1. Buang harapan yang tidak realistis

Mungkin Anda berharap pasangan menjadi seorang presiden, sedangkan ia ingin menjadi seorang pengusaha di bidang kuliner. Ini merupakan salah satu contoh harapan yang tidak realistis. Anda dapat membuangnya agar dapat belajar semakin menerima dan mencintai pasangan Anda apa adanya.

2. Garis bawahi hal-hal positif yang dimilikinya

Jangan ingat-ingat kekurangan atau kelemahan pasangan, sebaliknya, Anda harus rajin mengingat hal-hal positif yang dimiliki pasangan agar semakin jatuh cinta kepadanya.

3. Terima kenyataan Anda tidak dapat mengubahnya

Ada sebuah kenyataan jika Anda tidak dapat mengubah orang lain selain Tuhan dan orang itu sendiri. Anda tidak dapat menuntut pasangan untuk berubah.

Jika Anda ngotot untuk mengubahnya, diperlukan kesabaran dalam segala hal, apalagi itu menjadi karakter dan kebiasaannya. Pastikan setiap kali membicarakan hal tersebut dengan lembut dan menyampaikan dari hati ke hati.

4. Jangan lukai dia

Ketika tidak melukainya, maka sebenarnya Anda sedang memupuk rasa cinta pada dirinya sendiri. Berika pujian, semangat, dan kasih yang tulus untuk meyakinkan betapa Anda mencintainya. 

5. Sadari tidak ada seorang pun yang sempurna

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang sempurna, termasuk pasangan Anda. Semua orang memiliki sisi positif dan negatif dalam dirinya. Jika mencari kesempurnaan, maka Anda tidak akan pernah menemukannya selain pada Tuhan. Sadari hal ini, maka Anda akan lebih mudah menerima pasangan apa adanya.