Jangan Sampai Salah, ini Rukun Mandi Wajib Beserta Tata Caranya yang Benar

Penulis Vinka Febbyolla | Ditayangkan 02 May 2018


Jangan Sampai Salah, ini Rukun Mandi Wajib Beserta Tata Caranya yang BenarIlustrasi via www.maudisini.com

Adapun Tata Cara Mandi Wajib Mandi Junub sebagai berikut:

Dan untuk urutan tata cara mandi wajib yang benar menurut Islam adalah sebagai berikut:

Dimulai dengan niat untuk menghilangkan hadas besar. Mulailah segala sesuatu hal dengan niat. 

Bisa bahasa Arab atau bahasa Indonesia saja.

Selanjutnya...

Sebagai ibadah tentunya dalam melakukan mandi besar ada kefardluan atau rukun tertentu yang mesti dipenuhi.

Mandi wajib dalam islam dalah suatu perintah tersendiri untuk muslim yang dalam kondisi tidak suci seperti setelah junub, haidh, dan nifas.

Baca JugaJika Terpaksa Tak Ada Air, Ini Niat Mandi Wajib dengan Tayamum

Cara mandi wajib yang sah masih sering menjadi persoalan di kalangan umat Islam antaranya, remaja yang baru baligh, perempuan yang datang haid, lelaki yang keluar air mani, wanita yang keluar darah nifas, suami isteri yang bersetubuh (jimak) dan sebagainya.

".... dan jika kamu junub maka mandilah” (QS Al Maidah: 6).

Mandi wajib atau mandi junub atau mandi besar atau mimpi mandi basah adalah mandi yang diwajibkan bagi seorang muslim untuk membersihkan diri dari hadast besar .

Baca JugaApakah Boleh Mandi Besar Pakai Air Hangat? Ini Penjelasannya

Apabila seseorang muslim belum melaksanakan mandi wajib saat dapat hadast besar maka dia tidak dapat menunaikan sholat.

Rukun Mandi Wajib

Rukun-rukun mandi besar ada 3, yaitu :

1. Niat

Yakni dengan niat menghilangkan hadas besar atau niat mandi besar (mandi janabah).

Niat itu dilakukan bersamaan dengan basuhan atau siraman pertama, dan wajib diucapkan di dalam hati bukan melalui lisan saja.

Jika niat tersebut dilakukan setelah siraman pertama maka wajib mengulangi mandi tersebut.

Niat boleh menggunakan bahasa arab atau bahasa daerah masing-masing, yang penting ia benar-benar niat ingin menghilangkan hadas besar. Adapun contoh niatnya adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ غُسْلَ الْجَنَابَةِ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالٰى

Artinya :

“Aku niat mandi janabah untuk menghilangkan hadas besar, fardlu kerena Allah Ta’ala”

2. Menghilangkan najis yang ada pada tubuh 

Menurut Imam Rofi’i tidak mencukupi jika mandi besar dengan menyiramkan seluruh air pada seluruh tubuh hanya dengan satu siraman saja untuk menghilangkan hadas dan najis, harus menyiramkan secara berulang dengan melakukan pembersihan tubuh.

Namun, menurut Imam An-Nawawi satu siraman ke seluruh tubuh sudah mencukupi dalam mandi besar jika tubuhnya terdapat najis hukmi, asalkan semua kulit dan rambut dibasahi oleh air.

Jika tubuhnya terdapat najis aini maka ia harus berulang-ulang menyiramkan air ke tubuhnya dan menghilangkan najis tersebut.

3. Menyiramkan air ke seluruh rambut dan kulit

Artinya wajib menyiramkan air pada semua rambut, baik rambut kepala maupun rambut selain kepala, baik rambut yang tipis maupun rambut yang tebal, itu dilakukan dengan cara menyela-nyela rambut agar air membasahi tiap celah rambut.

Tata Cara Mandi Wajib

Dari Aisyah dan Maimunah RA: bahwasannya Rasulullah saw jika mandi junub mau mandi memulai dengan mencuci dua tangannya dua atau tiga kali.

Kemudian menuangkan air dari kanan ke kiri, lalu membersihkan kemaluannya, lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian mengambil air dan dimasukkan ke pangkal rambut. 

Kemudian membasuh kepalanya tiga guyuran sepenuh tangannya, kemudian mengguyurkan air ke seluruh badan, lalu membasuh kakinya.

Berikut urutan-urutan tata cara mandi wajib yang benar, adalah sebagai berikut:

  • Mencuci kedua tangan dengan tanah atau sabun lalu mencucinya sebelum dimasukkan ke wajan tempat air.
  • Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri.
  • Mencuci kemaluan dan dubur.
  • Najis-najis dibersihkan.
  • Berwudhu sebagaimana untuk shalat, dan menurut jumhur disunnahkan untuk mengakhirkan mencuci kedua kaki.
  • Memasukan jari-jari tangan yang basah dengan air ke sela-sela rambut, sampai ia yakin bahwa kulit kepalanya telah menjadi basah.
  • Menyiram kepala dengan 3 kali siraman.
  • Membersihkan seluruh anggota badan.
  • Mencuci kaki.

Sunnah-sunnah yang Dianjurkan saaat dalam Mandi Wajib:

  • Membaca basmalah.
  • Membasuh kedua tangan sebelum memasukkan ke dalam air
  • Berwudhu` sebelum mandi Aisyah RA berkata,`Ketika mandi janabah, Nabi SAW berwudhu seperti wudhu` orang shalat. (HR Bukhari dan Muslim).
  • Menggosokkan tangan ke seluruh anggota tubuh. Hal ini untuk membersihkan seluruh anggota badan.
  • Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam berwudhu’.

Hal-hal yang mewajibkan Mandi Wajib:

  • Seseorang di wajibkan mandi wajib di karenakan beberapa hal sehingga dia berada dalam keaadan berhadats besar,
  • Karena bersetubuh baik keluar mani atau tidak.
  • Haid (menstruasi)
  • Nifas, yaitu darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan.
  • Karena keluar mani dalam keadaan sadar atau mimpi.
  • Meninggal dunia
  • Masuk Islam.

Hal-hal yang Dilarang Bagi Orang yang Berjunub

Orang bersetubuh atau keluar mani disebut juga janabat/junub, Orang-orang yang berjunub tidak boleh melakukan hal-hal di bawah ini :

  • Shalat
  • Membaca Al Quran
  • Menyentuh dan Mengangkat Alquran
  • Berdiam diri di dalam masjid
  • Thawaf.

Hal-hal yang Dilarang Bagi Orang yang Haid

  • Shalat
  • Thawaf
  • Bersetubuh dan Bersenang-senang dengan apa yang antara pusat dan lutut.
  • Menyentuh dan Mengangkat Alquran
  • Berdiam diri di dalam mesjid

Rukun Mandi Wajib

Niat, karena hadits Nabi: Sesungguhnya amal itu dengan niat. 

Dan juga untuk membedakannya dari kebiasaan, dan tidak disyaratkan melafalkannya, karena tempatnya ada di hati.

Membasuh seluruh tubuh, karena firman Allah: 

“… (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.” (QS. An Nisa: 43). Dan hakikat mandi adalah meratakan air ke seluruh tubuh.

Mazhab Hanafi menambahkan rukun ketiga yaitu: berkumur, menghisap air ke hidung, yang keduanya sunnah menurut imam lainnya.

Niat Mandi Wajib

Untuk mandi wajib harus disertai tata cara dan niat mandi wajib yang benar sehingga apabila tidak benar maka kemungkinan besar mandi wajibnya tidak sah.

Mandi junub wajib hukumnya laki-laki maupun perempuan muslim yang telah dewasa atau baligh.

Bacaan niat mandi wajib untuk semua hal yang mewajibkan wajib

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى 

NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA’AALAA.

Artinya :

“Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala.”

Cara Mandi Wajib

Berikut cara mandi wajib yang musti kita lakukan untuk mencapai kesempurnaan amalan kita.

1. Dimulai dengan Niat mandi wajib

Sebelum melakukan mandi wajib maka seorang muslim wajib berniat. Berikut niat mandi wajib yang dicontohkan rasulullah SAW :

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Semua amal tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Jika seseorang mandi besar disebabkan junub mimpi basah, keluar mani, senggama maka niat mandi besarnya adalah 

BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA’ALA

Artinya

"Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala"

2. Jika seseorang mandi besar disebabkan karena haid maka niat mandi besarnya adalah

BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA’ALA

Artinya

"Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta’ala"

3. Jika seseorang mandi besar disebabkan oleh karena nifas, maka niat mandi wajib / besar nya adalah

BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA’ALA

Artinya

"Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala"

2. Membersihkan kedua telapak tangan

Siram tangan kiri dan bersihkan dengan tangan kanan. Demikian  sebaliknya, siram  tangan kanan dan bersihkan dengan tangan kiri. Ulangi tiga kali

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ فَبَدَأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا

“Dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya tiga kali…” (HR. Muslim)

3. Mencuci kemaluan

Selanjutnya cuci serta  bersihkan kemaluan dari kotoran dan mani yang ada padanya serta sekitar kemaluan.

4. Berwudhu

Mengambil wudhu seperti kita melaksanakan ibadah sholat. Tata caranya seperti mengambil wudhu sholat

5. Membasuh rambut dan membasuh pangkal kepala

Kemudian selanjutnya adalah membasuh rambut hingga pangkal kepala. 

6. Menyiram dan membersihkan seluruh anggota tubuh

Pastikan menyiram seluruh anggota tubuh dengan air termasuk lipatan, bagian ketiak, sela jari kaki dan bagian tersembunyi lainnya

Sebelum melakasanakan Mandi wajib, haruslah dimulakan dengan doa mandi wajib terlebih dahulu. Berikut kami kumpulkan doa mandi wajib untuk anda.

Doa Mandi Wajib

Mandi wajib juga sering disebut mandi junub, ada juga yang menyebutnya mandi besar, mandi basah, keramas.

Lafadz Doa Mandi Wajib atau Mandi Junub diatas dilakukan setelah seseorang melakukan hubungan badan suami istri dan/atau mengeluarkan mani.

Doa mandi hadas besar

Berikut doa mandi wajib untuk perempuan yang sedang mengalami haid.

Haidh adalah darah yang keluar dari wanita dalam keadaan sehat, minimal sehari semalam menurut Syafi’iyyah, dan tiga hari menurut mazhab Hanafi.

Umumnya tujuh hari, dan maksimal sepuluh  hari menurut mazhab Hanafi, dan lima belas hari menurut mazhab Syafi’iy. Jika darah itu berlanjut melebihi batas maksimal disebut darah ISTIHADHAH.

Haid adalah sesuatu yang normal terjadi pada seorang wanita, dan pada setiap wanita kebiasaannya pun berbeda-beda.

Ada yang ketika keluar haid ini disertai dengan rasa sakit pada bagian pinggul, namun ada yang tidak merasakan sakit.

Ada yang lama haidnya 3 hari, ada pula yang lebih dari 10 hari.

Ada yang ketika keluar didahului dengan lendir kuning kecoklatan, ada pula yang langsung berupa darah merah yang kental.

Dan pada setiap kondisi inilah yang harus dikenali oleh setiap wanita, karena dengan mengenali masa dan karakteristik darah haid inilah akar dimana seorang wanita dapat membedakannya dengan darah-darah lain yang keluar kemudian.

Wanita yang haid tidak dibolehkan untuk shalat, puasa, thawaf, menyentuh mushaf, dan berhubungan intim dengan suami pada kemaluannya. 

Namun ia diperbolehkan membaca Al-Qur’an dengan tanpa menyentuh mushaf langsung (boleh dengan pembatas atau dengan menggunakan media elektronik seperti komputer, ponsel, ipad, dll), berdzikir, dan boleh melayani atau bermesraan dengan suaminya kecuali pada kemaluannya.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ

“Mereka bertanya kepadamu tentang (darah) haid. Katakanlah, “Dia itu adalah suatu kotoran (najis)”. Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di tempat haidnya (kemaluan). Dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka suci (dari haid). Apabila mereka telah bersuci (mandi bersih), maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Sunnah-sunnah yang dilakukan saat mandi besar :

  • Membaca basmallah
  • Melakukan wudlu sebelum mandi besar (mandi janabah), boleh niat wudlu sebagai sunnah mandi besar dan boleh juga niat untuk menghilangkan hadas kecil.
  • Membersihkan seluruh bagian tubuh dengan tangan
  • Mumawalah, artinya tidak ada selang waktu pemisah yang lama antara setiap siraman air
  • Mendahulukan anggota tubuh yang kanan daripada anggota kiri.
SHARE ARTIKEL