Imamku, Cintailah Aku Karena Alloh

 27 Mar 2017  Cang Karna
Imamku, Cintailah Aku Karena Alloh

Mencintai karena Allah. Suamiku, kalimat itu tidaklah terlalu asing bagiku. Bukankah salah satu hadits mengatakan bahwa dua orang yang saling mencintai karena Allah termasuk dalam golongan yang mendapat naungan dari Allah SWT pada hari kiamat nanti?

Rasulullah SAW bersabda: "Tujuh golongan yang ALLah menaunginya dengan naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, salah satunya adalah: dua orang yang saling mencintai karena Allah, bersatu karena Allah dan berpisah karena Allah,” (HR Bukhari).

Suamiku, hari kiamat begitu dahsyat. Matahari hanya berjarak 1 mil atau 1,6 km saja di atas kepala. Jika saat ini saja, dengan jarak yang demikian jauh kita sering merasa kepanasan, bayangkan betapa panasnya jika jaraknya begitu dekat. Itukah sebabnya hari kiamat dikatakan hari dimana tiada naungan lagi selain naungan-Nya? Hari dimana tak ada lagi jarak, atmosfer, dan lapisan-lapisan yang selama ini melindungi manusia dari sengatan panasnya matahari. Mungkin kulit kepala bahkan badan kita akan melepuh terbakar karenanya.

BACA JUGA : Muslimah, Tolaklah Dengan Lembut Apabila Suamimu Memerintahkan 5 Hal Berikut Ini

Suamiku, berapakah harga untuk sebuah cinta yang disebabkan karena Allah? Ternyata sangat mahal. Sehingga hanya sedikit sekali orang yang mampu mencintai karena Allah.

Mencintai karena Allah SWT tidaklah mudah karena membutuhkan begitu banyak pengorbanan. Pengorbanan yang membuat seseorang rela bangun di sepertiga malam terakhir untuk kemudian membangunkan pasangannya untuk bermunajat kepada Allah SWT. Pengorbanan yang membuat Khadijah rela menyerahkan semua hartanya untuk mendukung dakwah Rasulullah SAW. Pengorbanan yang membuat seorang istri rela melepas belahan jiwanya berangkat ke medan jihad.

Apakah bukti bahwa dua orang saling mencintai karena Allah? Salah satu buktinya adalah dengan usaha mereka untuk mewujudkan hal yang terbaik dimata Allah. Diantaranya: orientasi untuk menghasilkan generasi qurani yang tangguh.

Bukti lainnya adalah dengan saling menasehati kepada kebenaran. Karena pada hakikatnya mencintai karena Allah SWT adalah dengan berusaha menjaga pasangan agar tetap berada pada jalan ketakwaan.

Maka dari itu, berikanlah nasehat kepadaku saat aku khilaf. Karena tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Cinta karena Allah adalah keikhlasan. Maka jangan lelah menasehatiku pada kebajikan dan mencegahku dari kemungkaran.

Suamiku, buah dari cinta karena Allah adalah semakin bertambahnya keimanan di dalam hati. Semoga cinta diantara kita akan menjadi bingkai yang dapat mengantarkan kita menjadi golongan yang mendapat naungan dari Allah di hari kiamat nanti. Aamiin.

KOMENTAR