Mengapa Allah Ciptakan Mahluknya Sebagian Ada yang Cacat? Ini Penjelasannya

 21 Mar 2017  Penulis
Mengapa Allah Ciptakan Mahluknya Sebagian Ada yang Cacat? Ini Penjelasannya

"Cacat fisik tanda kasih sayang allah kepada mahluk ciptaanya".

Mendengar pernyataan seperti itu tentu membuat semua orang mulai berfikir, bagaimana mungkin kekurangan cacat fisik, sebagai tanda kasih sayang allah? yang ada adalah allah tidak sayang pada mahluk ciptaanya sehingga seseorang diciptakan dalam kondisi cacat.

seperti salah satu kisah yang dikutip dari islamidina.info dalam sebuah forum di India yang dihadiri ribuan orang, seorang non muslim bertanya kepada Dr Zakir Naik.

“Mengapa Tuhan menciptakan orang-orang yang terlahir cacat? Apakah ada ayat Al Quran atau perkataan Nabi Muhammad yang menjelaskan hal ini?

“Saudara ini mengajukan pertanyaan yang sangat bagus,” kata Dr Zakir Naik mengawali jawabannya. “Mengapa dan apa alasannya Allah menciptakan sebagian orang terlahir sebagai orang yang cacat? Alasannya dijelaskan dalam Quran Surat Al Mulk ayat 2.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS. Al Mulk: 2)”

Dr Zakir Naik lantas menjelaskan perbedaan pandangan Islam dengan Hindu tentang orang-orang yang terlahir cacat.

Dalam Hindu, ada sebuah filosofi yang disebut sanskara atau reinkarnasi. Bahwa seseorang yang mati akan terlahir kembali sebagai sosok tertentu tergantung apa yang ia lakukan di kehidupan sebelumnya. Itu juga disebut sebagai karma.

Jika amal perbuatannya baik, ia akan terlahir kembali dalam tingkatan makhluk yang lebih baik. Sebaliknya jika ia berbuat buruk, ia akan terlahir kembali dalam tingkatan makhluk yang lebih rendah.

Mengenai benar tidaknya reinkarnasi ini, Dr Zakir Naik hanya menjawabnya dengan sebuah pertanyaan.

“Semakin ke sini, kejahatan manusia semakin bertambah atau semakin berkurang?”

“Semakin bertambah,” jawab hadirin.

“Populasi manusia semakin bertambah atau berkurang?”

“Semakin bertambah.”

“Jika manusia yang berbuat buruk bereinkarnasi menjadi binatang, semestinya populasi manusia bertambah atau berkurang?”

“Berkurang,” jawab hadirin sambil tertawa. Merasa lucu dengan konsep reinkarnasi.

Nah, berbeda dengan konsep reinkarnasi, dalam Islam seseorang terlahir cacat atau tidak semua itu adalah ujian. Berdasarkan ujian itu, seseorang akan dinilai.

Allah menguji tiap orang dengan cara berbeda. Ada yang dijadikan orang kaya. Apakah dengan itu ia bersyukur, mengeluarkan zakat. Sedangkan orang miskin justru mendapatkan zakat. Orang miskin lebih mudah hisabnya, orang kaya hisabnya lebih sulit.

Sama halnya orang yang terlahir cacat kadang ada yang bertanya apa dosa bayi itu? Dalam Islam semua bayi suci, tidak ada yang berdosa. Ia tidak bersalah. Namun itu adalah ujian baginya, ujian bagi orangtuanya apakah percaya kepada Allah. Kali ini diuji dengan ujian yang sulit. Dan semakin sulit ujian semakin besar pahala.

Demikianlah, semakin besar ujian semakin besar pahala dan derajat di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.