Tata Cara Tayamum di Dalam Bus, Kereta, atau Bagi yang Sakit

Penulis duwi Pebrianti | Ditayangkan 21 Sep 2018
Tata Cara Tayamum di Dalam Bus, Kereta, atau Bagi yang Sakit

Tata cara tayamum via nu.or.id

Agar tetap terpenuhi kewajiban sholat 5 waktu maka jika tidak ada air atau berhalangan untuk menyentuh air maka sebelum sholat kita harus melakukan tayamum.

Bolehkah tayum didalam kereta? Dalam sebuah ayat, Allah menyebutkan syarat bolehnya tayammum. Tayamum di dalam gerbong kereta ada yang berpendapat bahwa tidak boleh, simak penjelasannya menurut islam.

Pertanyaan:

Saya pernah safar dengan kereta api, ketersediaan air tidak dapat saya ketahui, karena airnya dialirkan melalui shower. Tetapi pancaran showernya cukup kuat, jadi sepertinya ketersediaan airnya memadai.

Saat itu, saya tetap tidak berwudhu di kereta karena pertimbangan kebersihan kamar mandi. Kamar mandinya pesing, sedangkan ketika kereta melaju, saya berdiri dengan terhuyung-huyung, saya takut terjatuh dan pada akhirnya najis yang terdapat di kamar mandi tersebut malah menepel ke badan saya.

Apakah dengan kondisi seperti itu saya masih diperbolehkan untuk bertayamum?

Jika kondisinya demikian, maka tidak boleh tayammum. Karena hakikat dasar tayammum adalah sebagai pengganti dari yang utama; Air. Maka jika yang utama masih ada dan tercukupi mengapa harus memakai pengganti?

Urutan wudhu yang lengkap menurut Rasulullah bisa cek disini (Baca: Berikut Urutan Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah Nabi Muhammad, Lengkap dengan Niat dan Doanya)

Lalu yang perlu dipahami selanjutnya adalah, illah atau sebab hukum dari tayammum ada 2:

  •  Untuk mereka yang sedang sakit sehingga tidak memungkinkan menggunakan air
  •  Untuk mereka yang tidak mendapatkan atau tidak ada air

Inilah illah dari tayammum, dan memang tidak ada hubungannya ia dalam kondisi safar ataupun tidak. Jika 2 illah diatas terpenuhi, boleh baginya menggunakan pengganti air yaitu dengan debu atau tayammum.

Firman Allah ‘azza wajalla

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu." (QS. al-Maidah: 6)

Dua poin diatas juga bisa fleksibel dengan kondisi yang ada, namun masih tetap berhubungan dengan ketersediaan air dan orang yang sakit.

Contoh: kondisi air yang terbatas, serta bersamaan dengan kebutuhan lain yang memerlukan air semisal untuk minum dan memasak.

Atau kekhawatiran akan justru membahayakan penyakit yang sedang dideritanya. Atau ketidak mampuan bergerak untuk wudhu karena penyakit yang diderita. Menggigil kedinginan jika terkena air sehingga tidak khusyuk sholat karena tidak ada yang bisa dijadikan penghangat.

Maka bagi yang berada di kereta dengan kondisi badan sehat dan air yang cukup, masih sangat memungkinkan untuk wudhu.

Pengertian Tayammum

Tayammum secara bahasa diartikan sebagai Al Qosdu yang berarti maksud. Sedangkan secara istilah dalam syariat adalah sebuah peribadatan kepada Allah berupa mengusap wajah dan kedua tangan dengan menggunakan sho;id yang bersih.

Sho'id adalah seluruh permukaan bumi yang dapat digunakan untuk bertayammum baik yang terdapat tanah di atasnya ataupun tidak.

Tata Cara Tayamum di Dalam Bus, Kereta, atau Bagi yang Sakit

Tayamum via wajibbaca.com

Lalu bagaimana tata cara tayamum dan tata cara tayamum beserta dalilnya? Dibawah ini merupakan tata cara tayamum sesuai sunnah yang wajib anda ketahui.

Malas wudhu karena air dingin, lalu menggantinya dengan tayammum, ini hukumnya (Baca: Inilah Hukumnya Mengganti Wudhlu Dengan Tayamum Hanya Karena Dingin)

Tata Cara Tayamum

Tayammum disyari’atkan dalam islam berdasarkan dalil al-Qur’an, sunnah dan Ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.

Adapun dalil dari Al Qur’an adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla,

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ
فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

“Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. (Qs. Al Maidah: 6).

Adapun dalil dari Sunnah, sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman rodhiyallahu ‘anhu,

الصَّعِيدُ الطَيِّبُ وضُوءُ المُسلِمِ وَإِن لَم يَجِد المَاءَ عَشرَ سِنِين

“Tanah yang suci adalah wudhunya muslim, meskipun tidak menjumpai air sepuluh tahun”(Abu Daud 332, Turmudzi 124 dan dishahihkan al-Albani)

Sebagai seorang muslim, kita harus mengerti bagaimana cara tayamum. Sehingga suatu saat apabila terjadi hal yang tidak memungkinkan untuk bersuci dengan menggunakan air, kita bisa langsung melakukan tayamum untuk selanjutnya melakukan ibadah.

Bacaan wudhu yang lengkap bisa cek disini (Baca: ✔Bacaan Doa Wudhu yang Benar dan Lengkap

Media untuk Bertayamum

Seluruh permukaan bumi yang bersih baik itu berupa pasir, tanah yang berarir, bebatuan, lembab ataupun kering merupakan media yang dapat digunakan untuk bertayamum. Hal ini dilakukan berdasarkan Hadist Nabi Muhammad SAW.

“Dijadikan permukaan bumi seluruhnya bagiku (Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam) dan ummatku sebagai tempat untuk sujud dan sesuatu yang digunakan untuk bersuci”

Keadaan yang Menyebabkan Bersuci Dengan Tayamum

Berikut ini adalah beberapa keadaan yang dapat menyebabkan seseorang bersuci dengan tayamum.

  1. Terdapat air dalam jumlah yang terbatas , sedangkan bersamaan adanya kebutuhan lain yang memerlukan air tersebut, misalnya untuk minum dan memasak.
  2. Tidak ada air baik dalam keadaan dalam perjalanan ataupun tidak.
  3. Dalam keadaan sakit, dimana adanya kekhawatiran bahwa sakit akan semakin lama sembuh apabila bersuci dengan air.
  4. Dalam keadaan sakit, dimana sesorang tidak mampu berwudhu maupun bergerak untuk mengambil air wudhu dan tidak adanya orang yang mampu membantu untuk berwudhu.
  5. Khawatir akan kedinginan apabila bersuci dengan menggunakan air dan tidak adanya sesuati yang dapat menghangatkan air tersebut.
Bila terpaksa tidak ada air berikut cara bertayammum untuk mandi wajib (Baca: Jika Terpaksa Tak Ada Air, Ini Niat Mandi Wajib dengan Tayamum)

Inilah tata cara tayamum menurut islam:

  • Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan bumi dengan sekali pukulan dan kemudian meniupnya.
  • Menyapu punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.
  • Menyapu wajah dengan kedua telapak tangan.
  • Semua usapan yang dilakukan baik saat mengusap telapak tangan ataupun wajah hanya cukup sampai dilakukan sekali saja.
  • Bagian tangan yang diusap hanyalah bagian telapak tangan sampai pergelangan tangan.
  • Tayamum dapat dilakukan untuk menghilangkan hadats besar maupun kecil.
  • Tidak wajibnya urut atau tertib dalam tayamum.

Pembatal Tayammum

Pembatal tayammum sebagaimana pembatal wudhu. Demikian juga tayammum tidak dibolehkan lagi apa bila telah ditemukan air bagi orang yang bertayammum karena ketidak adaan air dan telah adanya kemampuan menggunakan air atau tidak sakit lagi bagi orang yang bertayammum karena ketidak mampuan menggunakan air.

Akan tetapi shalat atau ibadah lainnya yang telah ia kerjakan sebelumnya sah dan tidak perlu mengulanginya. Hal ini berdasarkan hadist Nabi SAW dari sahabat Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu'anhu,

خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ ، فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ – وَلَيْسَ مَعَهُمَا مَاءٌ – فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا ، فَصَلَّيَا ، ثُمَّ وَجَدَا الْمَاءَ فِي الْوَقْتِ ، فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا الصَّلَاةَ وَالْوُضُوءَ ، وَلَمْ يُعِدْ الْآخَرُ ، ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ ، فَقَالَ لِلَّذِي لَمْ يُعِدْ : أَصَبْت السُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْك صَلَاتُك وَقَالَ لِلْآخَرِ : لَك الْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ

"Dua orang lelaki keluar untuk safar. Kemudian tibalah waktu shalat dan tidak ada air di sekitar mereka. Kemudian keduanya bertayammum dengan permukaan bumi yang suci lalu keduanya shalat. Setelah itu keduanya menemukan air sedangkan saat itu masih dalam waktu yang dibolehkan shalat yang telah mereka kerjakan tadi. Lalu salah seorang dari mereka berwudhu dan mengulangi shalat sedangkan yang lainnya tidak mengulangi shalatnya. Keduanya lalu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dan menceritakan yang mereka alami. Maka beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan kepada orang yang tidak mengulang shalatnya, “Apa yang kamu lakukan telah sesuai dengan sunnah dan kamu telah mendapatkan pahala shalatmu”. Beliau mengatakan kepada yang mengulangi shalatnya,  “Untukmu dua pahala.

Tata Cara Tayamum di Dalam Bus, Kereta, atau Bagi yang Sakit

Cara tayamum via dailymoslem.com

Untuk tata cara tayamum di kereta, sudah dijelaskan diatas tadi bahwa selagi masih ada air didalam kereta maka jangan lakukan tayamum. Ada 2 poin penting yang sudah dijelaskan tadi kapan kita harus tayamum, tetapi ada tata cara tayamum di dalam bus dan tata cara tayamum bagi orang sakit. Berikut tata caranya:

Tata Cara Tayamum Didalam Bus

Sebetulnya untuk bertayamum tidak harus seutuhnya debu tergantung kepada tempat seperti apa yang memang susah mendapatkan air. Misalnya dapat menggunakan tanah, batu, tembok, atau benda lainnya yang berdebu.

  • Carilah tempat yang paling banyak debunya, missal kaca bus atau kursi depan.
  • Tempelkan kedua telapak tangan Anda pada kaca atau kursi depan, apabila Anda di pesawat maka dapat menempelkan kedua telapak tangan di dindingnya.
  • Sapukan kedua telapak tangan ke wajah secara merata dari ujung rambut atau dahi sampai ke dagu
  • Tempelkan lagi kedua telapak tangan Anda ke kursi depan atau kaca yang belum tersentuh
  • Sapukan tangan kanan hingga pergelangannya dengan tangan kiri dan menyapu tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan.

Tata Cara Tayamum Untuk Orang Sakit

Dan dalam riwayat Bukhari :

فَضَرَبَ النَّبِيُّ ص بِكَفَّيْهِ اْلاَرْضَ وَ نَفَخَ فِيْهِمَا ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَ كَفَّيْهِ. البخارى

Lalu Nabi SAW menepukkan kedua tangannya ke bumi, lalu meniup keduanya, kemudian menyapukannya ke muka dan dua tangannya (hingga pergelangan)”. [HR. Bukhari I : 87]

Sabda nabi dalam riwayat Muslim

وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَمْ نَجِدِ الْمَاءَ

"Dijadikan bagi kami (ummat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi was sallam ) permukaan bumi sebagai thohur/sesuatu yang digunakan untuk besukci (tayammum) jika kami tidak menjumpai air." (HR. Muslim no. 522)

Untuk mempermudah dalam pelaksanaan Tayamum

  • Membaca basmalah
  • Menepukkan kedua telapak tangan ditempat berdebu ( tembok ) atau lainnya..
  • Mengangkat kedua telapak tangan dan kemudian meniup.
  • Mengusap muka
  • Mengusap punggung telapak tangan kanan dengan telapak tangan kiri sampai pergelangan.
  • Mengusap punggung telapak tangan kiri dengan telapak tangan kanan sampai pergelangan.

Di Antara Hikmah Disyari’atkannya Tayammum

Sebagai penutup kami sampaikan hikmah dan tujuan disyari’atkannya tayyamum adalah untuk menyucikan diri kita dan agar kita bersyukur dengan syari’at ini serta tidaklah sama sekali untuk  memberatkan kita, sebagaimana akhir firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 6,

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak menyucikan kamu dan menyempurnakan nikmatNya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Maidah: 6).

Abul Faroj Ibnul Jauziy rohimahullah mengatakan ada empat penafsiran ahli tafsir tentang nikmat apa yang Allah maksudkan dalam ayat ini,

Pertama, nikmat berupa diampuninya dosa-dosa[24].

Kedua, nikmat berupa hidayah kepada iman, sempurnanya agama, ini merupakan pendapat Ibnu Zaid rohimahullah.

Ketiga, nikmat berupa keringanan untuk tayammum, ini merupakan pendapat Maqotil dan Sulaiman.

Keempat, nikmat berupa penjelasan hukum syari’at, ini merupakan pendapat sebagian ahli tafsir[25].

Demikianlah akhir tulisan ini mudah-mudahan menjadi tambahan ‘amal bagi penulis dan tambahan ilmu bagi pembaca sekalian. Allahumma Amiin.

Demikian penjelasan mengenai tata cara tayamum, semoga informasi diatas bisa menambah pengetahuan serta bermanfaat bagi anda. Terimakasih sudah membaca artikel ini.
viral minggu ini

BAGIKAN !

Jika kontent kami bermanfaat
share wa
share fb