Kok Cepet Banget Shalatnya? Pasti Gak Khusyu' Nih

 27 Mar 2017  Unknown
Salah satu keutamaan shalat yang harus dicapai adalah kekhusyukan. Banyak yang menganggap jika shalat yang khusuk haruslah lama, hmm.. kira-kira benar begitu gak ya? Mungkin percakapan yang dikutip dari inspiradata ini bisa membantu.

Kok Cepet Banget Shalatnya? Pasti Gak Khusyu' Nih

BACA JUGA: Pak Ustad, Saya Tidak Bisa Shalat.. Bagaimana Ini?

Suatu malam, Ujang dan Cecep bermaksud tunaikan shalat tahajjud di mushola. Pada saat bersamaan, tepat di depan mereka berdua ada seorang santri senior bernama Walid sedang melakukan shalat juga. Walid nampaknya begitu khusyu, karena shalatnya lama sekali.

“Eh Cep, khusyu bener tuh senior kita shalatnya,” kata Ujang.

“Khusyu? Dari mana kamu tahu si Walid itu khusyu shalatnya,” timpal Cecep.

“Lah itu buktinya, shalat dia lama sekali.”

“Kamu jangan salah mengerti Jang,” jawab cecep melanjutkan, “orang yang shalatnya lama itu bukannya khusyu, tapi berusaha untuk khusyu tapi nggak bisa-bisa, makanya shalatnya lama.”

Lantas Cecep menganalogikan (meng-qiyaskan) shalatnya si Walid dengan sinyal HP.

“Orang yang shalatnya lama itu mirip HP yang sedang mencari sinyal karena sinyalnya kecil, jadi sulit dipakai untuk komunikasi. Mending kaya kita yang biasa-biasa saja shalatnya, nggak lama tetapi juga nggak sebentar, itu baru namanya khusyu Jang,” jelas Cecep panjang lebar,

Ujang hanya mlongo, khusyu mendengarkan paparan Cecep.

“Bener juga kamu Cep.

Nah, kesimpulannya jika seorang yang shalatnya lama itu belum tentu khusuk. Karena bisa saja mereka yang shalatnya lama masih belum menemukan titik khusyuk atau belaja untuk bisa mendapat kekhusyukan dalam shalatnya.

Begitu juga yang shalatnya tidak terlalu lama, bukan berarti shalatnya itu tidak khusyuk. Allahuallam.. Kita shalat hanya kepada Allah, maka Allah lah yang menentukan apakah shalat kita diterima oleh-Nya.