"Semoga Mendapat Hidayah", Kalimat yang Sering Orang Salah Paham

 15 Mar 2017  Dzikir Pikir

notashalimar.blogspot.com

Mungkin saat seseorang yang kita anggap sudah mengerti ilmu agama lebih banyak daripada kita, misal, ustadz, kyai, dan lain sebagainya, mendoakan kepada kita "semoga cepat mendapatkan hidayah", maka kita pun akan senang.

Namun sebenarnya apa makna di dalam kalimat itu? Sekilas dari kebanyakan teman dan kerabat yang saya tanya, adalah berikut arti yang saya tangkap. Mendapat "hidayah" mereka artikan, tiba-tiba ingat dengan Allah SWT dan menyesali dosa-dosa, hati jadi mudah melakukan kebaikan, baik ibadah maupun amal sholeh lainnnya. Dan sehubungan dengan itu, rasanya tanpa pengorbanan yang berarti dengan mudah melakukan kebaikan.

Memang umunya istilah ini cenderung dipakai untuk mendoakan : “Semoga Allah senantiasa menganugerahi kita taufik dan hidayah-Nya", yang mendengarnya pun sontak meng-aminkan.

Bahkan tak jarang kita temui di antara salah seorang teman shabat kita bernama Taufiq Hidayat, sebagai bentuk doa agar yang diberi nama selalu dalam limpahan taufik serta hidayah dari Allah swt.

Mari kita bahas, sebenarnya arti hidayah seperti apa dan taufik seperti apa.

Dalam bahasa Arab, istilah taufik ini berasal dari kata wāfaqa-yuwāfiqu-taufiq yang bermakna memberikan pertolongan-taufik. Dan istilah hidayah berasal dari kata hadā-yahdi-hidāyah yang memiliki makna memberikan petunjuk.

Kesamaan dari kedua istilah di atas adalah sama-sama memiliki unsur memberi, pemberian dari pada Allah swt kepada sang hamba.

Tapi, yang akan kita garisbawahi di sini adalah perbedaan antara kedua istilah di atas tadi. Yang satu mengandung makna khusus dan lainya umum.

Baca Juga: Siapa Ahlul Fatrah Hingga Masuk Neraka pun, Neraka akan Menjadi Sejuk

Dalam bukunya Muhammad Amin Aljundi (Alfaidah wal mut’ah fi imta’il asma’ bi ahlal ma’lumat), sempat dibahas perbedaan antara keduanya.

Taufik, sering disebut juga hidayatut-taufiq wal-ilham yang bermakna petunjuk yang “khusus" hanya dapat diberikan oleh Allah swt untuk para hamba-Nya,

إنك لا تهدى من أحببت ولكن الله يهدى من يشاء

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk". (Al-Qasas 56).

Sungguh Taufik dari-Nya ini akan kita peroleh manakala apa yang kita mau, menyamai dengan apa yang Allah mau, atau menyamakan persepsi keduabelah pihak ; khaliq dan makhluk. Jika keduanya telah sama, maka dengan segera akan kita peroleh taufiq dari-Nya swt.

Nah, sebenarnya taufik inilah yang banyak ditangkap maksud orang awam sebagai hidayah. Saat mau melakukan kebaikan, ibadah dan hal-hal yang berkaitan dengan amal sholeh mudah karena Allah meridhoi. Mau tahajud bangun begitu mudahnya, shalat shubuh biasanya masih tidur, sekarang jangankan bangun, malah jadi muadzin untuk berjamaah di masjid, hingga shalat fajar pun tak pernah lewat. MasyaAllah. Siapapun pasti ingin mendapatkan taufik.

Bagaimana dengan arti hidayah sendiri?

Hidayah, ini bentuknya “umum", siapa dan apa pun bisa menjadi tempat dititipaknya wasilah petunjuk dari-Nya, dan hidayah ini sendiri memiliki cakupan yang luas.

وإنك لتهدى إلى صراط مستقيم

………dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS Ash-Shura ayat 52).

Sebenarnya sudah sejak lama Allah swt telah menitipkan hidayah itu kepada para manusia. dan kemudian para manusianyalah sendiri yang seharusnya menjemputnya.

Diantara wasilah yang menjadi sebab sampainya hidayah sudah ada pada diri kita adalah hidayah akal cerdas, jasmani yang sehat, mata yang dapat melihat dengan jelas, hidung yang dapat bernafas dengan segar, dan pendengaran yang dipergunakan untuk menyimak banyak hal. Semua itu adalah hidayah Allah yang sudah dari sejak lama dianugerahkan kepada kita sebagai manusia.

Dan manusianya sendirilah yang mempergunakan wasilah hidayah tadi untuk menjemput hidayahnya.

Maka dari itu taufik harus datang terlebih dahulu, jika ingin mempergunakan hidayah. Jarang orang yang begitu istimewa mendapatkan taufik dari Allah. Kalau hidayah, ya kita yang harus menjemput, kita belajar kebaikan, dan ilmu-ilmu agama.

Bila tak mendapatkan taufik bagaimana? Ya... kita paksakan diri kita, kita paksa bangun malam tahajud, kita paksa jamaah shalat 5 waktu, kita paksa untuk menghindari segala bentuk kemaksiatan. Hingga InsyaAllah, Allah akan memudahkan itu semua. Semoga bahasan ini bermanfaat bagi kita semua.

“Semoga Allah melenggangkan taufik-Nya untuk kita semua, dan menjadikan kita manusia yang faham untuk bersegera memanfaatkan hidayah yang telah diberikan sejak lama".

KOMENTAR