Mencari Keridhoan Suami Dengan Cara Meminta Maaf Setiap Kesalahan yang Pernah Dibuat

 26 Mar 2017  Penulis
Bagimana cara meminta maaf pada suami? Simak selengkapnya.

Mencari Keridhoan Suami Dengan Cara Meminta Maaf Setiap Kesalahan yang Pernah Dibuat

Meminta maaf bukanlah perkara setahun sekali di saat hari raya Idul Fitri saja, justru sebelum Ramadhan tiba, bahkan kalau perlu setiap harinya kita meminta maaf atas kesalahan kita, terutama pada orang-orang terdekat.

Permintaan maaf yang paling utama adalah kepada suami, karena sebagai istri tentu saja kita tidak luput dari kekurangan dan kesalahan.

Ada sebuah kisah inspiratif dari pasangan Fatimah Az Zahra dan Ali bin Abi Thalib. Pernah suatu hari, Fatimah Az Zahra telah membuat Ali terusik hati dengan kata-katanya. Bayangkan, seorang wanita penghulu surga sekali pun ada kalanya melakukan kesalahan dengan lisannya, bagaimanakah lagi diri kita?

BACA JUGA: Akan Tiba Saatnya Semua Wanita Muslim Akan Merasakan Hidayah yang Jatuh Di Hatinya

Menyadari kesalahannya tersebut, Fatimah Az Zahra segera meminta maaf berulang-ulang kali. Akan tetapi, melihat air muka suaminya tidak juga berubah, maka kemudian Fatimah melakukan hal yang cukup lucu, ia berlari-lari seperti anak kecil mengelilingi Ali.

Tujuh puluh kali dia 'tawaf' sambil merayu-rayu mohon untuk dimaafkan. Melihat tingkah laku Fatimah tersebut, tersenyumlah Ali dan lantas memaafkan kekhilafan isterinya itu.

Tahukah bahwa Fatimah mendapat ultimatum dari ayahandanya, Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wassalam mengenai perkara ini: "Wahai Fatimah, kalaulah di kala itu engkau meninggal sedangkan suamimu Ali tidak memaafkanmu, niscaya aku tidak akan mensholatkankan jenazahmu."

Sedemikianlah pentingnya kita selaku istri untuk mendapatkan keridhoan dari suami, jangan sampai suami terluka hatinya karena perkataan dan tingkah laku kita, namun kita tidak meminta maaf kepadanya.

Jika Fatimah Az Zahra melakukan tawaf kecil berpuluh kali agar suaminya meridhoinya, maka tentu saja kita lebih mengetahui cara meminta maaf terbaik pada suami kita. Yang terpenting adalah adanya ketulusan dan kesungguhan dalam meminta maaf.

Semoga kita mampu untuk memperoleh ridho dari suami sebelum nafas kita terputus dan nyawa tidak lagi berada di jasad ini. Jangan tunggu sampai nanti, mari kita meminta maaf atas kesalahan yang pernah kita perbuat pada suami dikutip dari ummi-online.com.

KOMENTAR