Pagi Gosip, Siang Gosip, Sore Gosip Bahkan Sambil Nidurin Anak Masih Tetep Nonton Gosip!

 14 Nov 2018  Cheryl mikayla
Pagi Gosip, Siang Gosip, Sore Gosip Bahkan Sambil Nidurin Anak Masih Tetep Nonton Gosip!

Gambar ilustrasi dilansir dari martina-surabaya.blogspot.com

Astagfirullah...

Inilah sebenarnya dosa yang benar-benar dijadikan kebiasaan, apalagi para ibuk-ibuk.

Meskipun hanya nonton di TV, seperti inilah dosa besar yang sebenarnya sedang kita tanggung!

Infotaintment sudah merupakan ”hidangan” sehari-hari hampir di semua TV swasta di Indonesia. Hanya beberapa TV saja yang tidak menayangkan acara infotaintment.

Konon kabarnya mempunyai rating yang sangat tinggi, sehingga mampu mengundang banyak sponsor sebagai sumber pemasukan yang luar biasa bagi stasiun TV.

Mereka hanya mementingkan keuntungan material semata, tanpa peduli akibat negatifnya bagi masyarakat secara luas.

Pada umumnya isi infotaintment selama ini yang sangat menarik dan diminati terutama kaum hawa, baik-baik ibu-maupun remaja putri, terdiri dari gosip, fitnah dan ghibah atau mengunjing.

Materi yang sangat sering dibicarakan anatara lain masalah perselingkuhan, perceraian, dan aib-aib di dalam rumah tangga, yang seharusnya tidak boleh dibicarakan.

Padahal, Gosip Fitnah dan Ghibah adalah 3 hal yang sangat terlarang dalam Islam, bahkan dosanya sangatlah besar.

Bukan hanya pelakunya, namun juga orang yang memberikan kesaksian.

Sebenarnya, MUI telah mengeluarkan fatwa haram untuk acara semacam ini. Namun tetap saja banyak peminat, hingga acara semacam ini tetap dibuat.

Gosip

Gosip atau issue adalah suatu berita yang tidak atau belum jelas kebenarannya. Gosip dapat menimpa semua orang, tapi gosip yang mempunyai nilai jual, tenatu saja bila menyangkut orang-orang terkenal, yang dikenal di masyarakat luas seperti kaum selebitis, anggota DPR, para pengusaha besar, para petinggi dan pejabat negara, dlsb.

Gosip ini termasuk dosa besar, karena banyak mengandung prasangka terhadap sasarannya.

Rasulullah SAW bersabda: "Hindarilah prasangka, karena prasangka itu berita yang paling bohong ".(HR Muslim)

Juga Rasulullah SAW bersabda:Jangan saling mencari keburukan orang lain, jangan saling mengorek rahasia sesama dan saling bersaing, jangan saling marah, dan jangan saling tak acuh. Tapi jadilah kalian semua bersaudara sebagai hamba-hamba Allah “ (HR Muslim)

Ghibah (Bergunjing)

Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah engkau apa yang dimaksud dengan ghibah?”. “Allah dan Rasul-Nya lah yang tahu”, jawab Abu Hurairah. Rasulullah menjelaskan: “Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan”. “Bagaimana kalau yang dibicarakan itu benar adanya?”. “Apabila yang engkau bicarakan itu benar, berarti engkau menggunjing”, tegas Rasulullah. “Dan jika tidak benar, berarti engkau melakukan suatu kebohongan (fitnah) tentang dia (HR Muslim).

Dan mengunjing ini dapat menggugurkan iman, sebgiamana hadist berikut: “Usman bin Afan ra mengemukakan, Rasulullah saw bersabda: “Menggunjing (ghibah) dapat menggugurkan iman, sebagaimana seorang penggembala memotong pepohonan”. (HR Tahbroni)

Allah SWT berfirman,  “Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka (sehingga kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang ) karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjing setengahnya yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati ? (Jika demikian kondisi mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya (Jadi patuhilah larangan–larangan tersebut) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Al Hujarat:12).

Fitnah

Fitnah adalah suatu berita yang tidak benar terhadap seseorang tapi dinyatakan benar.

Sebuah ungkapan menyatakan bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Memang benar, fitnah itu dapat membunuh karakter atau nama baik seseorang.

Fitnah merupakan salah satu dosa besar, dan dapat mengakibatkan masuk Neraka bagi para pelakuknya.

Sebuah hadist berbunyi: ”Hudzaifah ra menyatakan, Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebar fitnah” (HR Buchari Muslim)

Kewajiban Menutup Aib

Bila kita mengetahui aib saudara atau teman kita, mestinya ditutup, bukan malah disebar-luaskan, bahkan menjadikannya tontonan.

Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang menutupi aib orang lain di dunia, maka pada Hari Kiamat Allah akan menutupi aibnya” (HR Muslim).

Hadist yang serupa diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Rasulullah SAW menyatakan: “Barangsiapa mengetahui keburukan saudaranya lalu dia menutupinya, pada Hari Kiamat Allah akan menutupi dosanya”.

Rasulullah saw bersabda: “Umatku akan mendapat ampunan kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa. Di antaranya orang yang berbuat dosa di malam hari, lalu menceritakan perbuatannya keesokan harinya, padahal Allah telah menutupinya. Ia katakana: “Hai Fulan, saya tadi malam berbuat begini an begitu”. Sesungguhnya malam itu Allah telah menutupi perbuatan dosanya, namun dia sendiri malah membukanya pada keesokan hari (HR Buchari dan Muslim)

Perbuatan gosip, ghibah dan fitnah bukan hanya dilakukan melalui infotaintment di televisi, tapi juga di media-media lain, bahkan bisa langsung dari mulut ke mulut. Oleh karena itu berhati-hatilah.