Bulan Ramadhan Penuh Berkah, Jangan Sampai Terlewat! Yakin Sudah Tahu Detailnya?

Penulis Unknown | Ditayangkan 10 May 2017

Bulan Ramadhan Penuh Berkah, Jangan Sampai Terlewat! Yakin Sudah Tahu Detailnya?

Ramadhan, nama bulan ke-9 dalam kalender Islam , adalah kata Arab yang berasal dari kata dasar " Ramda " . " Ramad " semakin panas karena panas yang terus menerus dan tanah yang menjadi semakin panas sedemikian rupa disebut " Ramda " . Jadi Ramadhan artinya " membakar " , " untuk membakar karena berjalan  telanjang kaki  di tanah yang hangus " .

Alasan mengapa bulan suci ini disebut " Ramadhan " adalah karena ia membakar dosa . Pada bulan Ramadhan , seorang muslim yang berpuasa menahan panas karena kelaparan dan haus dan panasnya puasa membakar dosa- dosa. Oleh karena itulah, begitu banyaknya keutamaan–keutamaan yang ditunjukan oleh bulan Ramadhan ini, sehingga Ramadhan bukan hanya sebuah nama bulan, namun jika kita tahu, bulan tersebut memiliki keistimewaan dan kelebihan-kelebihan tertentu.

Ulasan terkait : Jangan Sampai Tak Sadar, Bisa Jadi Kamu Wajib Syahadat Lagi Ketika Sudah Begini!

Pada bulan Ramadhan Allah memerintahkan umat Nya untuk berpuasa. Puasa wajib pada bulan ini merupakan rukun islam yang ke empat yang harus dijalankan oleh seluruh umat Islam. Seperti Firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah : 183)

Di dalamnya juga diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi tentang petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang salah.

Saat malam hari, kita disunatkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan. Hal ini mengikuti jejak Rasulullah SAW dan para sahabat. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena Iman dan mengharap (pahala dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Hadits Mutafaq ‘alaih)

Selain itu dalam bulan barokah ini terdapat laelatul qadri (malam mulia), yakni malam yang lebih baik dari seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Saat itulah pintu langit dibuka dan doa-doa dikabulkan, dan segala takdir terjadi pada tahun itu ditentukan.

Pada bulan ini, terjadi peristiwa besar yaitu perang badar, yang keesokan harinya Allah SWT membedakan antara yang haq dan yang bathil sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin, serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.

Pada bulan ini pula terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah. Allah SWT memenangkan rosul-Nya sehingga masuklah manusia ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong. Saat itu Rasulullah SAW menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Makkah dan Makkah pun menjadi negeri Islam.

Pada bulan ini pintu-pintu surga juga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para syetan diikat.

Bulan Ramadhan juga bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini Allah mengunjungi kita dengan menurunkan rahmat, manghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa.

Ramadhan menghapus dosa antara satu Ramadhan dengan Ramadhan sebelumnya. Rasulullah SAW bersabda, “Salat lima waktu, salat Jumat ke salat Jumat berikutnya dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan diantaranya, jika dosa-dosa besar ditinggalkan,” (HR. Muslim).

Bulan Ramadhan Penuh Berkah, Jangan Sampai Terlewat! Yakin Sudah Tahu Detailnya?

Ulasan terkait : Inilah Adab Jika Bermimpi, Jangan Semua Mimpi Engkau Ceritakan Kepada Mereka!

Jadi hal-hal fardu yang dilakukan di bulan Ramadhan ini akan menghapuskan dosa-dosa kecil, dengan syarat dosa besar ditinggalkan. Dosa-dosa besar yakni perbuatan yang diancam dengan hukuman di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya, zina, mencuri, minum arak, mencaci kedua orang tua, memutuskan hubungan kekeluargaan, transaksi dengan riba, mengambil risywah (suap), bersaksi palsu dan memutuskan perkara dengan selain hukum Allah.

Lihatlah, begitu banyaknya keutamaan yang terdapat dalam bulan Ramadhan. Untuk itu jangan sampai kita tidak mendapatkan berkahnya. Mari berlomba-lomba meningkatkan amal kebaikan di bulan ini. Sungguh mengherankan jika ada sebagian kaum muslimin yang justru merasa berat dengan hadirnya Ramadhan, merasa bahwa Ramadhan mengekang segala kebebasan dan kemerdekaannya.

Ada pula yang merasa biasa-biasa saja, merasa bahwa Ramadhan hanyalah rutinitas belaka, yang datang silih berganti sebagaimana bulan-bulan lainnya. Sikap seperti itu bukanlah cerminan keimanan. Dan tentu saja kita berlindung dari sikap yang demikian.
SHARE ARTIKEL