Orang Tua Harus Tahu, Inilah Ungkapan Cinta yang Salah Kepada Anak!

 14 Mar 2017  Unknown
Orang Tua Harus Tahu, Inilah Ungkapan Cinta yang Salah Kepada Anak!

Setiap orang menganggap bahwa pernikahan adalah awal dari sebuah perjalanan yang panjang. Selain mempunyai pendamping hidup yang baru, memiliki seorang anak juga merupakan sebuah kebahagiaan dalam setiap pernikahan. Perasaan bahagia dan cinta itu bahkan seringkali sudah timbul, bahkan saat kita belum bertemu dengannya, saat si anak masih dalam kandungan.

Baca juga : Ibu Wajib Waspada, Karena Tingkat Stres Berlebih Kala Anak Remaja!

Namun seperti halnya cinta yang datang secara alami, seringkali orang tua merasa bahwa membersarkan dan mengasuh anak juga merupakan naluri alami setiap orang tua tanpa harus bersusah payah mencari kiat-kiat yang efektif untuk menjalankannya. Betul dan tidak, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Tahukah bahwa setiap anak itu unik, berbeda satu sama lainnya. Sehingga diperlukan pendekatan yang berbeda-beda dalam hal pengasuhan mereka.

Apa pun tantangan mengasuh anak, setiap anak wajib untuk selalu dicintai dan sebagai orang tua pastikan untuk selalu memberikan yang terbaik bagi mereka. Namun sering juga rasa cinta orang tua, diterjemahkan dengan cara-cara berlebihan atau kurang tepat, yang justru malah membawa efek negatif bagi anak-anak.

Jadi, sebelum mereka sadar akan peluang itu dan membuatnya semakin keras kepala dan berulah, yuk simak apa saja kesalahan yang dibuat oleh orang tua kepada anak mereka.

1. Memberikan semua yang diminta

Setiap orang tua pasti ingin memberikan segala yang terbaik bagi anaknya. Namun terkadang kita juga terbuai dalam menuruti hasrat hati, memenuhi semua keinginan sang anak. Memberi yang terbaik adalah benar, tetapi memberikan semua yang anak minta adalah salah. Ini secara tidak langsung mendidik anak menjadi manja dan tidak mandiri.

2. Diperlakukan bak raja dan ratu

Anak bukanlah raja dan ratu yang harus selalu dipuja dan disanjung. Cara salah mengungkapkan cinta seperti ini dapat membuat anak 'haus' menjadi pusat perhatian dan ingin selalu dituruti. Salah-salah mereka malah tidak lagi memiliki rasa hormat terhadap orang tuanya.

3. Membebaskan dari tanggung jawab

Sejak kecil sebaiknya ajari anak untuk mulai bertanggung jawab. Cara yang mudah dilakukan sejak usia dini adalah mengajarkan anak untuk merapikan mainan usai bermain, menaruh sepatu pada tempatnya, mengerjakan tugas dari sekolah, dan sebagainya. Jika kita membebaskan anak dari tanggung jawab tersebut, anak dapat menjadi seenaknya dan tidak patuh kepada orang tua.

4. Menyediakan yang terbaru dan termodern

Kebiasaan anak sekarang, memiliki kecenderungan selalu ingin mengikuti perkembangan zaman atau trend masa kini. Rasanya tidak keren atau minder kepada teman-teman jika sampai ketinggalan trend terbaru, sehingga anak biasanya menuntut orang tua untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya dengan membelikan gadget terbaru, laptop, baju atau pakaian terbaru dan sebagainya.

5. Tidak memberi aturan

Anak-anak cenderung semaunya sendiri. Orang tua yang sibuk bekerja seringkali menebus ketidakhadirannya dalam pengasuhan anak dengan berusaha menyenangkan dan membiarkan anak-anak melakukan apa pun yang mereka sukai tanpa adanya aturan. Hal ini salah dan justru akan membuat anak semakin senang bertindak semaunya dan egois.

6. Uang saku berlebihan

Jangan memberikan kesan bahwa uang mudah didapat dan mudah dibelanjakan. Uang saku yang berlebihan bisa menimbulkan kesan tersebut dan anak-anak tidak menghargai kerja keras sehingga dapat memupuk cara hidup yang boros.

Orang Tua Harus Tahu, Inilah Ungkapan Cinta yang Salah Kepada Anak!

Baca juga : Anak Berbudi Tak Akan Biarkan Ibu Sendiri, My Trip, My Mommy Too!

7. Tidak tega hidup susah

Cinta tidak identik dengan hidup tanpa kesulitan. Menghadapi dan mengatasi kesulitan akan membuat anak-anak membangun karakter yang tangguh untuk menghadapi kerasnya hidup di masa remaja dan dewasa. Biarkan anak-anak mengalami pengalaman layaknya anak-anak lain sebayanya, turun naik bis, berjalan kaki ke pasar, atau ikut kerja bakti di lingkungan tempat tinggal.

8. Tidak memberi sanksi atas kesalahannya

Setiap perbuatan salah perlu mendapatkan sanksi yang setimpal. Hal ini bukan dimaksudkan untuk menghukum, tetapi memberikan pelajaran bahwa setiap perilaku salah akan ada akibatnya.

Oleh karena itulah, sebagai orang tua jangan sampai membuat peluang kepada anak yang justru menjadikan mereka hidup dengan sikap negatif. Sayangilah dan didik dengan tegas, agar kelak anak menjadi pribadi yang lebih dan mampu membanggakan kedua orang tuanya.